Siapa sangka, di balik sosok anak pemalu bernama George Alexander Tjengnis, tersimpan keberanian besar yang akhirnya membawanya meraih gelar Model Persahabatan pada ajang One B Ethnic Fashion Week Festival 2025 kategori Runway dan Talent (Hip Hop Dance).
Siswa kelas 4 SD Stella Maris Gading Serpong yang baru berusia 10 tahun ini tampil percaya diri di atas panggung One Bellpark Mall, Jakarta Selatan, pada 18 dan 22 Oktober 2025 lalu.
Ajang yang diadakan oleh Anggalang by Omar itu menjadi pengalaman George.
“Alasan dia ikut kemarin adalah untuk melatih rasa percaya diri dan berani tampil di depan publik. Ini pertama kalinya George ikut ajang seperti ini,” ujar Catherine, sang ibu.
Meski baru pertama kali tampil dalam kompetisi fashion, George sebenarnya bukan sosok asing dalam dunia seni. Ia telah berlatih hip hop dance selama lebih dari satu tahun, dan sebelumnya pernah mengikuti kompetisi D’Champion 2024 yang diselenggarakan oleh Dance Station di Baywalk Mall. kabupaten.
Namun kemenangan kali ini terasa sangat istimewa. Sebab, di balik penampilannya yang tenang dan penuh pesona di atas panggung, George adalah anak introvert yang awalnya pemalu dan mudah gugup saat tampil di depan umum.
“Kami benar-benar tidak menyangka. Karena banyak saingan, dan George itu tipe anak yang biasanya grogi. Tapi kemarin, saat sesi tanya jawab penentuan, dia bisa menjawab dengan rileks,” cerita sang ibu.
Catherine menambahkan, ajang ini bukan hanya soal kompetisi, melainkan juga perjalanan George dalam mengasah kepercayaan diri dan mengenal budaya Indonesia.
“Harapan saya, setelah mengikuti One B Ethnic Fashion Week Festival 2025, George bisa semakin mengenal dan mencintai budaya Indonesia,” ujarnya.
Dalam penampilannya, George mengenakan busana etnik songket Palembang yang sarat makna. Motif enam kelopak bunga di bagian luar melambangkan rukun iman, sementara lima kelopak di dalam menggambarkan rukun Islam.
Menariknya, inspirasi George untuk tampil di dunia fashion datang dari sang kakak, Jeslyn Tjengnis, seorang model istimewa yang juga pernah menorehkan prestasi di ajang yang sama. “Kalau kakaknya bisa, kenapa adiknya tidak bisa?” begitu kata sang mama.
Sumber Foto: Istimewa
Baca Juga:
- “Tribute to Erros Djarot” – Musisi Lintas Generasi Rayakan Karya-Karya Sang Maestro di Java Jazz Festival 2026
- 25 Tahun Janji Suci Yovie & Nuno
- Jon Batiste Tampil Berkilau di Java Jazz Festival 2026
- Mahasiswi UIC College Rilis Lima Lagu dan Garap Soundtrack Film di Tengah Kesibukan Kuliah
- DWP2026 Kembali ke Tempatnya Semula

