Asisten Menteri Luar Negeri Bidang Pendidikan dan Kebudayaan Amerika Serikat Lee Satterfield dan perwakilan komunitas seni dan pendidikan Indonesia bertemu di Yogyakarta untuk merayakan dukungan Negeri Paman Sam ini terhadap upaya pelestarian warisan Indonesia.

Pertemuan ini menitikberatkan pada sebuah program warisan kuliner yang didanai AS dan menampilkan berbagai resep tradisional dan bahan-bahan lokal yang dikumpulkan oleh sebuah tim yang memimpin upaya bersejarah untuk melestarikan warisan kuliner dan tradisi makanan Indonesia yang beragam.

Program  “Pusaka Rasa Nusantara” yang dipimpin oleh Nusa Gastronomy Foundation ini didanai oleh Kedubes AS Jakarta melalui Dana Duta Besar untuk Pelestarian Budaya (Ambassador’s Fund for Cultural Preservation Program / AFCP).

Menggarisbawahi pentingnya melestarikan dan menghubungkan budaya, Asisten Menteri Satterfield mengatakan, “Hari ini kita merayakan makanan yang menjadi mesin pendorong budaya dan masyarakat selama sekian banyak generasi. Melalui Dana Duta Besar untuk Pelestarian Budaya, Amerika Serikat dan mitra-mitra lokal dapat mendokumentasikan dan berbagi tradisi kuliner ini dengan generasi masa depan Indonesia, dan juga dengan komunitas global.”

Indonesia memiliki lebih dari 1.340 suku bangsa dengan resep-resep makanan unik mereka sendiri. Banyak resep yang dilupakan karena produksi makanan secara massal dan ketergantungan pada tradisi lisan untuk mewariskan resep dari generasi ke generasi.

Melalui AFCP, Nusa Gastronomy Foundation melestarikan warisan dan praktik kuliner tradisional Indonesia dengan mendokumentasikan resep asli, sekaligus melestarikan praktik kuliner, resep, dan tradisi yang menopang identitas budaya Indonesia yang beragam. Program ini juga berupaya memberdayakan pemilik bisnis lokal perempuan dan menyoroti hubungan antara tradisi makanan lokal dan praktik pertanian berkelanjutan. Pusaka Rasa Nusantara merupakan proyek pertama dalam 20 tahun sejarah AFCP yang berfokus secara khusus pada pelestarian warisan kuliner dan tradisi makanan.

Tim Pusaka Rasa Nusantara bermitra dengan kementerian, pemerintah daerah, media nasional dan daerah, pecinta kuliner, komunitas lokal, pemengaruh, dan penggemar gastronomi. Komunitas “Penjaga Rasa” yang baru saja dibentuk oleh Pusaka Rasa Nusantara menjadi tempat bagi para penjaga resep tradisional untuk berbagi cerita dan tantangan. Hingga saat ini, penelitian Pusaka Rasa Nusantara telah membawa tim ke seluruh nusantara, termasuk ke Kabupaten Sula di Maluku Utara, Yogyakarta, dan Padang, dan akan dilanjutkan dengan lokasi-lokasi termasuk Sumba, Kalimantan, dan Belitung.

Kedutaan Besar AS dan Nusa Gastromony Foundation meluncurkan Pusaka Rasa Nusantara pada November 2021, bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Kebudayaan dan Pendidikan, sebagai bagian dari Pekan Kebudayaan Nasional.

Duta Besar AS untuk Indonesia Sung Y. Kim mengatakan, “Seiring kita membangun kembali dengan lebih baik setelah pandemi COVID-19, kita merayakan elemen-elemen penting dalam hidup kita yang menopang dan merawat kita—dan cara-cara manusia mengekspresikan identitas saat memenuhi kebutuhan dasar.”