Tari Made bersama Sakamade Boutique kembali memamerkan koleksi unggulannya di ajang fashion show New York Indonesia Fashion Week 2022 atau NYIFW di AS. 

Sebelumnya, Tari berkiprah di ajang sama yang dihelat Februari lalu. Kali ini, desainer asal Yogyakarta ini menjadi  salah satu dari sepuluh desainer Indonesia yang ikut bergabung dalam kemeriahan acara yang digelar pada 11 September (waktu Amerika Serikat) atau 12 September (waktu Indonesia) lalu.

“Perasaan setelah hampir 3 kali mengikuti di event yang sama tentu saya senang sekali pastinya, dapat bertemu kembali dengan costumer inti (pelanggan di luar negeri) maupun costumer corporate,” kata Tari kepada KABARI.

Pada NYIFW September ini, Tari mengangkat tema koleksi yang berbeda. Di koleksinya, Tari mencoba melihat kehidupan yang sangat beragam dari sudut aspek yang menginspirasi dan mengambil tema The Soul of Black n White Batik.

“Bahwa warna hitam putih adalah warna penyeimbang kehidupan alam dan budaya yg mengartikan keselarasan dalam kehidupan manusia dalam menjaga keseimbangan agar hidupnya damai harmoni terutama menjaga keseimbangan dengan alam,” tuturnya.

Sakamade Boutique tetap konsisten membawa Batik ke mancanegara. Konsistensinya itu terlihat dari audience atau para buyer lamanya yang tetap hadir dan antusias penasaran ingin tahu koleksi apalagi yang akan Tari tampilkan.

12 outfit yang dibuat Tari di event ini sifatnya ready to wear tetapi ditampilkan dengan gaya busana dunia style Edgy ( kesan garang/ tajam, style fashion faux pas ( melenceng/ tidak sesuai dengan trend mode saat ini), style avant garde ( kreatif unik dan eksperimental /inovatif ). 

“Outfit no. 1 sengaja dibuat sebagai pembuka dengan style haute couture (dibuat khusus untuk level tinggi sesuai pemesan ) dengan sentuhan Prada di batik yang menjuntai sampai ke lantai meski batik didesign full motif di bagian bawah. Start no. 2 – 12 mulai di stylish seperti tersebut diatas,” imbuh Tari.

Tari merasa event ini bukan sekedar pargelaran fashion saja. NYIFW menjadi ajang menambah pengetahuan dan pertemanan  antara para desainer dari berbagai daerah yang membawa wastra andalan daerahnya masing-masing. Audience yang hadir jadi lebih banyak mengenal Indonesia yang kaya akan wastra nusantara.

“Itulah kebanggaan kami bisa membawa audience hanyut menikmati sekaligus ingin memiliki dan terbukti banyak yang sold out koleksinya, ” tuturnya.

Tari pun semakin ingin hadir dengan koleksi batiknyacdi event mancanegara lainnya. Alih-alih sembari mencari buyer baru, Tari akan terus konsisten memperkenalkan Batik sebagai kekayaan budaya  Indonesia khususnya wastra nusantara.