Banyak orang menunda membeli emas karena menunggu harga turun atau momen yang dianggap paling tepat. Namun menurut Hendry Wijaya, Chief Operating Officer Sembada Gold, tidak ada waktu terbaik secara pasti untuk membeli emas.
“Naik atau turunnya harga emas itu tidak bisa kita prediksi secara akurat. Kita baru tahu harga emas naik atau turun setelah peristiwa itu terjadi,” ujar Hendry.
Hendry yang telah lama berkecimpung di industri emas ini menekankan pentingnya pendekatan yang lebih realistis dan terencana.
“Waktu terbaik membeli emas itu adalah kapan pun kita memiliki uang lebih dan siap secara finansial. Kuncinya adalah kembali ke perencanaan keuangan pribadi,” jelasnya.
Ia juga menyarankan agar masyarakat tidak membeli emas dalam jumlah besar sekaligus. “Lebih baik membeli secara berkala, misalnya setiap bulan 1 gram atau 5 gram. Ini merupakan strategi untuk membagi risiko karena kita tidak tahu pasti harga akan naik atau turun,” lanjut Hendry.
Dengan strategi pembelian bertahap, investor emas secara tidak langsung sudah menerapkan prinsip diversifikasi waktu, yang dapat membantu mengurangi potensi kerugian akibat fluktuasi harga.
“Yang penting itu konsistensi. Sedikit demi sedikit, lama-lama akan menjadi banyak dan kita pun tidak terlalu terpengaruh naik-turun harga,” pungkasnya.
Sumber Foto: Istimewa
Baca Juga:
- Artscience Museum Dan Oceanx Mengajak Pengunjung Menjelajahi Dunia Bawah Laut Luar Biasa Yang Jarang Terlihat Oleh Manusia
- La Maison De L’Indonésie Perkuat Diplomasi Ekonomi ASEAN Lewat Kunjungan ke Rungis Market Paris
- Akselerasi Digitalisasi UMKM Banjarmasin Lewat Program Kota Masa Depan
- Grab Luncurkan Corporate Dine Out, Urusan Jamuan Makan Kantor Kini Bebas Reimburse!
- 17 Tahun Kemudian, Slank Kembali Mengoyang Panggung Java Jazz

