Tidak pernah terpikir bagi Chelliszya Christabelle Halim perjalanan hidupnya akan membawanya menjadi sosok  yang mencintai panggung pageant. Awalnya, ia hanyalah pribadi yang sepenuhnya fokus pada dunia akademik.

Langkah kecil mengikuti holiday program selama satu minggu demi mencoba hal baru justru mengubah arah hidupnya. Dari pengalaman itu, Chellis  sapaan akrabnya  mulai mengenal dunia modeling dan menemukan tampil di atas runway bukan hanya soal estetika, tetapi juga tentang kepercayaan diri, pembawaan diri, hingga cara berpenampilan dalam kehidupan sehari-hari.

“Minat saya pada modeling muncul secara tidak terduga, sesuatu yang benar-benar unexpected,” tuturnya. Sejak SMP kelas 1, ia mulai menekuni kelas modeling dan perlahan menyadari dunia pageant menyimpan ruang pembelajaran yang luas.

Bagi Chellis, pageant bukan sekadar tentang mahkota atau gaun megah. Ia menilai ajang tersebut sebagai ruang pembentukan karakter yang menyeluruh.

“Di dunia pageant dikenal dengan tiga ‘B’: beauty, brain, dan behavior. Jadi bukan hanya soal kecantikan, tetapi bagaimana membentuk karakter yang lebih kuat, cerdas, dan berperilaku baik,” katanya.

Melalui proses panjang dan berbagai kompetisi, Chellis berhasil mencatatkan prestasi. Ia terpilih sebagai Winner Ratu Kebaya 2024, meraih predikat Best Catwalk, serta menyandang gelar Puteri Remaja Jakarta 2024 Best Catwalk. Namun yang paling berkesan baginya adalah gelar Ratu Putri Kebaya 2024–2025, karena ajang tersebut mengangkat identitas budaya yang sangat melekat pada dirinya.

Prestasi Akademik dan Cinta pada Matematika

Meski menggeluti dunia pageant, Chellis tak pernah meninggalkan dunia akademik yang menjadi akar pembentuk dirinya. Bahkan ia mengoleksi sederet prestasi di bidang ini.

Ia pernah meraih medali emas Olimpiade Matematika pada 2023 dan 2025, bronze di American Math Olympiad 2023, gold di Singapore Math Challenge 2025, Honorable Mention pada Model United Nations 2025, hingga juara dua Kiwi Challenge 2024, sebuah kompetisi business plan yang diadakan oleh pemerintah Selandia Baru.

Menariknya, kecintaannya pada matematika tidak muncul sejak awal.

“Dulu pas aku kecil sebenarnya aku tidak begitu suka matematika. Tetapi setelah saya bertumbuh, saya belajar ternyata banyak sekali hal membutuhkan matematika,” ujarnya.

Ia melihat matematika sebagai pondasi yang menunjang berbagai profesi dari kedokteran hingga dunia kuliner terutama dalam pengambilan keputusan finansial.

“Belajar hal baru dan mengimplementasikannya dalam kehidupan nyata, itu menurut saya sangat fun,” katanya semangat.

Chellis percaya pengalaman akademik dan non-akademik saling melengkapi.

“Saya dulu dikenal sangat fokus di akademik. Tapi seiring waktu, saya menemukan aktivitas di luar akademik membuka banyak kesempatan baru,” ujarnya.

Saat ini ia bersekolah di Beacon Academy  dan memiliki cita-cita untuk berkontribusi terhadap peningkatan literasi keuangan anak muda Indonesia.

“Masih banyak generasi muda yang belum memahami cara mengatur keuangan. Saya ingin mendorong mereka menjadi financially literate dan mandiri secara finansial,” jelasnya.

Ia juga berencana melanjutkan studi di luar negeri, dengan pilihan jurusan finansial di Inggris atau Australia.“Kampus impian saya antara lain London School of Economics,” ungkapnya.

Organisasi Ratu Putri Kebaya

Belum lama ini, Chelliszya Christabelle Halim diamanahkan menjadi ketua organisasi Ratu Putri Kebaya dalam acara Funtastic Christmas Fashion Show oleh Anggalang by Omar di Tangcity Mall.

Ia memberikan apresiasi besar untuk Omar yang konsisten membuka ruang bagi anak muda dan individu berkebutuhan khusus untuk berkembang di bidang fashion dan kegiatan berbasis talenta.

“Omar membimbing bukan hanya anak muda seperti saya, tapi juga anak-anak istimewa. Mereka diberi kesempatan untuk menunjukkan potensi dan talentanya,” ucapnya.

Kesempatan tampil di berbagai kegiatan, mulai dari fashion show di gedung DPR hingga acara Women Empowerment bersama IWAPI, memberinya pengalaman penting untuk semakin percaya diri dan peduli pada pemberdayaan masyarakat.

Pesan untuk Anak Muda: Berani Mulai

Membawa banyak pengalaman sekaligus semangat positif, Chellis memiliki pesan sederhana namun kuat untuk generasi muda: jangan takut mencoba.

“Menjadi diri sendiri dan berani mencoba hal baru adalah kunci untuk berkembang. Hal yang awalnya terasa asing bisa saja justru cocok dengan kemampuan kita,” katanya.

Ada satu kutipan berbahasa Inggris yang ia pegang teguh: “You don’t have to be great to start, but you have to start to be great.”

“Kritik dari orang lain bisa jadi bahan refleksi, tapi jangan biarkan hinaan mematikan semangat. Ambil hanya masukan yang memberi nilai, dan jadikan pijakan untuk maju,” tutupnya.

Sumber Foto: istimewa

Baca Juga: