Anggur adalah buah yang populer dan digemari banyak orang, dan mudah dipahami alasannya. Selain segar dan lezat, buah bulat berair ini juga kaya manfaat kesehatan. Anggur tersedia dalam beberapa warna: ungu, merah, dan hijau. Namun, jika bicara soal nutrisi, wajar jika muncul pertanyaan: anggur warna apa yang paling sehat?
Secara umum, semua warna anggur memiliki profil makronutrien dan mikronutrien yang hampir sama, menurut ahli gizi terdaftar Maddie Pasquariello. Kandungan tersebut mencakup serat, kalium, dan vitamin A dalam jumlah cukup. Meski begitu, ada beberapa perbedaan antara jenis anggur, terutama dalam hal rasa dan kegunaan terbaiknya.
Mari kita lihat perbedaan anggur ungu, merah, dan hijau, lengkap dengan penjelasan dari pakar gizi dan kuliner.
Apa Itu Anggur Ungu?
Anggur ungu bervariasi warnanya, mulai dari biru-ungu hingga hampir hitam. Untuk pembahasan ini, anggur concord (kulit ungu) juga termasuk, meski kadang dikelompokkan terpisah.
Nutrisi
Anggur ungu tidak hanya kaya rasa dan warna, tapi juga tinggi antioksidan. Bahkan, kandungan antioksidannya sedikit lebih banyak dibanding anggur merah dan hijau. Sebagian besar antioksidan ini adalah antosianin, sejenis polifenol dengan sifat antiinflamasi. Antosianin juga merupakan pigmen tanaman yang memberi warna ungu gelap pada anggur.
Kegunaan
Anggur ungu dikenal paling manis dan memiliki rasa tebal. Dibanding anggur merah, rasanya lebih pekat dan tidak seterang; dibanding anggur hijau, rasanya jauh lebih manis dan tidak asam. Teksturnya biasanya memiliki kulit lebih tebal dan daging lebih lembut. Anggur ungu cocok untuk dipanggang, dimasak, dijadikan selai atau jelly.
Apa Itu Anggur Merah?
Anggur merah memiliki warna dari merah muda terang hingga merah tua, kadang dengan semburat ungu.
Nutrisi
Seperti anggur ungu, anggur merah juga kaya antioksidan, terutama antosianin. Kandungan antosianinnya sedikit lebih rendah dibanding anggur ungu, tapi perbedaan ini kecil. Secara keseluruhan, anggur merah dan hijau punya kadar antioksidan hampir sama.
Kegunaan
Rasanya manis dengan sedikit asam, seimbang antara segar dan lembut. Teksturnya renyah dengan kulit yang mudah dimakan. Anggur merah enak dipanggang atau dipadukan dengan keju lembut seperti feta atau brie, serta kacang-kacangan.
Apa Itu Anggur Hijau?
Anggur hijau, kadang disebut anggur putih, memiliki warna hijau kekuningan karena tidak mengandung antosianin.
Nutrisi
Antioksidan utama anggur hijau berasal dari flavonol, bukan antosianin. Flavonol juga punya sifat antiinflamasi, serta diduga melindungi jantung, sel saraf, dan hati dari kerusakan.
Kegunaan
Rasanya segar, renyah, dengan keasaman lebih tinggi, sehingga terasa cerah dan asam segar. Kulitnya lebih tipis dan dagingnya lebih padat dibanding anggur merah atau ungu. Anggur hijau cocok untuk camilan, salad buah, papan charcuterie, bahkan diawetkan dengan cara dipickle.
Mana yang Lebih Sehat?
Semua jenis anggur pada dasarnya menawarkan manfaat nutrisi yang mirip. Anggur ungu memang memiliki sedikit lebih banyak antioksidan, tapi perbedaannya kecil dalam konteks pola makan sehari-hari. Yang terpenting adalah mengonsumsi buah secara rutin, tanpa perlu terlalu memusingkan warna mana yang lebih sehat.
Pilihlah warna anggur yang paling sesuai dengan selera atau kebutuhan resep Anda. Untuk variasi, sesekali bisa mengganti jenis anggur yang dikonsumsi. Apapun pilihannya, anggur tetap menjadi tambahan yang sehat dan lezat dalam pola makan Anda.
Sumber Foto: Pixabay / Pexels.com
Baca Juga:
- Dieng Culture Festival 2026 Spirit of Harmony: Merawat Harmoni Alam, Budaya, dan Kehidupan
- Lenong Kampung Te-Ko, Ajak Generasi Muda Mengenal Budaya Betawi
- Pameran Tunggal Sasya Tranggono, Lihat Jakarta dengan Interpretasi Visual Kontemporer
- SPRITE Nipis Mint Siap Sikat Gerahnya Indonesia
- Video: Mengandalkan Cita Rasa Berbeda, Bakso Dapur Uwah Optimistis Berkembang di Tengah Persaingan Kuliner

