Banyak orang menunda membeli emas karena menunggu harga turun atau momen yang dianggap paling tepat. Namun menurut Hendry Wijaya, Chief Operating Officer Sembada Gold, tidak ada waktu terbaik secara pasti untuk membeli emas.
“Naik atau turunnya harga emas itu tidak bisa kita prediksi secara akurat. Kita baru tahu harga emas naik atau turun setelah peristiwa itu terjadi,” ujar Hendry.
Hendry yang telah lama berkecimpung di industri emas ini menekankan pentingnya pendekatan yang lebih realistis dan terencana.
“Waktu terbaik membeli emas itu adalah kapan pun kita memiliki uang lebih dan siap secara finansial. Kuncinya adalah kembali ke perencanaan keuangan pribadi,” jelasnya.
Ia juga menyarankan agar masyarakat tidak membeli emas dalam jumlah besar sekaligus. “Lebih baik membeli secara berkala, misalnya setiap bulan 1 gram atau 5 gram. Ini merupakan strategi untuk membagi risiko karena kita tidak tahu pasti harga akan naik atau turun,” lanjut Hendry.
Dengan strategi pembelian bertahap, investor emas secara tidak langsung sudah menerapkan prinsip diversifikasi waktu, yang dapat membantu mengurangi potensi kerugian akibat fluktuasi harga.
“Yang penting itu konsistensi. Sedikit demi sedikit, lama-lama akan menjadi banyak dan kita pun tidak terlalu terpengaruh naik-turun harga,” pungkasnya.
Sumber Foto: Istimewa
Baca Juga:
- KAHITNA Sepanjang Empat Dekade Perjalanan Musik, Cinta, dan Kenangan
- Koperasi Kana Satukan KDKMP, UMKM, dan Masyarakat dalam Pesta Rakyat Kana
- Ratu & Putri Kebaya 2026 Dorong Generasi Muda Bangga Berkebaya dan Kenal Budaya Nusantara
- Hansaplast Gandeng Grab Melalui Program “First Aid On The Go”
- “Foufo” – Film Komedi Dengan Warna Budaya Madura Pertama di Indonesia

