Batik tentu tidak asing lagi di telinga kita. Batik begitu familiar! Terlebih jika Anda sering menggunakannya sewaktu mengikuti hajatan pernikahan, ulang tahun, hari Jumat diwaktu kerja atau bahkan saat sedang hang out atau meet up bersama kawan atau kolega.

Namun sebagai pengguna batik, ada baiknya jika kita perlu tahu cara sederhana merawat batik dengan baik dan benar supaya batik yang kita miliki dapat awet dan tidak cepat rusak.  

Lantas bagaimana cara merawatnya?   Founder Batik Riana Kesuma, Riana Kusuma Astuti, menjelaskannya untuk Anda.

Riana mengatakan cara merawat batik itu berbeda-beda. Maksudnya, untuk batik print lebih mudah untuk dirawat karena batik print adalah tekstil dengan motif batik. Jadi mudah untuk dibersihkan atau dicuci.

Berbeda dengan batik tulis dan batik kombinasi cap. Kalau batik Jawa itu bagusnya jika dicuci dengan lerak supaya warnanya awet. Lerak merupakan tumbuhan yang dikenal karena kegunaan bijinya yang dipakai sebagai deterjen tradisional.

Batik biasanya dianjurkan untuk dicuci dengan lerak karena dianggap sebagai bahan pencuci paling sesuai untuk menjaga kualitasnya (warna batik).

Tetapi, kata Riana, tidak harus menggunakan lerak berhubung lerak sulit ditemukan, apalagi di Ibukota. Cara lain mencuci batik adalah dengan menggunakan deterjen cair atau sabun bayi/ baby shampoo.

Selain itu, batik dicucinya jangan direndam. Setelah dicuci, dianjurkan untuk dijemur jangan langsung terkena sinar matahari. Namun jika ingin batik cepat kering, dijemurnya dengan cara dibalik agar tidak langsung terkena sinar matahari.

Kemudian untuk penyimpanannya, batik yang disimpan di lemari sebisa mungkin diangin-anginkan. “Angin-anginkan 3 bulan sekali, lebih bagus lagi 1 bulan sekali supaya batik tidak termakan rawat dan berikanlah pewangi,” pungkas Riana kepada KABARI.