Sepeda motor di Jakarta bukan sekadar alat transportasi yang melaju di antara kemacetan. Ia telah menjelma menjadi simbol kerja keras, cara bertahan hidup, dan identitas masyarakat kota. Fenomena inilah yang diangkat dalam pameran seni rupa kontemporer “Motorsaikel Kalcer – Narasi Urban Jakarta” yang digelar di Taman Ismail Marzuki (TIM) pada 17–30 November 2025.

Pameran ini menghadirkan rangkaian karya seniman yang merekam bagaimana motor mengalami transformasi peran: dari kendaraan pribadi, menjadi ruang ekonomi, ruang sosial, hingga ruang budaya. Para seniman menggambarkan beragam wajah motor di kota besar mulai dari pedagang keliling berbasis motor, ojek online sebagai profesi modern, motor patroli yang menjaga keamanan, hingga motor listrik yang hadir sebagai bagian dari transisi energi masa depan.

Dalam keseharian warga Jakarta, motor telah mengambil peranan penting pada hampir seluruh aktivitas: mengantar makanan, barang logistik, hingga pasien darurat; menjadi tumpuan ekonomi bagi berbagai profesi; membangun gaya hidup komunitas; serta mampu menjangkau area-area yang sulit dilalui moda transportasi lain.

Melalui medium patung, instalasi, mix media, hingga karya monumental tiga dimensi di ruang publik, para seniman menghadirkan interpretasi personal maupun kolektif tentang hubungan motor dan kehidupan urban. “Motor adalah mesin yang menggerakkan kehidupan warga Jakarta. Ia bukan hanya teknologi, tapi juga cermin budaya simbol bagaimana manusia kota bertahan, beradaptasi, dan saling terhubung,” ujar kurator pameran.

Pameran menampilkan deretan seniman: Awan Simatupang, Dedih Nur Fajar Paksi, dikDOANK, Dwi Budi Prasetyo, Hardiman Radjab, Jimmy Silaen, Kusmei Santo, Kekev Marlov, Johan Hutapea, Philips Sambalao, Saut Mangihut Marpaung, Semut Prasidha, Simbah Patuha, Tantio Adjie, Toni Siswoyo, Turi Kaliandra, dan Y. Caturwindu YP.

Berlangsung di area kolam dan promenade Pelataran TIM, pameran dibuka setiap hari pukul 10.00–22.00 WIB, sementara konferensi pers berlangsung pada pukul 19.00–22.00 WIB. Seluruh rangkaian acara dapat diakses gratis oleh publik.

Sumber Foto: Istimewa

Baca Juga: