Siapa tak kenal boneka barbie. Boneka mainan yang berasal dari Amerika Serikat yang sekarang memiliki penggemar jutaan di seluruh dunia.

Ya! Barbie yang telah menjadi mainan anak perempuan, di tangan designer bernama Ryan diubah menjadi boneka yang sangat “Indonesia”, lengkap menggunakan pakaian tradisional khas Jawa.

Kreasi yang dilakukan Ryan sebenarnya dilakukan dari rasa iseng. Berawal dari sering aktif di Komunitas Doll Lovers Indonesia di sosial media tahun 2010 lalu, Ryan lalu mulai koleksi boneka barbie. 

“Pertama karena bosan sama baju Barbie yang selalu kebarat-baratan jadi ingin punya baju Barbie lainnya,” tuturnya. 

Ryan kemudian mulai mengolah bahan. Dan bahan yang paling gampang dijumpai dirinya yaitu Batik karena mudah didapat dari perca penjahit-penjahit.

“Bahan ini adalah bahan yang mudah didapatkan bahkan tidak usah membayar, karena perca dari penjahit pasti dibuang jadi jika diminta pasti bisa gratis,” imbuh Ryan.

Ryan lalu mengkreasikan baju boneka dari bahan batik yang erat dengan nuansa Jawa.

“Suatu hari juga saya sengaja nonton malam final putri Indonesia. Lihat kebaya yang dipakai dan setelah diperhatikan batiknya. Saya mulai cari tahu siapa desainernya. Lihat detail kebayanya lalu dicoba buat versi mininya ke boneka,” kata Ryan.

Dan pakaian digunakan para putri Indoneia itu rancangan Anne Avantie dan sejak itu kiblat fashion Ryan adalah versi mini dari kebaya Anne Avantie.

Nah, Ryan sering memposting hasil kreasi bonekanya di sosial media. Niatnya sebenarnya hanya ingin show off ke teman-teman yang memiliki hobi yang sama. Namun gayung bersambut, banyak yang tertarik dengan boneka barbienya.

Untuk bonekanya, Ryan mendapatkan boneka barbie dari para penjual boneka di Indonesia. Dan membeli dari sesama teman kolektor yang mau jual koleksinya.

Dalam mengkreasi bonekanya, Ryan memilah antara untuk koleksi pribadi dan yang dijual. Untuk koleksi pribadi selalu buat versi mini kebaya rancangan Anne Avantie tetapi buat custom tergantung dari customer. Terkadang customer pesan dengan bawa desain sendiri atau mereka mencari ide dari desainer lain kemudian Ryan yang buatkan.

Ryan mengatakan ada dua jenis customer.  Customer ke-1 dari dollovers yang sudah punya doll-nya jadi paling membeli baju saja dengan harga baju mulai 100 ribu. Semakin rumit atau banyak payetnya harga semakin naik.

Sedangkan customer ke-2 dari orang luar dollovers, biasanya customer ini order sepasang pengantin dengan baju dan dandanan sama seperti waktu mereka menikah. 

“Jadi buat miniatur mereka waktu menikah gitu, sepasangnya bisa 2,5-3 Juta tergantung dari kerumitan,” kata Ryan yang menambahkan usaha isengnya ini tidak banyak terdampak oleh pandemi.

Harapan Ryan kedepannya ingin baju-baju boneka yang bernuansa Indonesia lebih mendunia lagi supaya semakin dikenal sama seperti image Barbie yang kebarat-baratan.