Labu dan butternut squash sama-sama termasuk dalam keluarga labu, tetapi beberapa ahli menilai salah satunya lebih sehat dibanding yang lain. Labu sering dipuji karena rendah kalori, sedangkan butternut squash memiliki lebih banyak serat per porsi. Keduanya juga mengandung berbagai senyawa nabati bermanfaat yang dapat memengaruhi kesehatan dengan berbagai cara.

Jadi, makanan mana yang lebih layak mendapat tempat di piring Anda? Untuk mendapatkan jawaban yang lebih jelas, para ahli gizi memberikan penjelasan mengenai manfaat kesehatan masing-masing, menyoroti keunggulan satu sama lain, dan memberi panduan memilih sesuai dengan tujuan kesehatan Anda.

Apa Itu Pumpkin Puree dan Bagaimana Cara Memasaknya?

Manfaat Kesehatan Labu

Labu bukan hanya untuk hidangan manis seperti pai atau latte. Labu kaya akan nutrisi yang mendukung kesehatan, mulai dari karbohidrat kompleks yang membantu mengontrol gula darah hingga vitamin yang bermanfaat bagi kulit.

Menyeimbangkan Gula Darah

Mengonsumsi labu secara rutin di musim gugur dapat membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil. “Berbagai zat dalam labu (seperti polisakarida) dapat merangsang pelepasan insulin, sehingga membantu mengatur kadar glukosa darah,” jelas Megan Grover, MS, direktur pendidikan dan riset di Sarah Wragge Wellness. Polisakarida adalah karbohidrat kompleks nabati, namun bukan satu-satunya senyawa yang bermanfaat bagi penderita diabetes.

Trigonelline dan asam nikotinat, yang juga terdapat dalam labu, telah diteliti karena efeknya terhadap gula darah. Melanie Marcus, MA, RD, ahli gizi dari Dole Food Company, mengutip studi yang menunjukkan bahwa ekstrak labu dapat menurunkan penanda diabetes pada darah dan hati dibandingkan kelompok kontrol yang diberi diet tinggi lemak dan gula. Temuan ini menunjukkan bahwa labu mungkin bermanfaat untuk kesehatan metabolisme jangka panjang.

Mendukung Kesehatan Kulit

Labu juga kaya akan beta-karoten, antioksidan larut lemak. “Beta-karoten merupakan turunan vitamin A yang dapat diubah menjadi retinol (vitamin A aktif di tubuh). Namun, fungsinya paling kuat sebagai antioksidan,” kata Grover. “Karena larut lemak, beta-karoten dapat tersimpan di lapisan lemak bawah kulit, berfungsi sebagai pelindung dari sinar UV, serta menjaga kesehatan kulit.” Selain itu, senyawa ini juga melindungi sel dari peradangan dan oksidasi.

Manfaat Kesehatan Butternut Squash

Butternut squash kaya akan serat dan senyawa nabati lain yang berfungsi sebagai antioksidan. Kombinasi ini mendukung kesehatan mata, kekebalan tubuh, dan pencernaan.

Mendukung Penglihatan dan Imunitas

Butternut squash mengandung beta-karoten jauh lebih banyak per porsi dibanding labu. Satu cangkir butternut squash mentah menyediakan sekitar 5.920 mikrogram beta-karoten setara dengan hampir setengah kebutuhan harian vitamin A. Karena dapat diubah menjadi vitamin A, butternut squash sangat baik untuk kesehatan mata dan fungsi kekebalan tubuh.

Sebuah ulasan di International Journal of Molecular Sciences menemukan bahwa pola makan kaya sayuran yang mengandung karotenoid, termasuk butternut squash, berkaitan dengan penurunan risiko degenerasi makula terkait usia dan peningkatan respons imun.

Meningkatkan Kesehatan Usus

Dalam hal serat, butternut squash unggul dua kali lipat dibanding labu per cangkir. Serat ekstra ini membantu melancarkan pencernaan dan membuat rasa kenyang lebih lama. “Butternut squash kaya serat, yang penting untuk menjaga mikrobioma usus tetap sehat,” kata Grover. “Mikrobioma yang sehat sangat penting bagi kesehatan pencernaan dan kekebalan tubuh.”

Mana yang Lebih Baik: Labu atau Butternut Squash?

Keduanya merupakan pilihan sehat khas musim gugur, namun memiliki perbedaan nutrisi yang membedakan. Misalnya, keduanya kaya kalium: satu cangkir butternut squash memenuhi sekitar 10% kebutuhan harian, sedangkan labu sekitar 8%. Kalium membantu mengatur tekanan darah, mendukung kontraksi otot, dan menjaga keseimbangan cairan. Penelitian dalam Journal of the American College of Cardiology juga menunjukkan asupan kalium tinggi terkait dengan kesehatan jantung yang lebih baik.

Meski begitu, ada satu yang lebih unggul. “Kedua makanan ini bernutrisi tinggi dan punya banyak kesamaan,” jelas Grover. “Keduanya sangat kaya antioksidan, beta-karoten, dan polifenol tambahan yang berfungsi menyeimbangkan peradangan serta mendukung kesehatan kulit.” Namun, ia menilai butternut squash sedikit lebih baik. “Serat dan kalorinya lebih tinggi per porsi, baik untuk kesehatan usus dan membuat kenyang lebih lama.”

Kesimpulannya, Anda tidak harus memilih hanya satu. Mengonsumsi keduanya secara bergantian adalah cara terbaik untuk mendapatkan lebih banyak nutrisi sekaligus memaksimalkan manfaat kesehatan. Jika prioritas Anda adalah meningkatkan asupan beta-karoten, kalium, dan serat, butternut squash menjadi pilihan yang lebih unggul.

Sumber Foto: Zen Chung / Pexels.com

Baca Juga: