Mengikuti kata hati dan mimpi terkadang tak pernah salah. Salah satu buktinya adalah Michelle Maryam. Michelle mengikuti mimpinya untuk melakukan yang dia suka, yaitu fashion. Dan Maryalle adalah buah dari mimpi dan hasratnya.

Michelle mengingat kurang lebih delapan tahun lalu kuliah di sekolah bisnis. Mungkin 100 persen bukan pilihannya, alih-alih orang tua menginginkan masa depan yang terbaik untuk putrinya.

Namun hati dan hasrat Michelle tak terbendung ingin melangkah ke dunia fashion. Maklum waktu kecil, dari SD sampai SMP Michelle suka membuat baju sendiri. Setiap kali mengenakan baju yang dibuatnya sendiri, banyak orang yang bertanya beli dimana bajunya.

Setelah lulus, Michelle mengatakan ingin mengikuti mimpinya melakukan sesuatu yang disukainya. Akhirnya dengan modalnya sendiri Michelle membuat brand Maryalle. Maryalle ini merupakan perpaduan nama dirinya, Michelle dan Maryam.

 “Saya mengambil course di New York untuk belajar dan fokus memperdalam desain, branding, advertising, dan lainnya,” tuturnya kepada KABARI.

Tahun 2014 brand Maryalle dipatenkan. Alasannya saat itu waktu yang tepat karena online fashion belum banyak seperti sekarang.

“Dan waktu itu saya juga kebetulan bertemu dengan orang-orang yang tepat jadinya brandnya ikut dikenal oleh banyak orang. Brand cepat naik karena saya punya koneksi yang tepat,” tambahnya.

Saat itu “jualan” Maryalle masih online karena  menggunakan modal sendiri dan terbatas. Namun syukur setelah tiga bulan launching, Maryalle banyak dipakai oleh selebritis tanah air seperti Dian Sastro, Pevita Pearce dan masih banyak lagi.

Sebagai sebuah brand fashion, garis rancang Maryalle memiliki keunikan. Michelle menjelaskan dirinya sebelum mendesain suatu koleksi, akan membuat moodboard.

“Bukan moodboard untuk apa koleksi yang ingin dibuat tetapi adalah wanita-wanita seperti apa yang akan mengenakan koleksi saya. Contohnya Dian Sastro, saya akan buat moodboard yang isinya Dian Sastro itu sebagai  artis, ibu, sosialita, istri, dia  juga suka olahraga, bagusnya seperti apa model fashion yang akan dikenakan olehnya,” terangnya.

Oh iya, garis desain Maryalle lebih ke arah bold, intelektual dan percaya diri. Kalau dilihat koleksi dari Maryalle adalah simetris dan cuttingnya juga tidak konvesional. Pun dengan bahan yang digunakan semuanya lokal.

”Saya sangat mengutamakan ethnical, Maryalle melihat satu baju adalah karya seni, jadi saya sangat menghargai penjahit dan pengarajin lokal,” imbuh Michelle. “Range Maryalle mulai dari harganya 800 ribu sampai 2 jutaan. Maryalle menggunakan bahan-bahan yang sustainable dan berkualitas sehingga bajunya last forever. Ready to wear semuanya.”

Perihal jenis-jenis fashionnya, Michelle mengatakan produk Maryalle bisa dikenakan untuk semua acara karena Maryalle terinspirasi dari wanita-wanita hebat, dari mereka yang berkarir disaat yang sama juga adalah ibu rumah tangga, dari fashion kantor sampai dipakai untuk dinner.

Berhubung Maryalle “besar” secara online, brand ini pun melalang buana ke luar negeri. Maryalle punya pembeli dari Eropa, Bahrain, New York, Malaysia, dan negara lainnya. Menurut Michelle cara online sangat efisien. Di New York, Maryalle pernah buka pop up store  di tahun 2019. Sebelum pandemi, Maryalle rutin buka pop up store di Malaysia kemudian di Singapura.

Maryalle di tahun 2022 ini membuka butik store untuk kali pertamanya. Store yang berada di Ashta Mall ini berdiri karena ada permintaan dari royal customer dari Maryalle.

“Buka store karena Ashta Mall berada di daerah perkantoran dan di tengah kota. Jadi menurut saya lokasinya sangat bagus, Ashta Mall adalah mal yang support lokal brand,” katanya

Nah, soal rencana ke depan, Michelle menargetkan tahun depan Maryalle minimal buka tiga store lagi dimana dua store akan berada di luar negeri termasuk di Malaysia.  

“Tahun depan rencana ikut New York Fashion Week. Semoga Maryalle bisa jauh lebih baik dibanding sebelumnya, semakin dikenal dan menjadi inspirasi bagi masyarakat,” pungkasnya.