Giorgio Armani, desainer ikonik asal Italia meninggal pada usia 91 tahun
Rumah mode Armani mengonfirmasi sang maestro meninggal pada Kamis di rumahnya, “dengan tenang, dikelilingi oleh orang-orang tercinta.”
Dalam pernyataannya, “Tak kenal lelah hingga akhir hayat, ia bekerja sampai hari-hari terakhirnya, mendedikasikan diri pada perusahaan, koleksi, serta berbagai proyek yang sedang berjalan maupun masa depan.”
Armani, salah satu nama paling dikenal di industri mode dunia, absen untuk pertama kalinya dari Milan Fashion Week pada Juni 2025 karena pemulihan dari kondisi kesehatan yang tidak diungkapkan. Padahal, ia tengah menyiapkan perayaan besar 50 tahun rumah mode Giorgio Armani pada ajang Milan Fashion Week bulan ini.
Jenazah Armani akan disemayamkan di Armani Theater, tempat ia kerap meluncurkan koleksi busana siap pakai, pada Sabtu dan Minggu untuk penghormatan publik. Sementara itu, pemakaman akan dilangsungkan secara tertutup.
Ucapan duka datang dari para pemimpin politik dan sesama desainer mode Milan.
Donatella Versace menyebut, “Dunia kehilangan seorang raksasa hari ini. Ia mencetak sejarah dan akan selalu dikenang.”
Aktris Julia Roberts, yang pernah mengenakan setelan oversized Armani di Golden Globes 1990, menulis, “Seorang sahabat sejati. Sebuah legenda,” disertai emoji hati patah.
Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni mengenang Armani sebagai simbol terbaik Italia berkat “elegansi, kesederhanaan, dan kreativitasnya.”
Armani memulai perjalanannya dengan jaket tanpa lapisan, celana sederhana, serta palet warna urban pada akhir 1970-an. Gaya kasual namun berkelas ini menempatkan busana siap pakai Italia di peta mode internasional.
Dari ruang eksekutif hingga layar lebar Hollywood, Armani mendandani kalangan kaya dan terkenal dengan setelan klasik, kain lembut, dan warna lembut. Gaun malamnya yang berkilau sering mencuri perhatian di karpet merah musim penghargaan.
Hingga akhir hayatnya, Armani membangun kerajaan bisnis bernilai lebih dari 10 miliar dolar AS, meliputi busana, aksesori, furnitur, parfum, kosmetik, buku, bunga, hingga cokelat. Forbes mencatatnya sebagai salah satu dari 200 miliarder dunia. Ia juga memiliki klub, restoran, bar, dua hotel mewah (di Dubai dan Milan), bahkan tim basket Olimpia Milano.
Lahir pada 11 Juli 1934 di Piacenza, Italia, Armani awalnya bercita-cita menjadi dokter. Namun pekerjaan paruh waktu sebagai penata etalase di sebuah pusat perbelanjaan di Milan membawanya ke dunia mode. Bersama Sergio Galeotti, ia mendirikan label Giorgio Armani pada 1975 dengan modal hasil menjual mobil Volkswagen.
Ikon gaya Armani meliputi jaket tanpa lapisan, kaus sederhana yang ia sebut sebagai “awal dan akhir alfabet mode,” serta setelan jas yang kemudian menjadi simbol kekuasaan, termasuk “power suit” wanita di era 1980-an.
Nama Armani makin mendunia lewat film American Gigolo (1980), yang menampilkan Richard Gere dalam balutan rancangannya. Armani kemudian mengisi kostum lebih dari 200 film dan menjadi langganan selebritas papan atas, dari George Clooney, Sophia Loren, Brad Pitt, hingga Beckham.
Selain mendirikan museum Armani Silos di Milan dan arsip digital mode, Armani juga aktif dalam kegiatan amal, termasuk dukungan terhadap pengungsi dan perjuangan melawan AIDS.
Ia tak pernah menikah dan tidak memiliki anak. Namun ia dekat dengan keponakannya, Roberta, yang menjadi kepala hubungan publik sekaligus penghubung dengan dunia selebritas.
Armani juga meninggalkan saudari perempuannya Rosanna, keponakan Andrea Camerana, serta keponakan Silvana dan Roberta, putri dari mendiang saudaranya Sergio.
Hingga akhir hayat, Giorgio Armani tetap menjadi fondasi dari gaya yang ia ciptakan sendiri: elegan, sederhana, sekaligus abadi.
Sumber Foto: Instagram Giorgio Armani
Baca Juga:
- Mahasiswi UIC College Rilis Lima Lagu dan Garap Soundtrack Film di Tengah Kesibukan Kuliah
- DWP2026 Kembali ke Tempatnya Semula
- Teh Dingin atau Teh Panas, Mana yang Lebih Sehat? Ini Kata Ahli Gizi
- 80% Masyarakat Indonesia Merasakan Tekanan Biaya Hidup
- Vero dan BurdaLuxury Ungkap Bagaimana Fine Dining Mewah di Asia Tenggara Membentuk Gaya Hidup melalui Studi Terbaru

