Perempuan Indonesia kembali mencatat prestasi akademik yang menginspirasi. Adalah Dr. Laely Indah Lestari resmi dikukuhkan sebagai Doktor Ilmu Komunikasi dari Universitas Padjadjaran setelah berhasil mempertahankan disertasinya dengan IPK sempurna 4,0 dan meraih predikat Summa Cum Laude.
Ia menuntaskan program doktoral hanya dalam 2 tahun 2 bulan, menjadikannya salah satu lulusan tercepat dan terbaik dalam sejarah Program Doktor Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran.
Lebih dari itu, Dr. Laely meraih gelar doktor melalui jalur Fast Track S2–S3, sebuah program yang menuntut kapasitas akademik dan disiplin yang sangat tinggi. Ia menyelesaikan pendidikan magister dalam 1 tahun 1 bulan, dan secara paralel menuntaskan studi doktoral dalam waktu yang juga sangat singkat—dengan skor akademik sempurna di kedua jenjang.
Dalam disertasinya “Tanah, Tangan, dan Tutur”, Laely merumuskan Model Komunikasi Budaya Tanah–Tangan–Tutur. Model ini menawarkan cara pandang baru terhadap budaya sebagai ekologi makna yang terbentuk melalui relasi antara nilai-nilai kosmologis (tanah), praktik budaya yang embodied (tangan), dan narasi yang diwariskan lintas generasi (tutur).
Temuan ini dinilai para guru besar sebagai salah satu kontribusi teoretis penting dalam pengembangan ilmu komunikasi berbasis epistemologi lokal Nusantara.
Penelitian lapangannya di Sumba Timur menunjukkan bahwa tenun ikat bukan sekadar artefak budaya atau komoditas pariwisata, tetapi juga medium representasi identitas dan instrumen diplomasi budaya yang memainkan peran strategis dalam ekosistem pariwisata dan hubungan antarkomunitas.
Model yang ia kembangkan memperlihatkan bagaimana makna budaya dapat tetap hidup dan berkembang jika komunikasi antaraktor berjalan dalam arus yang sirkular dan saling memperkuat.
Prestasi akademik Dr. Laely memperoleh apresiasi luas dari para promotor dan penguji yang hadir. Mereka menilai bahwa temuannya tidak hanya memperkaya kajian komunikasi pariwisata dan budaya, tetapi juga menawarkan kerangka praktis bagi pemerintah, akademisi, dan pelaku pariwisata untuk merancang strategi pelestarian budaya yang lebih etis, inklusif, dan berkelanjutan.
Melalui pencapaian ini, Dr. Laely menunjukkan bahwa perempuan Indonesia memiliki peran strategis dalam menghasilkan pemikiran besar dan kontribusi ilmiah yang berdampak bagi bangsa. Ia menjadi teladan bahwa keunggulan akademik dapat dicapai melalui ketekunan, integritas, dan komitmen penuh terhadap ilmu pengetahuan.
“Saya percaya bahwa ilmu pengetahuan harus memberikan manfaat bagi masyarakat dan membantu menjaga kekayaan budaya bangsa. Model Tanah–Tangan–Tutur adalah langkah kecil saya untuk itu,” ujarnya.
Tak hanya Istimewa dalam capaian akademiknya, Dr. Laely juga dikenal sebagai seorang fashion designer yang karya-karyanya sangat khas menggunakan Wastra Nusantara. Melalui brand LAELYIND, Dr. Laely mengusung misi ‘Lestarikan Budaya dengan Fashion Wastra’. Dr. Laely terpanggil untuk mengkampanyekan fashion Wastra sebagai salah satu identitas bangsa yang membanggakan, dan menjadi tren busana di negeri sendiri. Bukan hanya Wastra yang diangkat dan dipromosikan, para pelaku UMKM, terutama pengrajin-pengrajin kain seperti penenun dan pembatik, serta pengrajin pernak-pernik khas daerah pun dirangkulnya agar mereka menjadi lebih berdaya dan sejahtera.
Prestasi dan karya Dr. Laely, diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda dan perempuan Indonesia untuk terus berkarya, belajar, dan membangun kontribusi nyata bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan budaya nasional.
Dr. Laely menjadi bukti nyata bahwa perempuan, tidak hanya menjadi ibu dan istri semata, tapi dengan ketekunan dan kerja keras mampu memiliki karya dan pencapaian yang Istimewa.
Sumber Foto: Istimewa
Baca Juga:
- Grab Luncurkan Corporate Dine Out, Urusan Jamuan Makan Kantor Kini Bebas Reimburse!
- 17 Tahun Kemudian, Slank Kembali Mengoyang Panggung Java Jazz
- BCA Syariah Bedah Makna “Sahabat” Bersama Ivan Gunawan, Fico Loygara, dan Ustaz Halim Ambiya
- Bawa Summer Horns, Dave Koz Kembali ke Panggung Java Jazz
- “Tribute to Erros Djarot” – Musisi Lintas Generasi Rayakan Karya-Karya Sang Maestro di Java Jazz Festival 2026

