Menjadi seorang musisi tidak pernah terlintas dari seorang Regi Levi. Namun waktu berkata sebaliknya, musisi berdarah Indonesia ini berkarir di Amerika Serikat yang pentas di banyak di tempat dan merilis album

Ada peribahasa menyatakan buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Regi punya darah seni yang diturunkan oleh sang ayah. Ayahnya seorang musisi. Musisi top pada eranya. Regi tumbuh dalam lingkaran penuh nada. Musik tak jauh dari hidupnya.   Tapi menjadi musisi benar-benar tidak direncanakan. Terbesit tidak dalam kepalanya menjadikan musik sebagai karirnya.

Ya! Awalnya Regi dan keluarga pindah ke Amerika Serikat pada tahun 2001. Saat itu usianya masih enam tahun dan tidak tahu apa yang dilakukan keluarganya di peratauan.   Baginya datang ke AS adalah momen yang mengubah hidup dan dia bersyukur untuk itu semua.

Regi tertarik dengan musik. Musik membawanya ke sebuah instrumen petik, yaitu gitar. Regi muda belajar bermain gitar dan mencoba bernyanyi. Namun apa daya, dia bukanlah pemain gitar yang handal.  Sampailah dia kepada lirik dan puisi. Kedua hal ini yang membuat dirinya terpesona.

Kata-kata yang berima dan membentuk suatu punchlines dalam musik rap. Dari sana, Regi menemukan “jiwanya” dalam genre Rap/HipHop.  “Saya juga sangat berterima kasih untuk autotune ahhahaha,” lirihnya.

Menikmati menulis lirik, merekam, tampil, menghibur, dan Regi suka setiap aspek dari bentuk seni ini. Semua orang mendengarkan musik dan menikmatinya. “Orang-orang dapat merasakan apa yang Anda rasakan melalui lagu atau penampilan dan saya pikir itu sangat kuat. Saya tidak melihat diri saya melakukan hal lain selain ini. Saya senang berada di bidang yang saya geluti,” tuturnya kepada KABARI.

Pentas dan Album

Regi tidak di Indonesia. Karirnya ada negeri Amerika.  Menjadi seorang penyanyi  di negeri Paman Sam bukanlah hal mudah. Seperti di tempat lain, sangat sulit untuk memiliki karir musik di sini.

Musik terlalu jenuh di seluruh dunia sehingga ada banyak persaingan yang terjadi. Regi  melihat semua teman dan artis lain sebagai pesaing dalam kompetisi. Ya, tapi dalam bentuk sehat dengan persahabatan.   “Saya pikir Anda harus selalu melihat rekan kerja sebagai pesaing, tetapi jangan pernah membandingkan diri Anda dengan mereka,” kata Regi.

Dalam karirnya Regi telah pentas di banyak tempat dan merilis album. Putra dari drummer band Potret Arie Ayunir ini pernah manggung The Fox Theatre, The Novo, The Observatory, Los Globos, Chain Reaction, The Virgil, dan The Glass House.

Regi  juga sempat  menjadi opening act bagi bintang Hip-Hop seperti Cordae, The Game, Young Thug, Fat Joe, JaRule dan Ashanti. Baginya selalu menyenangkan menjadi opening act karena bisa tampil, menarik penonton baru, dan juga menonton pertunjukan secara gratis.   “Dalam industri ini, ini semua tentang jaringan, jadi setiap kesempatan yang saya dapat, saya akan mengambilnya,” tuturnya.

Akan halnya dengan album yang dibuat, sejauh ini Regi telah merilis dua album.  Pada 2019, Regi melakukan debutnya, Regi Levi.  EP self-titled ini terdiri dari delapan lagu yang menampilkan artis seperti 350heem, Iam3am,dan banyak lagi.

Switched Up yang menjadi single utama telah mendapat perhatian dari stasiun radio lokal seperti 99.1 KGGI, Real 92.3 LA, Dash Radio serta KCAA Radio. Lagu tersebut mendapat pengakuan pula serta pujian dari berbagai DJ dan pembawa acara radio termasuk DJ Hed, DJ J-Wealth, Bootleg Kev dan Nico Blitz.

Selanjutnya album paling anyar bertajuk “Indonesia Vs Everybody”. Di album yang rilis Agustus tahun ini, Regi menggabungkan musik Hip Hop/Rap Amerika dan Indonesia. Dia menjembatani dua budaya dan suara yang berbeda sekaligus menunjukkan kebanggaan Indonesia di seluruh album.

“Misi saya adalah membangun jembatan itu dengan mengundang beberapa teman Indonesia saya di kampung halaman untuk berkolaborasi dengan saya untuk menghubungkan pendengar Indonesia dan Amerika. Album ini perpaduan bahasa Inggris dan bahasa Indonesia,” tuturnya

Regi berkolaborasi dengan artis Indonesia di albumnya. Sembilan dari sepuluh artis yang bekerjasama dengannya tinggal di tanah air di Indonesia dan salah satunya tinggal di Amerika Serikat.  Dia  juga bekerjasama dengan produser Indonesia bernama Ergan yang juga tinggal di Indonesia. Album ini menampilkan Jayko, Annisya, Nes, Pretty Rico, Eizy, Ben Utomo, Edgar Tauhid, Yacko, GunZ, dan Mary Su.

Bicara artis Hip/Hop

Bagi seorang musisi, idola pasti ada tak terkecuali Regi. Dia memiliki tiga artis favorit utama yang benar-benar dihormatinya di industri Rap/Hip Hop. Kanye West, Kendrick Lamar, dan Drake menjadi tiga musisi teratas di daftarnya.

“Tentu saja saya punya favorit lain, namun, tiga artis yang terdaftar ada di atas. Ada juga artis Indonesia yang pernah didengarkan dan  sangat menyukai gayanya.  Ketika berbicara tentang artis Rap/Hip Hop Indonesia, Rich Brian masuk dalam listnya saya.

Baginya artis Rap Indonesia memang dope! Bahkan mungkin, katanya, suatu hari nanti, musik Rap/Hip Hop akan menjadi genre nomor satu di tanah air seperti di Amerika Serikat.  “Saya pikir itu sangat mungkin terutama saat ini. Tidak ada batasan, teruslah berusaha dengan keras. Ucapkan itu menjadi ada, doakan, dan juga kerjakan.”