Di balik sebuah karya seni yang menghiasi ruang hidup, tersimpan cerita panjang tentang visi, dedikasi, dan ketekunan. Itulah yang ingin dibawa oleh Elmirai, sebuah brand furniture premium yang lahir dari DNA perusahaan furnitur asal Gresik, PT Katwara.
Perusahaan yang berdiri sejak tahun 1980 ini telah menjadi pemasok bagi berbagai brand global papan atas, namun sejak 2023 melahirkan Elmirai sebagai wajah baru yang fokus pada produk orisinal dengan sentuhan seni dan kenyamanan.
Founder Elmirai, Risski Arif, menjelaskan nama Elmirai sendiri bukan sekadar identitas, melainkan filosofi. EL memberi kesan elegan dan kuat, sementara Mirai dalam bahasa Jepang berarti masa depan. Elmirai adalah simbol desain estetis yang modern, sekaligus visi membawa gaya hidup masa depan ke dalam ruang hunian.

Dari Katwara Menuju Elmirai
PT Katwara awalnya dikenal dengan nama Katwara Rotan, sebuah pabrik pengolahan rotan mentah. Namun, kebijakan pemerintah pada era 1980-an yang melarang ekspor rotan mentah justru menjadi momentum transformasi.
Katwara kemudian berkembang menjadi produsen furnitur berkelas dunia dengan brand Mazzoli, hingga dipercaya berbagai nama besar seperti Palacek, Lexington, Baker, Gabby, RH (Restoration Hardware), Lulu and Georgia, Bernhardt, Crate & Barrel, Frontgate, Ballard Design, hingga Tristen William.
Katwara memiliki pabrik seluas 8 hektare di Gresik, Jawa Timur, dengan lebih dari 1.000 karyawan, didukung teknologi mesin mutakhir serta kayu berkualitas ekspor.
“Kami memastikan standar produksi tinggi, termasuk kelembapan kayu yang sangat kering agar tahan lama dan tidak mudah patah,” tambah Risski.

Furniture Sebagai Karya Seni
Elmirai lahir untuk fokus pada produk premium orisinal. “Fokus kami bukan hanya membuat furniture fungsional, tetapi menghadirkan karya seni yang memperindah ruangan,” kata Risski.
Produk Elmirai mengusung desain unik dengan craftsmanship tinggi, menggabungkan kenyamanan dan estetika.
Brand ini juga berani menghadirkan warna dan desain yang out of the box, menciptakan tren baru di pasar lokal.

“Untuk Indonesia, kami berusaha mendidik pasar agar lebih menghargai estetika furniture. Sedangkan di pasar internasional, kami tetap mengikuti tren global, tetapi dengan sentuhan khas Indonesia,” ujarnya.
Visi Elmirai adalah membawa karya orisinal Indonesia ke panggung internasional. Risski menegaskan, ke depannya Elmirai ingin menanamkan unsur budaya Indonesia ke dalam desainnya.
“Kami ingin memperkenalkan budaya bangsa lewat produk, agar dunia melihat bahwa karya Indonesia bisa bersaing dengan brand global,” jelasnya.
Dalam wawancara, Risski juga menyinggung peran teknologi kecerdasan buatan (AI). Menurutnya, AI bisa membantu di aspek administratif dan rendering desain interior. Namun, esensi dari desain furniture tetap memerlukan sentuhan manusia. “Furniture adalah soal rasa dan jiwa. Untuk R&D dan produksi, keterampilan manusia tetap menjadi kunci,” tegasnya.
Elmirai tidak hanya ingin dikenal sebagai brand furnitur premium, tetapi juga ingin terlibat dalam berbagai proyek komersial di tanah air.
“Kami berharap bisa menjadi bagian dari hotel, apartemen, dan ruang komersial prestisius di Indonesia. Lebih dari itu, kami ingin masyarakat mengikuti tren baru dalam kualitas dan desain furniture,” ucap Risski.
Dengan tagline “Furniture bukan hanya sekadar furniture, tapi karya seni yang memberikan nilai estetika dan kenyamanan dalam rumah”, Elmirai membawa misi besar: memperkuat citra Indonesia di dunia furnitur global, sekaligus mendidik masyarakat untuk lebih menghargai desain dan estetika.
Artikel ini juga dapat dibaca di Majalah Digital Kabari Edisi 218
Simak liputan Kabari dibawah ini

