Lugia, band dari kota Garut ini menampilkan sisi kreatif musik dengan memasukan sedikit era 80an, namun tetap menyelipkan elemen musik dan lirik yang mencerminkan isu-isu modern. Lugia terdiri dari Ikhsan Taufik (Vokal), Utari Berliani (Keyboard), Ramdani Setiawan (Gitar), dan Annas Maulana (Drum). Lugia merilis single pertama mereka yang berjudul “Menepi” pada 23 September 2024, “Menuju” pada 13 Desember 2024, “Memikat” pada 25 April 2025, dan akhirnya di 2026 ini merilis “Memberi Cinta”.
“Memberi Cinta” adalah single keempat dari Lugia pada tahun 2026 setelah “Menepi”, “Menuju”, dan “Memikat”. Masih di era yang sama yaitu “Butterfly Era”, lagu baru ini bercerita tentang seseorang yang menjadi budak cinta, memiliki perasaan cinta yang besar yang ingia dia berikan kepada orang terkasihnya, tanpa mengharapkan feedback, namun diiringi dengan rasa ikhlas dan percaya bahwa semua kebahagiaan yang ada didalam kisahnya telah diatur semesta (Sang Pencipta).
Di lagu “Memberi Cinta” ini, Lugia bekerja sama dengan salah satu musisi muda dari Yogyakarta, yang tergabung dalam band Fourtune. Adalah Alexander Yoga, keyboardist dari band Fourtune yang sekaligus menjadi Produser dilagu “Memberi Cinta” ini.
Berawal dari sebuah materi yang terdiri dari alunan MIDI piano dan vokal, seluruh personil Lugia akhirnya berinisiatif untuk melengkapi materi tersebut. Mulai dari hentakan drum yang groovy, piano elektrik yang sederhana namun manis mengikuti ritmik, warna suara gitar yang bersih, hingga bass dan synthesizer yang menjadi ciri khas musik 80-an yang asyik. Tak lupa juga ada sedikit penambahan perkusi untuk membuat nuansa musik lebih groovy.
Secara lirik, lagu “Memberi Cinta” ini disajikan dengan bahasa sederhana, cenderung seperti curhat sehingga sangat mudah untuk dimengerti oleh pendengarnya.
Salah satu tantangan yang dihadapi Lugia dalam merekam lagu ini adalah ketika masing-masing dari mereka harus bersabar dalam menjaga tempo, karena mengingat lagu ini memiliki tempo yang cukup cepat dan energik, serta menahan dorongan untuk tidak bermain dengan “show-off”. Hal ini bertujuan agar musik serta improvisasi vokal dalam lagu ini tidak terkesan berlebihan sehingga tujuan utama penyampaian cerita di lagu ini bisa tersampaikan dengan baik. Dari segi alur cerita, lagu ini menggambarkan cerita dan kisah yang sering terjadi dalam percintaan anak muda. Terutama, anak muda yang hatinya sedang berbunga-bunga, sedang jatuh cinta dan berharap memiliki sang pujaan untuk selamanya.
Sumber Foto: Istimewa
Baca Juga:
- Kelainan Saluran Kemih Anak Bisa Dideteksi Sejak Dalam Kandungan
- 5 Cara Tingkatkan Keamanan Siber di Era Digital
- Lugia Rilis Single Baru, Memberi Cinta
- Konferensi Fermentasi Indonesia di La Maison de l’Indonésie Paris Promosikan Warisan Gastronomi Nusantara
- Kolaborasi AstraZeneca Indonesia dan Rumah Sakit Kanker Dharmais Perkuat Diagnostik Presisi Kanker Melalui NGS

