Fashion bisa dibilang dunia yang menarik bagi Dokter Rosaline Irene Rumaseuw. Dunia fashion seakan  tidak pernah mati seraya tumbuh dan berkembang seiring waktu dan zaman.  Dokter Rosaline mengenal fashion semenjak dirinya masih kecil.

Semasa kecil Dokter Rosaline selalu tertarik dengan dunia modeling. Ketertarikannya tidak pupus sampai dirinya bersekolah. Bahkan sampai mahasiswa dan menjadi seorang dokter, fashion terus melekat dari dirinya. Setiap kali ada event pargelaran busana dalam rentang waktu tersebut, Dokter Rosaline selalu menyempatkan diri merancang dan  membuat busananya sendiri.

Semua yang berawal dari hobinya ini perlahan membuat Dokter Rosaline ingin menyampaikan sesuatu dalam karya busananya, yaitu Papua.

“Bicara sesuatu tentang Papua lebih elegan jika kita menampilkannya melalui busana,” katanya. Diplomasi yang paling baik adalah melalui cara ini, fashion. Dokter Rosaline merasa dirinya tidak bisa tinggal diam mengenalkan keberagaman Indonesia melalui Papua, tempat yang begitu dicintainya.

“Saya ikut pargelaran busana di AS  melalui brand dr.RR supaya orang luar negeri menjadi semakin mengenal papua. Saya sangat antusias sekali,” tuturnya.

Memberanikan datang ke AS beberapa waktu lalu, dirinya mencoba memberikan nuansa baru dan motivasi bahwa di Papua banyak orang suka dengan desain tetapi belum mendapatkan jalan seperti dirinya. Dokter Rosaline memotivasi, “Berusahalah dulu dengan sendirinya pasti akan jalan. Bendahara saya adalah Tuhan, Tuhan akan memberikan jalan.”

NYIFW 2022

11 Februari 2022 lalu, Dokter Rosaline ikut dalam Gelaran New York Indonesia Fashion Week (NYIFW) 2022 yang diadakan di 48th Wall Street Events, New York, NY 10005,. Di bawah naungan International Fashion and Art Week, acara yang diprakarsai oleh Vanny Tousignant berhasil membuat dunia tercengang. Dokter Rosaline bersama beberapa desainer Indonesia lainnya menampilkan karya dari berbagai daerah di Indonesia yang membuat para penggemar fashion dunia terpukau.

Di fashion NYIFW ini, Dokter Rosaline mengusung fashion Motif Patung Karwar dan Motif piring resa – resa, Gong Putri Mambruk. Dokter Rosaline menjelaskan Patung Karwar adalah salah satu dari aspek budaya orang Biak.  Dalam bahasa Biak, karwar berasal dari kata Arwah atau Roh atau Rur, sedangkan patung disebut dengan amfyanir atau karwar. Karwar memiliki arti penting sebagai simbol penghormatan terhadap leluhur atau kerabat mereka yang telah meninggal. Bagi orang Biak patung karwar diyakini dapat membawa berkah khususnya bagi keluarga.

Sementara arti dari motif busana piring resa – resa merupakan barang penting yang perlu dijaga dan diwariskan turun temurun di Pulau Biak, Papua. Dimana pada masa lalu, orang Biak dianggap mempunyai prestise, otoritas dan kekuasaan jika mempunyai banyak keramik. Mereka akan mendapat pengakuan, ketenaran dan pengaruh dari keluarga kerabatnya. Piring itu juga sebagai alat mas kawin, penghargaan yang sangat penting bagi wanita dimana saat menikah akan ada piring itu sebagai mas kawin.

“Kalau untuk perorangan, piring itu diberikan sebagai sebuah penghormatan dan penghargaan, kami sudah menerima sebagai tamu,” katanya.

Dokter Rosaline mengagumi sosok desainer, produser, dan founder dari New York Indonesia Fashion Week (NYIFW), Vanny Tousignant. Menurutnya, Vanny adalah sosok yang luar biasa yang bisa menyelenggarakan event seperti ini dan berusaha memperkenalkan busana Indonesia di New York.

“Tidak hanya mengenalkan saja, bahkan setelah selesai fashion show, karya kita dapat dijual karena disana ada galerinya. Dan itu sangat membantu para desainernya dan merupakan hal yang baik dan benar.  Walaupun sudah lama tinggal di AS, beliau tidak pernah lupa budaya dan nilai-nilai Indonesia,” tutur Dokter Rosaline.

Meramaikan Indonesia Fashion Week 2022

Setelah mengikuti NYIFW 2021, Brand dr.RR mengikuti ajang Indonesia Fashion Week 2022 pada bulan April lalu.  Dokter Rosaline baru pertama kali ikut di Indonesia Fashion Week. Dirinya merasa bersyukur dapat mengikuti event Indonesia Fashion Week 2022 ini.

Menurut dr Rosaline pameran ini merupakan suatu anugerah bagi dirinya. “Saya perancang busana dari Papua. Saya datang memunculkan busana bermotif khas Papua seperti busana piring resa – resa. Berhubung saat ini bulan Ramadan, jadi busana ini dapat dipadupadankan dengan busana muslim.”

Indonesia sangat kaya, tegas dr Rosaline. “Saya memberanikan diri dengan membuat semua ini. Itu semua dari saya yang memback up adalah Tuhan, keluarga dan anak. Anak saya yang menggambar. Jadi isi otak, saya tumpahkan menggambar lalu saya minta suami untuk melengkapi arti filosofinya karena Papua sedikit peka kalau kita mengangkat sesuatu jika kita tidak tahu filosofinya. Kita harus tahu histori dan ceritanya dibalik simbolisasi motif dari baju yang dikenakan.”

Kedepannya dr Rosaline akan konsisten melalui Brand dr RR memunculkan motif Papua dalam karya busananya sebagai pengingat bahwa budaya Papua termasuk budaya Indonesia yang harus dilestarikan dan dijaga.