Danantara Indonesia bersama Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) memberikan bantuan dana sebesar Rp72 miliar. Bantuan dana yang dikumpulkan lewat Keluarga Besar BUMN ini diberikan sebagai bentuk sokongan untuk pemulihan pascabencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani menyampaikan bahwa aksi ini menunjukan bahwa budaya gotong royong sektor publik dan masyarakat masih kuat. “Ini adalah kerja bersama Keluarga Besar BUMN yang turut diperkuat solidaritas publik. Tugas kami adalah memastikan seluruh dukungan yang dikumpulkan masyarakat dan BUMN terdistribusi secara akuntabel dan tepat sasaran,” katanya.
Rosan menjelaskan, dari Rp72 miliar, dana sebesar Rp13 miliar merupakan donasi yang disalurkan Keluarga Besar BUMN melalui konser amal “100 Musisi Heal Sumatra” yang digelar pada Minggu (7/12/). Konser tersebut merupakan bagian dari kontribusi BUMN untuk percepatan pemulihan Sumatra, dan nilai yang terkumpul mencerminkan akumulasi kontribusi BUMN bagi tiga provinsi terdampak serta dukungan lain yang dihimpun dari berbagai inisiatif solidaritas publik.
Semua bantuan, kata Rosan, disalurkan dalam bentuk logistik darurat, makanan siap konsumsi, perlengkapan kebersihan, obat-obatan, dukungan tenaga kesehatan, selimut dan kebutuhan shelter, air bersih, serta dukungan pemulihan jangka menengah seperti perbaikan fasilitas publik. “Seluruh penyaluran dilakukan oleh BUMN terkait melalui koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi lapangan,” ujarnya.
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia Dony Oskaria turut menjelaskan bahwa seluruh BUMN memiliki kewajiban moral untuk hadir dalam situasi bencana. Ia mengatakan, BUMN itu adalah milik rakyat, dan karena itu kita wajib hadir di tengah masyarakat ketika bencana terjadi.
“Kami meminta seluruh BUMN untuk memberikan dukungan semaksimal mungkin, sesuai kompetensinya masing-masing, dan melaporkan perkembangan bantuan secara berkala,” ujarnya.
Dony menambahkan, peran BP BUMN dan Danantara Indonesia ini adalah bentuk konsolidasi laporan serta memastikan koordinasi antar-BUMN berjalan rapi dan terukur. “Tugas kami adalah memastikan seluruh bantuan dari Keluarga Besar BUMN tersalurkan secara cepat, terkoordinasi, dan benar-benar dirasakan oleh warga terdampak,” ujar Dony.
Pemulihan Jaringan Kelistrikan
Gelombang banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat menyebabkan gangguan besar pada jaringan distribusi listrik, memutus akses energi bagi rumah sakit, posko pengungsian, dan pusat layanan publik. Dalam situasi ini, PLN menjadi garda terdepan dengan memulihkan jaringan utama sekaligus mengerahkan suplai kelistrikan darurat.
Di Aceh Tamiang, PLN memastikan tersedianya suplai listrik RSUD Muda Sedia dan posko pengungsian melalui pengiriman genset 66.000 watt dari Langsa, sementara Tamiang Sport Center berhasil menyala untuk mendukung proses evakuasi, logistik, dan pendataan warga. PLN juga mengoperasikan genset 33.000 watt bagi PDAM untuk memulihkan layanan air bersih, serta menyiapkan genset 100.000 watt dari Banda Aceh untuk menjaga layanan publik dan pemerintahan tetap berjalan.
Sumber Foto: Istimewa
Baca Juga:
- Kolaborasi IPSPI-ICE Institute Percepat Sertifikasi Kompetensi Profesi
- Semakin Banyak Orang Tua di Indonesia Mengenalkan Bahasa Asing Sejak Dini, Apa Dampaknya bagi Perkembangan Anak?
- Isi Liburan Sekolah Anak dengan Pengalaman Baru
- Masih Sering Lakukan Ini Saat Online? Waspada, Risiko Kejahatan Siber Mengintai
- One B JKT Festival 2026 Angkat Budaya Betawi Lewat Seni, Kuliner dan Runway

