โ€œNama saya Cheryl Divanda Feryal Balqys, saya adalah mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi di salah satu perguruan tinggi swasta di Kediri.โ€

Dari kalimat sederhana itu, tersimpan perjalanan panjang seorang anak muda yang tidak hanya mengejar pendidikan akademik, tetapi juga merawat mimpi besarnya di dunia fashion.

Sejak kecil, Cheryl sudah jatuh cinta pada dunia mode, terinspirasi dari usaha orang tuanya yang berkecimpung dalam industri batik. Ia pun kerap berangan-angan, โ€œAndaikan batik ini didesain sedemikian rupa menjadi busana fashion yang saya bawakan sendiri, alangkah menariknya.โ€

Ketertarikan itu bukan sekadar mimpi. Sejak duduk di bangku Sekolah Dasar, Cheryl sudah mulai terjun ke dunia fashion dengan membawakan busana berbahan batik dari Batik Lochatara Kediri.

LOCHATARA sendiri lahir dari kecintaan orang tuanya terhadap budaya, khususnya budaya lokal Kediri. Nama LOCHATARA yang berasal dari bahasa Sanskerta berarti โ€œluar biasaโ€, mencerminkan semangat untuk terus menghadirkan karya unik melalui motif-motif batik yang terinspirasi dari kekayaan budaya daerah.

โ€œBudaya lokal Kediri sangat berperan besar karena selalu memberikan inspirasi baru terhadap setiap motif yang kami buat,โ€ ungkap Cheryl. Inilah yang menjadi pembeda LOCHATARA dengan batik lainnya. Dengan mengikuti perkembangan zaman, LOCHATARA kini mengusung motif modern tanpa meninggalkan sentuhan tradisional, agar semakin diminati oleh generasi muda.

Namun, perjalanan ini tidak lepas dari tantangan. Salah satu yang terbesar adalah mengubah pandangan generasi muda terhadap batik yang kerap dianggap kuno. Cheryl percaya bahwa inovasi adalah kunci. โ€œTerus berkarya dengan menghadirkan motif-motif yang baru, beda, dan unik agar memiliki nilai rasa yang menarik,โ€ ujarnya.

Penetapan motif khas Kabupaten Kediri seperti lidah api dan gringsing pun semakin memicu semangat para pengrajin dan desainer muda untuk berkreasi.

LOCHATARA memiliki visi besar ke depan, yakni terus mengangkat budaya Kediri yang belum banyak dikenal masyarakat melalui motif batik.

Cheryl pun menaruh harapan besar pada generasi muda. Ia menyampaikan pesan inspiratif, โ€œDonโ€™t be afraid to try, be afraid of never trying at all. Every step, no matter how small, is still progress.โ€ Baginya, mencoba adalah awal dari mengenal, dan dari mengenal akan tumbuh rasa cintaโ€”terutama terhadap batik sebagai warisan budaya.

Selain aktif di dunia fashion, Cheryl juga mencatat berbagai prestasi. Ia pernah menjadi nominator Inspirational Figure Radar Kediri Award 2024, meraih juara dalam berbagai lomba storytelling tingkat kota hingga nasional, serta dinobatkan sebagai Galuh Intelegensia Kota Kediri 2024. Kepemimpinannya terlihat dari perannya sebagai ketua English Club dan Amukti Pramuka, hingga dipercaya menjadi juri dalam berbagai ajang bergengsi seperti Duta Batik Indonesia dan Duta Kampus Poltekkes Kemenkes Surabaya.

Salah satu pengalaman paling berkesan baginya adalah saat terpilih sebagai peserta Youth City Changers (YCC) 2025. โ€œDari sana saya belajar bahwa remaja memiliki peran besar dalam menciptakan perubahan nyata,โ€ tuturnya.

Sumber Foto: Istimewa

Baca Juga: