Profesi yang satu ini dulu masih asing terdengar oleh masyarakat Indonesia. Ya, profesi Animal Communicator atau  orang yang memiliki kemampuan untuk berbicara atau berkomunikasi dengan hewan. Namun seiring waktu, profesi ini semakin booming  dan banyak masyarakat yang menggunakan jasa Animal Communicator untuk tujuan tertentu.

 KABARI belum lama ini berbincang dengan salah satu animal communicator Indonesia, Ingkan Paramita untuk melihat lebih dekat profesi ini.  Berikut petikan wawancaranya.

Bicara dengan hewan? Apakah mungkin?

Sangat mungkin

Lantas bagaimana caranya manusia bisa terkoneksi dengan hewan?

Sebenarnya ini adalah ilmu berkomunikasi yang sudah sangat lama ada. Suku-suku pedalaman kuno memiliki kedekatan dengan alam sehingga mereka tahu cara berkomunikasi dengan hewan, tumbuhan, bahkan angin dan gunung. Sampai sekarang beberapa suku di pedalaman pun masih menggunakannya. Mereka menggunakan intuisi atau insting alami untuk bisa berkomunikasi dengan alam di sekitarnya. Studi ilmiah tengang komunikasi non verbal ini juga sudah ada, yaitu tentang penggunaan otak kanan dan gelombang otak.

Melalui perantara apa manusia dapat berkomunikasi dengan hewan?

Tidak ada perantara apapun dalam komunikasi non-verbal ini. Semua dilakukan secara intuisi. Contoh gampangnya adalah insting ibu dengan anaknya. Seorang ibu bisa tahu keadaan anaknya secara insting walaupun tanpa alat komunikasi apapun.

Dan bagaimana manusia itu dapat mengerti isyarat dari hewan?

Informasi yang disampaikan oleh hewan / tumbuhan datang dalam berbagai macam bentuk. Bisa berupa gambar, suara, rasa di mulut, sensasi tubuh, aroma, emosi, dan banyak lagi. Setelah informasi itu masuk, maka manusia bisa menerjemahkannya melalui verbal atau pun kata-kata tertulis.

Yang dimaksud dengan animal  communicator?

Animal communicator adalah seseorang yang dapat membantu menyampaikan informasi dari hewan / tumbuhan kepada manusia lain. Mereka memiliki kemampuan untuk menerima informasi dan berkomunikasi secara “intuitive” dengan hewan dan tumbuhan, sehingga bisa membantu manusia untuk mengerti tentang mereka dengan lebih baik melalui “kaca mata” mereka.

Lantas bagaimana anda mempelajarinya?

Semua manusia sebenarnya terlahir dengan kemampuan ini. Intuitive communication merupakan cara pertama manusia berkomunikasi (bahkan sejak dari dalam kandungan seorang bayi udah berkomunikasi secara non-verbal denhan ibunya). Semakin dewasa, kemampuan ini semakin terlupakan karena manusia lebih mengandalkan berkomunikasi lewat bahasa verbal.  Tapi kemampuan ini masih bisa dipelajari lagi karena sebenarnya memang sudah ada di setiap diri kita

Bagaimana perjalanan anda menjadi animal  communicator?

Awalnya saya sedang mempelajari tentang meditasi, ternyata salah satu pelajarannya ada tentang menyembuhkan hewan. Saya coba ke kucing saya yang saat itu sedang sakit dan ternyata terlihat hasil yang sangat bagus. Dari situ saya mulai mencari tahu tentang intuitive animal healing dan intuitive animal communication. Dulu belum banyak dari Indonesia yang membahas atau membuka kelas tentang animal communication ini, jadi saya berguru dengan beberapa animal communicator dari luar negeri.

Dan pelan-pelan saya mulai membantu teman yang memiliki masalah dengan hewan peliharaannya, sampai akhirnya sekarang saya fokuskan hidup untuk membantu hewan-hewan ini menyampaikan pesannya ke manusia

Adakah pengalaman yang unik selama anda berkomunikasi dengan hewan?

Contohnya : pohon rambutan menasehati saya untuk tidak kesal dengan kelelawar yang mengambil buah rambutan yang saya mau ambil, karena di alam ini kita harus saling berbagi, bukan cuma untuk manusia saja.  Atau, tikus yang berterima kasih pada saya karena saya menyediakan makan untuk mereka di halaman rumah supaya mereka tidak perlu susah membongkar tong sampah di dalam rumah, bukannya membunuh mereka dengan racun / lem seperti yang biasa kita lakukan

Hewan ini termasuk hewan apa saja? Apakah bisa semua hewan?

Semua hewan dari yang terkecil sampai yang terbesar

Sejauh ini berdasarkan pengalaman seberapa banyak orang yang menggunakan jasa ancom?

Sangat banyak. Semenjak pandemi, banyak sekali orang yang jadi memelihara hewan di rumah karena untuk menjadi teman di rumah. Dan tidak jarang masalah yang mereka hadapi tentang anabul mereka bukan cuma sekedar masalah behaviour tetapi juga masalah psikologis seperti trauma – yang akan sangat sulit diketahui tanpa melalui sesi komunikasi non-verbal dengan seorang animal communicator.

Dan rata-ratanya untuk keperluan apa?

Macam-macam, mulai dari tingkah laku yang tidak biasa, ketidaksukaan terhadap satu jenis makanan, trauma dari masa lalu, sakit yang belum terdeteksi, dan lainnya. Yang tersulit sebenarnya bukan tentang berkomunikasi dengan hewannya. Tapi bagaimana menyampaikan pesan dari hewan sampai bisa diterima oleh manusia.

Untuk beberapa kasus, bisa saja hewan tidak mau bicara kalau mereka rasa informasi yang disampaikan tidak membawa damai / memperburuk situasi. Dan memberi pengertian kepada manusia tentang informasi ini juga bagian dari tugas seorang animal communicator.