Merayakan semangat Natal dengan cara yang hangat dan inklusif, Anggalang by Omar menghadirkan sebuah perayaan bertema Funtastic Christmas Fashion Show di Tangcity Mall.

Berbeda dari gelaran lain di bulan Desember, kegiatan ini tidak berbentuk lomba, melainkan sebuah pertunjukan budaya yang menonjolkan toleransi, keberagaman, serta kepercayaan diri anak-anak dari berbagai latar belakang.

Acara ini mempertemukan 40 anak, termasuk anak berkebutuhan khusus dan anak-anak umum, dalam satu panggung runway. Namun panggung tersebut bukan sekadar ajang peragaan busana, melainkan wadah pembelajaran tentang penghargaan antarsesama, khususnya dalam konteks perayaan Natal.

“Tidak semua anak di Anggalang satu agama, tapi justru lewat acara ini kami mengajarkan toleransi. Natal itu mungkin bukan hari raya semua orang, tapi semua bisa saling menghargai. Yang berhijab tetap berkebaya, karena fondasinya adalah budaya Indonesia, budaya yang memang beragam,” jelas Omar.

Memilih mal sebagai lokasi acara bukan tanpa alasan. Anggalang ingin masyarakat luas melihat langsung bahwa perbedaan bukan sekat, melainkan kekayaan yang memperindah kehidupan.

“Indah kok berbeda itu. Justru perbedaan membuat kita tambah kaya, tambah keren, tambah cantik. Senangnya melihat anak-anak tampil damai — sesuai dengan makna Natal,” tambahnya.

Acara ini sengaja tidak dikemas sebagai lomba untuk menghindari tekanan mental pada anak-anak, terutama bagi yang sensitif terhadap kompetisi.

“Sekarang anak-anak ini cenderung lebih senang show. Kalau lomba ada risiko mentalnya terluka. Jadi kita bikin runway saja  baju kita siapkan, mereka tinggal tampil. Mereka bebas menikmati prosesnya,”katanya.

Selain modeling, panggung ini juga memberi ruang bagi anak-anak untuk mencoba peran lain: menjadi MC, host, atau penyanyi. Dengan begitu, potensi mereka tidak berhenti pada penampilan visual semata.

“Kita lihat, mungkin ada yang unggul bukan di modeling, tapi di hosting, bernyanyi, atau fotografi. Kita ingin menggali semua aspek kemampuan mereka,” ujarnya.

Busana yang dikenakan anak-anak merupakan karya duet antara Anggalang by Omar dan Bunda Arsita.

Acara ini bukan hanya untuk peserta, tetapi juga untuk publik yang menonton. Harapannya, kehadiran anak-anak dengan ragam latar belakang di satu panggung mampu menjadi pesan visual bahwa perbedaan  harus dirayakan.

“Natal membawa pesan damai, dan damai itu terasa ketika kita menghormati satu sama lain. Anak-anak ini mengajarkannya pada kita lewat tindakan, bukan kata-kata.” 

Sumber Foto: Istimewa

Baca Juga: