2 Agustus 2019
Siam Society
Bangkok, Thailand

 

MENLU POMPEO:  Selamat pagi, semuanya.  Peter, terima kasih atas pidato pengantarnya yang menyenangkan.  Saya juga ingin berterima kasih kepada Siam Society dan presiden Anda yang sudah menjamu saya.  Saya tahu di sini banyak pengusaha terkemuka yang juga hadir bersama kita.

Saya ingin menyapa Grep Bastion, presiden AmCham Thailand.  Beliau merupakan lulusan West Point  yang lulusannya selalu berkualitas.

Saya khususnya ingin berterima kasih kepada duta besar Thailand untuk Amerika Serikat yang hadir serta bergabung dengan kita di sini hari ini.  Terima kasih atas kehadirannya, Pak.

Di sana hadir juga sosok terpenting bagi saya, istri saya, Susan, yang duduk di baris depan.  (Tertawa.)  Baiklah, sepertinya lelucon saya yang satu ini berhasil, syukurlah.  (Tertawa.)

Ini merupakan kunjungan pertama saya ke Bangkok sebagai Menteri Luar Negeri.  Saya pernah kemari sebelumnya.  Saya pernah ke wilayah ini berkali-kali.  Rasanya begitu spesial bisa hadir di tempat ini kali ini.  Amerika Serikat telah lama menghargai hubungan, sebagaimana disebutkan sebelumnya oleh pejabat kuasa usaha , selama 200 tahun.  Dan saya tahu bahwa kita akan tetap bersahabat erat dan akrab selama dua abad mendatang.

Tempat kita berdiri  hari ini punya sebuah moto.  Moto Siam Society adalah, seperti dikutip, “Pengetahuan melahirkan persahabatan.”  Dalam semangat tersebut, saya ingin berbagi dengan  Anda sekalian hari ini tentang sudut pandang saya terkait keterlibatan ekonomi kami di wilayah ini.  Saya tidak menyangka bahwa unsur apa pun dalam hubungan kita bisa jadi lebih penting.  Ini merupakan sejarah yang berkali-kali terlupakan, dan yang buruknya, diputarbalikkan oleh mereka yang tidak menghargai kepentingan terbaik bersama kita.

Ini merupakan kisah kemitraan yang dulunya tidak pernah dibayangkan, tetapi kini mutlak sangat diperlukan oleh kita semua.

Ini adalah kisah suatu negara yang sungguh-sungguh berupaya mewujudkan usulan yang menguntungkan kedua pihak.

Ini kisah tentang prinsip Amerika dan kemakmuran Asia.

Saya akan menceritakan kepada Anda sekalian tentang keluarga Anurak yang berasal dari sini di Thailand.  Belum lama ini, Pak Anurak adalah seorang mandor di perusahaan konstruksi dan istrinya adalah seorang perawat.  Kehidupan masyarakat kelas menengah yang lumayan, ya.  Namun, mereka menginginkan lebih dari itu.   Mereka menginginkan  yang lebih lagi  untuk buah hati mereka, seperti halnya keluarga lainnya. Mereka pun membuka peternakan ayam skala kecil.

Pada tahun 2006, perusahaan Amerika Cargill, yang sudah berinvestasi di Thailand sejak tahun 1968, menemukan keluarga ini.

Perusahaan tersebut bekerja sama dengan keluarga Anurak untuk meningkatkan produktivitas, untuk meningkatkan efisiensi, untuk membantu mereka dengan teknik pengelolaan.

Kemitraan dengan perusahaan Amerika tersebut memberikan hasil sangat baik.  Kini, peternakan keluarga tersebut telah bertambah menjadi lima dengan pendapatan rata-rata sebesar 78.000 dollar AS setiap bulannya.

Dan saat keluarga tersebut siap untuk berkembang lebih jauh, mereka tahu bahwa mereka punya mitra yang solid dalam bisnis Amerika yang hebat tersebut.

Kemakmuran yang mengejutkan ini sangat berbeda dengan kehancuran dan ketidakpastian yang melanda Asia setelah Perang Dunia II, yang sebenarnya belum begitu lama.

Dahulu, wilayah Indo-Pasifik yang sebenarnya wilayah makmur – bukanlah wilayah makmur, tidak seperti kondisi yang kita kenal saat ini.  Selama beberapa dekade, negara-negara di sini berjuang untuk menemukan jalannya.

India meraih kemerdekaan dari Kerajaan Inggris, serta kemudian Pakistan dan Bangladesh mengambil jalan berbeda.    Singapura dan Malaysia juga berpisah jalan.  Taiwan memisahkan diri dari  China Daratan.  Ideologi komunis menjadi semakin kuat di Semenanjung Korea, serta di Vietnam dan di Indonesia.

Namun, kini situasinya jauh berubah:

Seoul menjadi rumah untuk perusahaan kelas dunia seperti Samsung dan LG.

Singapura berperan sebagai kantor pusat regional  Facebook, Microsoft, Pfizer, dan banyak pengacara.

Hanoi dipenuhi dengan motor dan mobil yang lalu-lalang dengan cepat.

Bangalore menyediakan solusi IT untuk seluruh dunia.

Cakrawala  Taipei – cakrawala nya  kini didominasi oleh Taipei 101, salah satu gedung tertinggi di dunia.

Beijing dan Shanghai bahkan telah menjadi mesin perekonomian.

Tentu saja, pertanyaan tepat untuk ditanyakan berikutnya adalah:  Bagaimana semua ini bisa terjadi?

Ini bukanlah keajaiban ekonomi, dan faktanya, ini bukan perkara takdir.

Kemakmuran ini terjadi karena dua faktor yang sangat duniawi: perdagangan dan kebebasan.

Saya, saya adalah orang Angkatan Darat dan tidak suka memberikan pujian atas banyak hal kepada Angkatan Laut. Namun kenyataannya jalur pelayaran utama Indo-Pasifik dulu dan saat ini dilindungi oleh para pelaut Amerika.  Dan di tempat kekuasaan kolonial dulu menuntut ketundukan, Amerika menawarkan keamanan.

Secara ekonomi, ini benar.  Memang benar bahwa pemerintah menciptakan beberapa perusahaan yang sukses di tingkat nasional, tetapi bukan itu kisah selengkapnya.  Anda sampai pada titik sejauh ini hanya karena pertumbuhan yang dipimpin oleh negara.

Karena pada akhirnya, kemajuan manusia hanya sangat meningkat saat pemerintah melangkah mundur ke belakang.  Wilayah Indo-Pasifik hanya benar-benar menjadi sukses saat negara-negara tersebut mengadopsi rumus yang saya sebutkan di Global Entrepreneurship Summit di Amsterdam pada musim panas tahun ini.  Rumusnya sangat  sangat sederhana: hak kepemilikan, aturan hukum, pajak yang lebih rendah, pendekatan yang secara keseluruhan lebih hati-hati dari peraturan pemerintah.

Itulah saat macan Asia mengaum dan bayinya berdiri di atas kakinya sendiri.

Ini nyata terjadi di  China daratan sebagaimana ini juga terjadi di Singapura, di Taiwan, dan kini di sini, di Thailand.

Perusahaan raksasa lokal seperti Samsung, Honda, Taiwan Semiconductor, Mahindra & Mahindra, dan masih banyak lainnya bermunculan.

Dan ada Amerika Serikat ada di sana.  Amerika Serikat selalu ada bersama Anda sepanjang perjalanan dan seterusnya, yang membantu Anda untuk tumbuh dan membina hubungan lebih erat dari sebelumnya.  Kita membangun APEC, kita membangun ASEAN, dan Lower Mekong Initiative, dan kita melakukannya bersama Anda, di samping Anda.

Yang juga penting, kita berinvestasi dalam modal manusia.  Program pendidikan dan universitas kita telah memupuk ribuan pemimpin Asia selama beberapa dekade, mulai dari pemimpin lokal hingga kepala negara.

Dan beberapa perwakilan penting kita – usaha swasta – tumbuh bersama Anda yang saling menguntungkan kita.  Saya telah menceritakan kepada Anda tentang Cargill.  Lihat bagaimana Chevron telah meningkatkan kemakmuran di sini, atau Texas Instruments di Filipina.

Kini, lebih dari 4.200 perusahaan Amerika Serikat beroperasi di wilayah ASEAN, mempekerjakan, melatih, dan berinvestasi pada jutaan orang di seluruh negara.  Perusahaan AS memiliki lebih dari satu triliun dolar yang diinvestasikan di wilayah ini.  Tidak ada negara lain di mana pun yang mampu menandingi prestasi ini.

Kata mereka, setidaknya di Amerika, uang sangat berlimpah.  Mungkin, hal itu memang terjadi di negara lain.  Namun, saya akan memberitahukan Anda hal ini:  Uang memang mulai menghasilkan dampak di wilayah ini saat pemerintah bekerja keras untuk menetapkan kondisinya agar hal itu terjadi.  Dan para pemimpin  pemerintah dan perusahaan akan membahas cara meningkatkan kemakmuran lebih lanjut hari ini, dalam pertemuan yang akan kita lakukan dan berikutnya di Pacific Business Forum pada November ini, yang diadakan di sini di Bangkok.

Kita semestinya bangga akan hal ini.  Berikut ini adalah cerita menarik, dan cerita ini dijalani langsung oleh rakyat Thailand.

Tingkat kemiskinan di sini telah menurun dari 67 persen pada tahun 1986 menjadi 7,8 persen pada tahun 2017.  Itu luar biasa.  Thailand kini merupakan negara dengan perekonomian terbesar ke-20 di dunia.  Pikirkan tentang itu.

Kita ingin melihat pertumbuhan seperti itu di seluruh wilayah Asia Tengara, baik negara besar maupun kecil.  Kita tahu karena kita telah melihat bahwa kemakmuran regional terkait erat dengan inovasi, dengan tata kelola yang baik, dan dengan aturan hukum.

Begitu juga pemerintahan Trump mencurahkan upaya untuk mendukung kedaulatan, ketahanan, dan kemakmuran setiap negara Asia Tenggara.  Tidak hanya itu, kami ingin memperkuat dan memperluas hubungan kami di sini.

Jangan percaya siapa pun yang berupaya memberi tahu Anda sebaliknya.  Hampir dua tahun lalu, Presiden Trump menetapkan kembali komitmen Amerika Serikat pada hubungan ekonomi, dan rumus untuk kesuksesan pun dilahirkan oleh sejarah.  Itu merupakan rumus yang baru saya jelaskan.  Kita tahu pada akhirnya bahwa kebebasan merupakan sumber asli dari peremajaan.  Kami ingin Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka yang ditandai oleh prinsip dasar dari aturan hukum, keterbukaan, transparansi, tata kelola yang baik, penghormatan terhadap kedaulatan setiap negara, kemitraan sejati.

Itu sebabnya kami mendukung UU BUILD di Kongres kami, yang memiliki lebih dari dua kali kapasitas pembiayaan pengembangan Amerika menjadi 60 miliar dollar AS.

Pada akhirnya, kami meyakini demokrasi, dan kami memuji – sahabat kami Thailand karena kembali ke demokrasi.

Kami juga meyakini HAM dan kebebasan.  Kerusuhan yang terjadi di Hong Kong saat ini jelas menunjukkan bahwa keinginan dan suara rakyat akan selalu didengar.

Kami menginginkan perdagangan yang bebas dan adil, bukan perdagangan yang menghancurkan persaingan.

Kami menginginkan triliunan dolar pada modal swasta yang belum terinvestasikan di seluruh dunia untuk digunakan di wilayah ini.  Kita telah melihat ini.  Investasi swasta memiliki uang berkali-kali lipat daripada pihak mana pun yang pemerintah bisa berikan untuk negara lain untuk membangun jembatan, atau pelabuhan, atau jaringan listrik.

Investasi kami tidak melayani , dan investasi kami tidak sini tidak untuk mendukung kepentingan partai politik, atau jujur saja, ambisi imperium  suatu negara.

Tidak, kami membangun jalan untuk mewujudkan kedaulatan nasional kami.  Kami tidak mendanai jembatan untuk mengurangi kesenjangan kesetiaan.

Perusahaan kami mendapatkan insentif untuk melakukan pekerjaan bermutu tinggi yang menguntungkan konsumen dan rakyat.

Tanyakan kepada diri Anda tentang hal ini:  Siapa yang sangat mengutamakan kepentingan rakyat, kekuatan dagang yang menghargai kedaulatan Anda, atau pihak yang mengejek soal hal itu?

Tanyakan kepada diri Anda tentang hal ini:  Siapa yang sangat mendorong inovasi dan reformasi, perusahaan sektor swasta, atau perusahaan negara?

Tanyakan kepada diri Anda tentang hal ini:  Siapa yang sangat menganjurkan kecukupan diri dan bukan ketergantungan, investor yang berupaya memenuhi kebutuhan konsumen Anda atau mereka yang menjebak Anda dalam utang?

Amerika Serikat saat ini memiliki perekonomian terkuat di dunia, dan konsumen kami kini mendorong permintaan untuk produk Anda.  Sebaliknya, perekonomian China memasuki kondisi new normal – kondisi new normal akibat pertumbuhan yang lebih lambat dari sebelumnya.

Masalah China adalah di tingkat lokal, tetapi konfrontasi Presiden Trump dengan praktik dagang China yang tidak sehat telah membantu memperjelas hal tersebut.  Kami menginginkan masalah dagang kami agar diselesaikan secepatnya.  Yang kami inginkan, yang diminta Presiden Trump, adalah agar China bersaing dengan menerapkan prinsip keadilan dan kesetaraan dengan semua pihak, bukan hanya dengan Amerika Serikat.  Ini akan menguntungkan tidak hanya kami, tetapi Anda, serta juga sistem perdagangan global.

Waktunya kini sudah tepat untuk melakukan hal lain yang lebih bersama-sama, menggunakan model yang sudah teruji waktu, menggunakan resep yang telah menjadikan Amerika kekuatan untuk selamanya di wilayah ini – secara permanen.

Satu analisis dari data PBB memperkirakan dan memprediksi bahwa untuk pertama kalinya sejak abad ke-19, perekonomian Asia pada tahun 2020 akan lebih besar daripada gabungan negara lainnya.  Memang benar, kelas menengah Asia meningkat tajam.  Asia benar-benar telah matang.  Sekarang kita harus melindungi kemajuan tersebut.

Mari  kita jaga perdagangan yang bebas dan  adil.

Mari kita terus upayakan investasi transparan dengan standar tinggi yang menciptakan lapangan kerja di tingkat lokal.

Mari kita dukung hak kedaulatan dari negara dan rakyatnya.

Sebagai penutup hari ini, saya siap menjawab pertanyaan dan membahas tentang masalah yang ada di pikiran Anda.  Sebagai penutup, mau tak mau saya berpikir tentang betapa tepatnya saat ini untuk menyumbangkan berbagai ide ini tepat di sini di Bangkok, Thailand.  Thailand merupakan mitra dagang kami yang terikat traktat yang tertua di Asia.  Anda telah dengan bangga mempertahankan independensi Anda.

Anda terus meyakini prinsip kedaulatan dan otonomi nasional.

Amerika dan Bangsa Amerika telah dengan bangga mendukung kebangkitan Anda selama lebih dari dua abad.

Pada tahun 1835, seorang pria bernama Dan Beach Bradley pertama kali datang ke Kerajaan Siam sebagai dokter misionaris.

Dr. Bradley membawa serta bersamanya praktik kedokteran Barat dan melayani istana.  Dia mendapatkan kepercayaan dan persahabatan dari raja Siam berikutnya setelah mengobati penyakit parah pangeran.

Dia juga membawa mesin cetak pertama dengan huruf Thai    ke Siam dan mendirikan surat kabar pertama, The Bangkok Recorder.

Namun yang terpenting, dia membawa pengetahuan yang melahirkan persahabatan.

Peninggalan Dan lebih besar dari itu karena tidak berhenti sampai di sana.

Putrinya, Sophia membuka sekolah kecil di rumahnya untuk menawarkan peluang pendidikan setara terhadap anak perempuan.  Sekolah itu berkembang, dan hingga saat ini Dara Academy telah menjadi sekolah swasta terpandang di sini di Thailand.

Anekdot tersebut mengungkap hal ini:  Selama berabad-abad, peninggalan Amerika berasal dari kemitraan – dan bukan hanya melalui pemerintahan kita.

Amerika membangun berbagai hal untuk kebaikan bersama.

Dan kami membangunnya agar bertahan lama.

Presiden Trump dan pemerintahan kami akan melanjutkan komitmen tersebut.

Semoga Tuhan memberkati kalian, dan saya menantikan untuk menjawab beberapa pertanyaan.

Terima kasih semuanya atas kehadirannya di sini bersama saya pagi ini.  (Tepuk tangan.)

MS AMIN:  Selamat pagi, Menlu Pompeo.  Selamat datang kembali, perjalanan ketiga Anda ke Asia.  Itu menunjukkan komitmen ke wilayah seperti yang anda baru saja katakan.

Anda berbicara tentang membangun hubungan dengan Asia tenggara, dengan Asia, mempererat hubungan dan memperkuat perdagangan.  Namun pagi, kita dikejutkan dengan berita Presiden Trump bermaksud memberlakukan bea masuk sebesar 10 persen pada tambahan barang China senilai 300 miliar dollar.  Berita tersebut tidak menunjukkan pertanda baik untuk dunia, tidak untuk Asia, tidak pula untuk Asia Tenggara.

Apa yang terjadi selama pembicaraan tersebut?  Padahal orang-orang mengatakan sesuatu telah berhasil dicapai karena ada rencana untuk dialog berikutnya pada September mendatang.  Seberapa buruk kondisinya?

MENLU POMPEO:  Kami memang berencana berdialog di Washington pada September mendatang.  Namun kembali ke prinsip pertama.  Selama beberapa dekade, China telah mengambil keuntungan dari perdagangan, mengambil keuntungan dagang dari Amerika Serikat, dan mengambil keuntungan datang dari negara-negara di Asia dan Asia Tenggara, dan kini saatnya itu harus berhenti.  Presiden Trump mengatakan bahwa kami akan memperbaiki ini dan untuk memperbaikinya diperlukan tekad dan itu, saya pikir, yang Anda lihat terjadi pada pagi ini.  Presiden bertekad mencapai hasil ini.

Yang kami minta sangat mudah.  Memang pada satu titik, China telah menyetujuinya, dan lalu mengabaikan kesepakatan tersebut.

MS AMIN:  Jadi, apa masalahnya?  Apa masalah seriusnya ada pada Huawei?  Mungkinkah terjadi pembobolan?

MENLU POMPEO:  Bukan, ini bukan soal itu. Masalahnya jauh lebih besar daripada hal tersebut.  Ini adalah prinsip dasar terpusat tentang bagaimana perdagangan akan dilakukan di seluruh dunia.  Apakah boleh bagi suatu negara yang dulunya negara berkembang untuk terus mengambil keuntungan padahal negara tersebut tidak lagi berada pada status tersebut?  Apakah boleh bagi suatu negara mengenakan bea masuk sangat besar pada mitra pengimbang lain pada perjanjian dagang tidak akan melakukan hal itu?  Apakah bisa diterima untuk menerapkan bea masuk dan hambatan (barrier) pada perusahaan Amerika yang berinvestasi di China padahal Amerika Serikat terbuka luas untuk investasi tersebut?

Yang kami minta sangat sederhana.  Ini yang Anda sebut sebagai etika timbal balik.  Ini yang Anda ajarkan kepada anak Anda, bukan?  Perlakukan orang lain dengan adil.  Kami menginginkan kesetaraan, kemerataan, timbal balik.  Ini adalah konsep intinya.  Itulah konsep yang saya bicarakan.  Dan jika itu terjadi, Asia akan berkembang, Asia Tenggara akan berkembang, sistem perdagangan global Amerika akan berkembang.  Namun, tidak benar jika suatu negara menggunakan proteksionisme untuk melindungi produknya sendiri dan menggunakan taktik predator  untuk menghalangi peluang perekonomian negara lain untuk berkembang.

MS AMIN:  Apa yang dikorbankan?  Kita melihat PMI (Purchasing Managers’ Index) di seluruh dunia sudah melemah.  Kita melihat negara di seluruh dunia telah merevisi proyeksi pertumbuhannya ke bawah.  Maksud saya, AS memang berada pada posisi bagus karena memimpin pertumbuhan global, dengan Presiden Trump menyebutkan akan memungut pajak besar dari China.  Ini adalah implikasi negatif.

MENLU POMPEO:  Terdapat implikasi negatif selama beberapa dekade karena perilaku buruk yang dilakukan China.

MS AMIN:  Saat Anda melihat bagaimana AS…

MENLU POMPEO:  Implikasi negatif untuk setiap bisnis di ruangan ini, dan kami akan memperbaikinya.

MS AMIN:  Saat ini perusahaan China lebih diawasi terutama melalui Komite Investasi Asing di AS yang mana Anda berperan sangat besar.  Saat Anda mengamati data Bloomberg, disebutkan bahwa terdapat 173 perusahaan China senilai 750 miliar dollar yang secara aktif terdaftar di AS, dari 750–  perusahaan China di AS. Kondisi ini bukannya ini mengirimkan pesan negatif kepada perusahaan yang tertarik berinvestasi di negara Anda?

MENLU POMPEO:  Tidak. Kami menyambut baik modal yang masuk ke Amerika setiap harinya, sepanjang waktu.  Yang kami ingin pastikan adalah dasar penyaluran modal tersebut ke Amerika Serikat.  Kami ingin memastikan bahwa modal Amerika yang ingin datang ke wilayah ini, ke China, dapat juga melakukannya dengan prinsip kesetaraan dan kemerataan, dan kami ingin memastikan bahwa modal tersebut tidak menimbulkan ancaman keamanan nasional pada Amerika Serikat.  Itu adalah ekspektasi yang rendah.  Itu adalah standar sederhana.  Standar yang harus diterapkan semua negara untuk melindungi kedaulatannya.

Jadi bukan tidak, pesan yang kami berikan kepada mereka adalah, “Datanglah.  Datanglah ke Amerika.  Berpartisipasilah.  Lakukan itu dengan mengikuti aturan hukum.  Lakukan itu melalui transparansi.  Jangan memberi subsidi kepada negara tersebut.  Jangan menciptakan juara melalui tujuan politis.  Jadikan itu sebagai tujuan ekonomi.  Saat Anda melakukannya, banyak perusahaan China akan datang ke Amerika, bersaing, dan menjadi sangat, sangat berhasil.  Dan kami menyambut baik hal itu tersebut.

MS AMIN:  Akan tetapi beberapa pihak (tidak terdengar), menyebutkan inti masalah dari ketegangan dagang AS-China sebenarnya adalah kesalahpahaman mendasar tentang bagaimana AS memandang China, bahwa China saat ini berbeda dari China 20 tahun lalu, dan bahwa China kini butuh waktu untuk melakukan reformasi dan reformasi pada waktu yang tepat menurut China.  Apakah terdapat miskonsepsi pada pandangan tersebut?

MENLU POMPEO:  Saya tidak yakin bagaimana menjawab hal ini. Malam sebelumnya saya bertemu dengan Dr. Kissinger.  Beliau datang ke Deplu  AS untuk merayakan peringatan 230 tahun kami, dan kami membahas masalah utama ini, ide bahwa China akan, jika perekonomian mereka membuka diri, bahwa mereka akan mulai bersaing dengan  adil dan transparan.  Namun, itu belum terjadi sehingga kami berupaya mendorongnya agar itu terjadi.  Ini urusan yang sangat mendasar.

MS AMIN:  Dalam  percakapan Anda, apakah ada satu hal yang China perlu lakukan sekarang untuk mencegah bea masuk lebih lanjut, apakah itu?

MENLU POMPEO:  Ya…

MS AMIN:  Ini hanyalah satu langkah pertama yang harus diambil.

MENLU POMPEO:  Begini. Saya tidak secara langsung terlibat dalam negosiasi perdagangan, tetapi ada kesepakatan yang telah dibahas yang akan berguna bagi kami nantinya.  Sebagai titik awal, mereka bisa kembali minimal ke posisi mereka pada hari itu.

MS AMIN:  Anda menyinggung soal Hong Kong sebelumnya, dan membahas tentang bagaimana pemerintah seharusnya mendengar.  Ada bisik-bisik di luar sana yang menyiratkan bahwa mungkin ada sekelompok tentara tepatnya di perbatasan yang menunggu untuk bergerak jika situasinya memburuk.  Bisakah Anda membayangkan jika hal itu sampai terjadi?

MENLU POMPEO:  Menurut saya, sikap Presiden Trump sudah cukup jelas.  Kami telah meminta China untuk hanya melakukan hal yang benar.  Amerika memiliki tradisi lama untuk memastikan setiap warga negara memiliki hak untuk mengekspresikan suara hati mereka, pandangan mereka.   Kami berharap tradisi sama juga berlaku di dunia, serta juga berlaku di China.

Saya berharap situasi yang berjalan di Hong Kong akan diatasi dengan cara yang tidak keras.  Situasi saat ini tidaklah membantu pihak mana pun di wilayah tersebut.  Kami berharap bahwa di mana pun warga negara dapat menyuarakan pandangan mereka – baik mereka yang mendukung pemerintah tertentu atau menentang pemerintah tertentu – mereka diizinkan untuk melakukannya.

MS AMIN:  Namun Presiden Trump juga menyampaikan dengan jelas bahwa itu masalah China, itu adalah masalah Hong Kong.  Jika Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China bergerak maju menuju perbatasan dengan Hong Kong, ke jalanan di Hong Kong, apakah AS akan menerapkan menempatkan tentaranya?  Apakah AS akan memberikan pertimbangan sendiri untuk bergerak maju dan membela Hong Kong?

MENLU POMPEO:  Satu hal yang dilakukan pemerintahan ini dengan sangat baik adalah tidak mengungkap rencana apa pun tentang hal yang kami akan lakukan atau tidak, dan saya akan menerapkan hal yang sama di sini pagi ini.

MS AMIN:  (Tertawa.)  Baiklah, saya bisa menerima itu.  (Tertawa.)

Sekarang, mari kita bahas soal Korea Utara.  Sepertinya Presiden Trump telah sangat menghormati dan memberikan waktu bertatap muka yang banyak kepada Korea Utara.  Sudah ada dua pertemuan sebelumnya.  Dia berkunjung ke Korea Utara.  Dia adalah presiden AS pertama yang saat ini melakukan itu.  Dia juga memberi saran untuk mengundang Kim ke Washington DC. Sepertinya memberikan lebih untuk mendapatkan hasil yang sangat sedikit, , karena kita kembali ke permulaan dengan Korea Utara yang menyambut kehadiran Anda di Asia dengan serangkaian peluncuran rudal.  Pernyataan Anda soal itu?

MENLU POMPEO:  Ya, saya pikir Anda pada dasarnya salah menilai karakter.  Pertemuan dengan Pemimpin Kim sebenarnya tidak berarti penting bagi Presiden Trump.  Ini adalah upaya yang berjalan untuk melibatkan mereka secara diplomatik untuk mencapai hasil yang selama beberapa dekade tidak juga tercapai.  Banyak jalan telah diusahakan, tetapi semuanya tidak membuahkan hasil.  Jadi saya orang pertama – sewaktu saya masih menjabat sebagai direktur CIA, orang pertama yang berkunjung untuk bertemu dengan Pemimpin Kim untuk memulai peluang ini.  Kami masih terlibat di dalamnya.  Kami berharap mereka akan kembali mengumpulkan kelompok kerja mereka dan menemui kami sebelum terlalu lama.

Namun ingat, Dewan Keamanan PBB masih memiliki sanksi terberat yang masih secara penuh dijatuhkan pada Korea Utara, dan kami bekerja sama dengan negara-negara dari seluruh dunia, banyak negara di wilayah ini melakukan pekerjaan hebat untuk menerapkan sanksi tersebut, dalam upaya untuk memastikan bahwa kita memiliki kapasitas untuk pada akhirnya mewujudkan hal yang menjadi komitmen Pemimpin Kim dalam pertemuan bulan Juni di Singapura, Juni setahun lalu di Singapura, yaitu sepenuhnya mendenuklirisasi negaranya dengan imbalan – seperti yang digambarkan Presiden Trump – masa depan lebih cerah bagi rakyat Korea Utara.

MS AMIN:  Peluncuran rudal tersebut bertentangan dengan resolusi PBB.  Maksud saya, berapa lama AS bisa bersabar?  Pada tahap apa, Anda akan memutuskan untuk memperketat sanksi tersebut dan melakukan sesuatu tentang itu serta mengirimkan pesan kepada Korea Utara bahwa tindakannya tidak bisa diterima?

MENLU POMPEO:  Anda sebaiknya jangan pernah meragukan hal yang kami mungkin komunikasikan dengan Korea Utara.  Terdapat dialog yang berjalan, hal baik, pada saat ini.  Namun, jalur diplomatik sering kali penuh dengan kendala, bolak-balik, maju-mundur.  Kami masih berkomitmen sepenuhnya untuk mencapai hasil yang kami telah tetapkan – denuklirisasi Korea Utara yang sepenuhnya diverifikasi – dan melakukannya melalui penggunaan diplomasi.

MS AMIN:  Seberapa yakin Anda, Anda akan sampai pada tahap itu?

MENLU POMPEO:  Kami akan terus mengusahakannya.

MS AMIN:  (Tertawa.)  Apakah ada rentang waktu yang Anda pertimbangkan?  Maksud saya, tidak mungkin ‘kan dialog selamanya akan terus berjalan.  Pada tahap apa Anda akan mengambil tindakan, sikap lebih tegas pada Korea Utara?

MENLU POMPEO:  Saya pikir kami telah mengambil paling tegas sepanjang sejarah yang tercatat.

MS AMIN:  Pernahkah Anda…

MENLU POMPEO:  Saat Anda mengatakan sikap yang lebih tegas, jika Anda melihat daftar resolusi DK PBB, Anda tidak hanya melihat daftar resolusi itu sendiri, tetapi juga efektivitas dunia dalam menegakkannya, saya rasa sulit untuk membayangkan akan ada rangkaian sanksi lebih tegas yang akan diberlakukan.

Jadi, untuk memberikan momen sehingga kita dapat memiliki peluang ini.  Ini merupakan hal tepat untuk dunia.  Untuk melanjutkan usaha diplomasi ini adalah pendekatan tepat.  Ini adalah pendekatan tepat pada saat ini, serta Presiden Trump dan saya serta tim keamanan nasional kami akan terus mengevaluasi itu bersama seluruh mitra kami di Jepang dan Korea Selatan, China, Rusia.  Mereka semua yang memiliki kepentingan tertanam dalam mewujudkan denuklirisasi Korea Utara akan terus berupaya menyelesaikan masalah ini.

MS AMIN:  Apakah Anda menantikan pertemuan ketiga dalam waktu dekat?

MENLU POMPEO:  Nantikan infonya.

MS AMIN:  (Tertawa.)  Pernahkah Anda kecewa bahwa rekan sejawat anda dari  Korea Utara tidak datang ke pertemuan sehingga melewatkan peluang untuk bernegosiasi?

MENLU POMPEO:  Saya selalu menantikan peluang untuk berbicara dengan beliau.  Saya berharap mereka bersedia datang kemari.  Saya pikir ini akan memberi kami peluang untuk mengadakan rangkaian dialog lainnya, dan saya harap hal itu tidak butuh waktu lama sebelum saya memiliki kesempatan untuk melakukannya.

MS AMIN:  Namun, bagaimana Anda berharap untuk, saya pikir, melanjutkan negosiasi jika rekan sejawat  Anda sendiri tidak bersedia untuk meluangkan waktu untuk berdialog?

MENLU POMPEO:  Banyak dialog yang berjalan.

MS AMIN:  Seberapa khawatir Anda tentang Kim Jong-un yang menjalankan program rudalnya?

MENLU POMPEO:  Ya, selalu – kami selalu khawatir, bukan?  Presiden Trump telah menjadikan nonproliferasi nuklir sebagai bagian terpenting dari pekerjaan yang kami lakukan, baik itu pekerjaan yang kita lakukan bersama Iran, pekerjaan yang kami lakukan di Korea Utara.  Presiden Trump memahami – kami berupaya untuk terlibat dalam dialog keamanan yang strategi dengan Rusia.

Semua ini memiliki tema terpusat, yaitu adanya risiko ini dari senjata nuklir dan proliferasinya yang bersifat nyata dan serius.  Jadi ya, saya sangat ingin pembicaraan-pembicaraan  ini dilakukan  dengan Korea Utara. Kami sangat ingin melewati tahap pembicraan  dan menuju ke tahap pelaksanaan di lapangan.  Itulah tugas kami.  Itulah misi yang telah ditetapkan Presiden untuk saya, dan kami berusaha keras untuk sampai di sana secepat mungkin semampu kami.

MS AMIN:  Menurut Anda, peran apa yang dapat dimainkan China dalam hal ini?

MENLU POMPEO:  Peran besar.  Mereka telah berperan.  Saya sebenarnya memuji upaya penegakan yang telah diambil China berdasarkan resolusi DK PBB.  Mereka telah sangat menjadi pelindung.  Mereka sangat membantu.  Saya bertemu dengan Menlu mereka kemarin.  Kami membahas hal ini kembali.  Mereka menegaskan tujuan mereka agar adanya resolusi diplomatis terhadap hal ini serta komitmen mereka yang berkelanjutan untuk melaksanakan resolusi DK PBB.

MS AMIN:  Menlu Pompeo, saya diminta untuk mengakhiri sesi ini, tetapi satu pertanyaan final terakhir.  Karena Anda menyinggung soal Iran, maksud saya, AS telah berupaya menghentikan ekspor minyak Iran, tetapi ada kekhawatiran di luar sana bahwa mungkin sekutu Asia Anda masih mengimpor minyak Iran.  Apa pendapat Anda soal ini, dan apakah Anda berniat untuk mengambil tindakan apa pun?

MENLU POMPEO:  Hitungannya sederhana.  Sebelum rezim sanksi diberlakukan, terdapat sekitar 2,7 juta barel minyak setiap harinya dikapalkan  oleh Iran ke seluruh dunia.  Jumlah pengiriman untuk bulan Juni dan Juli, masing-masing dari dua bulan tersebut, kurang dari setengah juta barel, yang bisa saja mendekati nol daripada ke setengah juta barel.  Sanksi tersebut terbukti sangat efektif, dan kami akan terus memberlakukan kepada Iran di mana pun.  Kami akan memberlakukannya kepada perusahaan mana pun, negara mana pun, yang terus melanggar sanksi tersebut.  Kami sudah menjatuhkan sanksi pada satu perusahaan dari China.  Kami terus melakukan itu.  Kebijakan kami seperti menghalangi Ayatullah dan Republik Islam Iran untuk memiliki kekayaan dan sumber daya guna membangun program nuklir yang dapat mengancam pihak mana pun di seluruh dunia, mutlak sangat diperlukan.

MS AMIN:  Sekian untuk sesi ini, Menlu Pompeo, terima kasih banyak atas waktunya hari ini.

MENLU POMPEO:  Terima kasih banyak.

MS AMIN:  Terima kasih atas pencerahan dari Anda.

MENLU POMPEO:  Terima kasih.

MS AMIN:  Hadirin sekalian, terima kasih telah bergabung bersama kami.  (Tepuk tangan.)