Perjalanan musik Venny Zhang sebagai penyanyi tidak dimulai dari panggung besar, melainkan dari kesempatan sederhana yang datang secara tak terduga.

Ia mengaku awalnya sering diminta menyumbangkan suara di berbagai acara, terutama pernikahan. Dari pengalaman itulah jalannya sebagai penyanyi mulai terbuka.

“Awalnya aku sering diminta sumbang suara di acara-acara, terutama di pernikahan. Setelah nyanyi, biasanya orang entertainment minta nomor HP aku, dari situ sering diajak job nyanyi. Jadi memang dari mulut ke mulut saja,” ujar Venny.

Kedekatan Venny dengan lagu-lagu Mandarin ternyata sudah terbentuk sejak kecil. Lingkungan keluarga yang sering memutar lagu Mandarin membuatnya terbiasa dan akhirnya memilih genre tersebut sebagai fokus kariernya.

“Dari kecil di lingkungan keluarga memang dengarnya lagu Mandarin semua, jadi aku merasa lebih dekat dan nyaman menyanyikan lagu Mandarin,” katanya.

Dalam perjalanan bermusiknya, Venny mengaku tidak terpaku pada satu sosok idola tertentu. Ia lebih menyukai lagu-lagu yang bisa dinikmati dan menyentuh perasaannya. Meski begitu, ada satu penyanyi yang cukup menginspirasinya.

“Aku sebenarnya jarang banget ngefans sama satu penyanyi, lebih suka lagu yang bisa aku nikmati saja. Tapi kalau inspirasi, aku suka banget sama Shila Amzah dari Malaysia,” ungkapnya.

Venny sudah mulai bernyanyi secara reguler sejak tahun 2007. Namun perjalanan tersebut tidak selalu mudah. Ia sempat menghadapi berbagai komentar negatif tentang pekerjaannya sebagai penyanyi malam.

“Dulu banyak yang bilang, ‘kok Venny mau sih nyanyi malam’, bahkan ada yang bilang aku perempuan yang tidak benar karena kerja malam. Padahal aku benar-benar cuma nyanyi, tidak minum alkohol atau melakukan hal aneh, pure untuk cari uang jajan tambahan,” jelasnya.

Di tengah berbagai pandangan tersebut, dukungan dari orang-orang di sekitarnya justru menjadi penyemangat. Ia bahkan sering didaftarkan ke berbagai lomba menyanyi dan beberapa kali berhasil masuk 10 besar.

Selain itu, ada juga yang mengajarinya bernyanyi secara gratis sehingga kemampuan vokalnya terus berkembang. “Dari situ skill nyanyiku mulai berkembang, job juga mulai keluar kota bahkan sampai luar negeri,” katanya.

Pada tahun 2018, Venny sempat mencoba jalur karier lain dengan menjadi pramugari. Keputusan itu diambil karena adanya pandangan kurang baik terhadap profesi penyanyi. Namun pandemi COVID-19 membuatnya terkena PHK dan akhirnya kembali menekuni dunia musik.

“Setelah dua tahun tidak aktif nyanyi, nama aku juga sempat menghilang. Melihat persaingan harga di dunia hiburan yang makin ketat, aku akhirnya mencoba membuat karya sendiri,” ujarnya.

Kecintaannya pada menulis lagu sebenarnya sudah muncul sejak SMP. Saat itu ia sering menciptakan lagu berbahasa Indonesia. Kini, ia mencoba membuat lagu Mandarin dengan dukungan teman-teman band yang memiliki ide musikal yang menurutnya sangat cocok. “Jadi sebenarnya semua mengalir saja. Kebetulan teman-teman pengiring band juga punya otak musik yang asik,” kata Venny.

Dari proses tersebut lahirlah single pertamanya berjudul “背叛的痛 (Bèipàn de Tòng)” yang berarti “sakitnya dikhianati”. Lagu ini mengangkat tema emosional yang menurutnya sangat dekat dengan kehidupan banyak orang. “Aku memang suka lagu yang galau. Lagu ini bukan khusus untuk satu orang, tapi karena rasa dikhianati itu hampir semua orang pernah merasakan,” jelasnya.

Menurut Venny, pengkhianatan tidak selalu datang dari pasangan, tetapi juga bisa dari teman atau bahkan keluarga. Karena itu, ia ingin lagu ini terasa relevan bagi banyak pendengar.

“Pesan yang ingin aku sampaikan mungkin jangan terlalu percaya sama siapa pun dan jangan menggantungkan kebahagiaan pada orang lain. Karena pada akhirnya, diri kita sendiri yang bisa membuat kita bahagia,” tuturnya.

Sejauh ini, tantangan terbesar yang ia rasakan bukan pada proses bermusik, melainkan pada biaya produksi dan promosi karya. “Kalau tantangan sih sebenarnya tidak ada yang besar, paling soal biaya promo dan biaya untuk bikin karya lebih banyak lagi,” ujarnya.

Ke depan, Venny sebenarnya sudah memiliki beberapa lagu yang siap dirilis. Bahkan ia sempat berencana membuat video klip untuk single pertamanya, meski harus menunggu waktu yang tepat karena biaya produksinya cukup besar.

“Rencananya ada single berikutnya, lagu dan musiknya juga sudah ada. Kemarin juga sempat ingin buat video klip, tapi memang cost-nya lumayan besar, jadi pelan-pelan saja dulu,” katanya.

Melalui perjalanan yang panjang dan penuh lika-liku, Venny berharap karya-karyanya bisa semakin dikenal oleh banyak orang.

 “Harapanku ke depan semoga semakin banyak orang yang mengenal aku dan aku bisa menghibur lebih banyak orang lagi lewat musik,” pungkasnya.

Sumber Foto: istimewa

Baca Juga: