Di balik meriahnya gelaran Living Heritage: Culture Motion yang digelar untuk memperingati Hari Tenun Nusantara, terdapat sosok penting yang menjadi motor penggerak pelestarian wastra Indonesia, yakni PT Bumi Wastra Nusantara (BWN). Perusahaan ini tidak hanya hadir sebagai pelaku industri mode, melainkan juga sebagai cultural movement yang memperjuangkan agar kain tradisional Indonesia terus hidup, bertransformasi, dan mendunia.
Didirikan oleh Jumarni Fare, S.S, M.M, seorang desainer dan pegiat budaya, BWN lahir dari rasa cinta yang mendalam terhadap kain tenun dan batik. Jumarni melihat bahwa di era globalisasi, banyak generasi muda yang mulai kehilangan kedekatan dengan warisan budaya ini. Dari keprihatinan itu, ia mendirikan PT Bumi Wastra Nusantara dengan misi melestarikan, mengembangkan, sekaligus mempopulerkan tenun dan batik sebagai simbol identitas bangsa.
Visi dan Misi: Dari Tradisi Menuju Inovasi
BWN mengusung visi besar menjadikan kain tradisional Indonesia setara dengan produk fashion internasional. Visi ini dijalankan dengan misi yang terarah, yaitu:
- Melestarikan teknik tradisional pengrajin agar tidak hilang ditelan zaman.
- Mendorong inovasi desain yang membuat tenun relevan dengan tren modern.
- Memberdayakan komunitas pengrajin melalui pendampingan, pelatihan, dan akses pasar yang lebih luas.
- Menghubungkan budaya dengan generasi muda, salah satunya melalui dukungan kepada La Varesh Talent Academy.
“Tenun dan batik adalah cerita panjang bangsa ini. Kami di BWN berkomitmen menjadikan setiap helai kain bukan hanya busana, tapi juga narasi tentang siapa kita,” tutur Jumarni Fare, Direktur PT Bumi Wastra Nusantara.
Kolaborasi dengan La Varesh Talent Academy
Salah satu langkah nyata BWN adalah dengan mendirikan La Varesh Talent Academy, sebuah lembaga kursus resmi (LKP) yang menjadi pusat pengembangan model, desainer muda, fotografer, penari, hingga musisi. Akademi ini didirikan untuk membekali generasi muda dengan keterampilan profesional sekaligus pemahaman budaya, sehingga mereka tidak hanya tampil percaya diri di atas panggung, tetapi juga mampu mengapresiasi filosofi kain tradisional yang mereka kenakan.
La Varesh menghadirkan program pelatihan komprehensif, mulai dari Basic Program bersama Tony, Intermediate Program bersama Yuwjin, hingga Pro Advance Program bersama Maria. Tidak hanya itu, ada pula program khusus seperti Fashion & Art (Jumarni Fare & Neisha), Illustration Program (Michelle), Photography (Fahrizal), Music (Andang), dan Dance (Reboo Guluda). Kehadiran mentor-mentor profesional ini membuat La Varesh bukan hanya sekolah model, melainkan juga creative hub yang menyatukan berbagai cabang seni.
Menurut perwakilan La Varesh Talent Academy, dukungan BWN menjadi fondasi penting bagi perjalanan mereka:
“Bumi Wastra Nusantara memberikan kami ruang untuk terus menggabungkan fashion dengan budaya. Melalui La Varesh, kami tidak hanya mencetak model profesional, tetapi juga generasi muda yang sadar budaya dan mampu membawa wastra ke panggung internasional.”
Jejak Langkah dan Kolaborasi
BWN telah menorehkan berbagai pencapaian. Selain mendukung Living Heritage: Culture Motion, perusahaan ini juga pernah menjadi motor acara Sparkling Ramadhan 2025 di Gajah Mada Plaza yang menyatukan musik, fashion, dan seni budaya dalam satu panggung. Kolaborasi pun terus diperluas, termasuk dengan brand fashion dan lifestyle seperti Embryolis, Pinkberry, dan Marvesbaby.
Langkah kolaboratif ini bukan hanya membuka peluang pasar, tetapi juga menciptakan ekosistem kreatif yang melibatkan banyak pihak — mulai dari pengrajin lokal, desainer, hingga generasi muda yang ingin berkarya di dunia fashion dan seni.
Masa Depan: Wastra sebagai Living Heritage
Ke depan, PT Bumi Wastra Nusantara menargetkan untuk memperluas eksplorasi kain tradisional dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari NTT, Sumatra, Kalimantan, hingga Sulawesi. Dengan strategi pengembangan yang adaptif dan jejaring global yang terus diperluas, BWN optimis wastra Indonesia dapat bersaing dan dikenal luas di panggung internasional.
“Living heritage bukan sekadar tema acara, tetapi filosofi kami di BWN. Budaya harus hidup, berkembang, dan relevan dengan zaman. Melalui dukungan semua pihak, kami ingin menjadikan wastra sebagai simbol kebanggaan bangsa yang tak lekang oleh waktu,” tutup Jumarni Fare.
Sumber Foto: Istimewa
Baca Juga:
- 80% Masyarakat Indonesia Merasakan Tekanan Biaya Hidup
- Vero dan BurdaLuxury Ungkap Bagaimana Fine Dining Mewah di Asia Tenggara Membentuk Gaya Hidup melalui Studi Terbaru
- Kelainan Saluran Kemih Anak Bisa Dideteksi Sejak Dalam Kandungan
- 5 Cara Tingkatkan Keamanan Siber di Era Digital
- Lugia Rilis Single Baru, Memberi Cinta

