Inovasi promosi ekonomi Indonesia dalam rangka mempercepat pemulihan ekonomi nasional tidak terhenti dengan situasi pandemi Covid-19. KJRI Houston bekerjasama dengan Indonesia American Chamber of Commerce – SCU, Sekolah Ekspor dan Kementerian Luar Negeri memanfaatkan teknologi informasi dalam mendorong ekspor makanan produk UKM Indonesia ke Amerika Serikat melalui webinar “Exporting Consumer Product to USA”. Sebagai upaya membuka wawasan sekaligus menjawab kendala yang dihadapi eksportir UKM, dihadirkan sebagai pembicara webinar Cynthia Ford, Michael Valenzuela dan John Sproul dari Food and Drug Administration, Amerika Serikat. FDA adalah lembaga pemerintah Amerika Serikat yang mengatur perizinan impor produk makanan minuman, obat, medis, produk elektornik beradiasi, kosmetik, produk untuk hewan, dan tembakau.

Paparan oleh Cynthia Ford, Consumer Safety Officer, FDA-USA

“Dari sepuluh produk utama Indonesia yang diekspor ke Amerika Serikat tahun 2020 (sampai dengan bulan Juni), baru dua produk terkait makanan yang masuk yaitu produk seafood dan makanan olahan. Nilai kedua produk itu mencapai USD 898,5 juta. Masih ada ruang yang dapat dimanfaatkan eksportir UKM Indonesia untuk masuk ke pasar Amerika Serikat”, ajak Konjen RI Houston, Dr. Nana Yuliana.

Ketua IACC – SCU, Bimo Hadiputro menambahkan jika pelaksanaan webinar ini memiliki momentum yang tepat karena tren konsumsi produk makanan terus positif di Amerika Serikat dalam situasi pandemic Covid-19. “Survey dari International Food Information Council menunjukan jika dikarenakan pandemi ini lebih banyak warga Amerika yang masak di rumah, lebih banyak remaja mengkonsumsi camilan, dan konsumen usia 50 tahun ke atas lebih memilih healthy food”, ungkapnya.

Sebanyak 218 peserta yang mayoritas adalah UKM Indonesia berpartisipasi dalam webinar tersebut. Mereka mendapatkan pencerahan mengenai kewenangan FDA Amerika Serikat dalam mekanisme impor dari FDA. “Tujuan utama FDA untuk memberikan perlindungan pada kesehatan publik dengan menjamin keamanan peredaran produk konsumsi di Amerika Serikat, karenanya cukup luas cakupan FDA dalam mewujudkan tujuan itu”, papar Cynthia Ford. “Sebagai upaya FDA memberikan penjelasan sebaik mungkin, semua detil tentang prosedur dan cara kerja FDA serta informasi terkait lainnya disediakan sebanyak mungkin melalui situs resmi www.fda.gov”, tambah Cynthia.

Peserta webinar memiliki harapan besar untuk dapat masuk ke pangsa pasar Amerika Serikat, namun demikian cukup khawatir dengan persyaratan-persyaratan FDA yang dianggap cukup rumit oleh sebagian besar eksportir UKM Indonesia.

Kendala utama eksportir UKM Indonesia produk makanan untuk memasuki pangsa pasar Amerika Serikat antara lain pemahaman prosedur FDA, penguasaan bahasa, dan tata cara merespon jika ada masalah. FDA bahkan memberikan tips untuk menggunakan jasa broker impor yang akan memudahkan urusan administrasi yang diakui memang banyak. Meskipun FDA memberikan rekomendasi broker impor yang dapat dihubungi, eksportir dapat memilih sendiri broker impor mereka. Menurut pandangan FDA, peran broker akan signifikan karena terkadang sebuah produk makanan melibatkan banyak otoritas terkait di Amerika Serikat selain FDA, dan broker impor berlisensi akan menyelesaikan kewajiban administrasi itu.

Contoh import alert yang dipublikasikan FDA – Amerika Serikat

Konjen RI Houston menghimbau kepada eksportir UKM untuk jangan sungkan melakukan komunikasi awal dengan KJRI atau IACC – SCU dalam memahami prosedur FDA ini. Melalui website FDA, cukup banyak informasi penting yang dapat membuka wawasan eksportir UKM untuk masuk ke pangsa pasar Amerika Serikat. “Eksportir dapat memantau sistem “import alert” yang dipublikasikan oleh FDA. Sesuai prosedur, jika terkena import alert, maka eksportir perlu berkoordinasi dengan importir untuk menyelesaikannya.

KJRI, IACC-SCU, Sekolah Ekspor dan Kementerian Luar Negeri menyambut antusias peserta yang cukup aktif mengkonfirmasi pengalaman/informasi yang mereka terima akan prosedur FDA. Diharapkan webinar ini dapat membuka wawasan eksportir UKM Indonesia ke pangsa pasar Amerika Serikat sekaligus membekali keahlian untuk menghadapi masalah prosedur FDA yang mungkin saja dihadapi. Webinar ini merupakan seri ke-2 yang membahas regulasi izin impor makanan ke pasar domestik Amerika Serikat.

Sumber Berita: Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Houston.