Jika seorang penyanyi, julukan diva patut disematkan olehnya. Ya! Desainer Diana Muljono Putri adalah mahabintang yang telah dikenal luas dan berhasil dalam bidangnya. Namanya mengharu biru. Karyanya melalang buana, tidak hanya di negeri sendiri melainkan sampai luar negeri termasuk ke Amerika Serikat.

Sederet penghargaan bergengsi diraihnya. Sebut saja, Diana pernah dinobatkan sebagai Best Designer di Couture Fashion Week New York Spring/Summer 2016. Penghargaan ini absen selama 10 tahun dan Diana menjadi wanita asia pertama yang memenangkan penghargaan.

Kemenangan Diana yang bersaing dengan 50 negara lainnya berbuah manis. Ia berhasil dilirik dan mendesain couture pieces untuk banyak bintang tenar Hollywood, mulai dari Lady Gaga, Ariana Grande, Janet Jackson, Paris Hilton, Camila Cabello, Nicki Minaj, Carrie Underwood, Kesha, Meghan Trainor, Jeannie Mai saat mewawancara Michelle Obama, Erika Costell diajang Victoria’s Secret Fashion Show, dan masih banyak lagi.

Selain itu, Diana juga pernah menerima kehormatan untuk mendandani Puteri Kerajaan asal Georgia yaitu Princess Kristine de Bagration Mukhrani. Dan jika Anda sering melihat acara Liga Dangdut di stasiun televisi Indosiar, Diana merupakan Fashion Guru untuk LIDA dan Fashion Master untuk Pop Academy (Indosiar).

Cinta fashion dan langganan selebritis

Semua prestasi ini tercapai lewat proses yang panjang. Tidak instan! tetapi melalui kerja keras, konsistensi, dan dedikasi tanpa henti. “Jadilah tak kenal takut, jadilah elegan, jadilah dinamis tapi hal pertama yang pertama, jujurlah pada diri sendiri. Jangan mencoba meniru, ekspresikan diri sendiri!,” kata Diana.

Dirangkum dari berbagai sumber, Diana memutuskan menjadi desainer karena mencintai fashion. Dulu dirinya kerap menemukan baju yang tidak sesuai selera. Akhirnya, dia membuat baju sendiri. Diana suka menggunakan baju yang keren dan up to date. “Saya pemilih sekali soal baju,” tutur Diana yang mempelajari ilmu desain dan fashion secara otodidak.

Ia kemudian membangun produksi rumah mode di Surabaya dengan nama Diana Couture. Menawarkan door-to-door karena belum ada showroom. Fitting harus ke rumah klien. “Biasanya mereka juga kumpul di satu tempat untuk fitting. Jadi saya tidak perlu ke rumah masing-masing,” kata Diana.

Nah, di balik kesuksesan Diana dalam membangun rumah modenya ada sosok sang ibu Esther D. yang menjadi teladannya dalam membangun karier.

Diana mengaku paling dekat dengan sang ibu. Diana selalu menyempatkan waktu untuk berkomunikasi dan bertemu dengan sang ibu. Bahkan sering mengajaknya saat bekerja. Diana menceritakan, dirinya belajar mengenai kerja keras, pantang menyerah, integritas, kejujuran, dan semangat dari sang ibu.

Ia melihat sosok sang ibu sebagai panutan dalam membangun karier sebagai desainer. Ibunya mengajarkan Diana untuk memegang nilai-nilai ketekunan,kerja keras, menjadi versi terbaik dari diri sendiri, dan mendorong diri sendiri hingga titik maksimal.

Dan Diana adalah seorang perfeksionis. Karya busananya harus sempurna. Kalau dari segi desain, karya Diana selalu simple, tetapi harus sempurna potongannya, finishing kemudian yang terpenting adalah detail. Ia selalu memikirkan detail. Intinya tampilan desain saja lebih ke simplicityclean look dengan potongan yang sempurna.

Diana merambah pasar Jakarta. Media sosial menjadi salah satu jalannya. Dia unggah karya-karyanya di
Instagram. Gayung bersambut, beberapa stylist Jakarta langsung direct message. Setelahnya Diana sering gabung
acara-acara di Televisi nasional.

Kini banyak para artis yang menjadi langganan busananya mulai dari Krisdayanti, Titi Dj, Farah Quinn, Mulan Jameela, Inul, Dewi Persik, bahkan sampai Putri Indonesia Putri Jelita dan Kezia Warouw.

Masker cantik dan Lady Gaga

Di masa pandemi ini, Diana tak ketinggalan juga membuat masker yang fashionable. “Mungkin dulu masker bukan sebuah kebutuhan, dimana masker fashionable hanya merupakan costume atau statement piece. Tetapi sekarang kita bisa menerapkannya sebagai a new fashion piece we can use and be creative with,” kata Diana beberapa waktu lalu.

Masker Diana terdiri dari tiga layer, yaitu lasercut faux leather diatas breathable jeans material dan cotton pocket for filter. Tidak hanya maskernya yang fashionable tetapi sangat beragam untuk semua kalangan.

Masker Diana hampir semua pre-order, dimana maskernya tidak harus sesuai model yang di-posting di sosial medianya namun bisa diganti warna dan design. Masker bisa mix match dan lebih fleksibel. “Pengerjaan kurang lebih 2-3 hari dan masker of course reusable,” katanya.

Dan lagi! Karyanya berupa masker ini digunakan oleh selebritis kenamaan AS, Lady Gaga. Lady Gaga sempat menggunakan masker koleksi Diana Couture. Hal ini terlihat saat dia berswafoto bersama penyanyi Ariana Grande.

Awalnya itu, kata Diana, tim stylist Gaga menghubungi pihaknya untuk dibuatkan masker. “Public relation saya memang memiliki hubungan kerja yang dekat dengan Tim Gaga. Mereka sempat me-request beberapa desain masker dan akhirnya kami membuat beberapa masker untuk Gaga,” katanya.