Sejak 12 tahun lalu, Ir. Namsyah Ali Bisyir,MM membangun usaha tasnya dengan brand Neby Bags dengan target pasar ekspor.

Saat ini produk Neby Bags adalah ragam tas berbahan kulit reptil dan tas lukis. Khusus untuk tas lukis, bahan yang dipakai adalah bahan dari limbah kulit reptil. “Jadi sisa-sisa dari kulit reptil ini, saya lukis lagi sehingga tidak ada limbah yang tersisa di pabrik kami. Bisa dibilang zero waste,” ungkapnya. 

Yang menjadi keunggulan dari produk tas Neby Bags adalah penggunaan kulit reptil dengan grade A dan B saja sehingga kualitas produk tetap terjaga.

Agar produk yang dibuat makin dikenal, Namsyah rutin mengikuti pameran di luar negeri. “Saya selalu melakukan pameran – pameran ke luar negeri, baik secara mandiri, dibiayai pihak swasta ataupun kementerian,” terangnya.

Namun, Namsyah mengaku, dari pameran tersebut, hasilnya baru diperoleh biasanya 2-3 tahun kemudian. “Meski membutuhkan waktu, setelah mendapatkan buyer tersebut, biasanya kontrak kerjasama berlangsung hingga 10 tahun. Saat ini, saya memiliki buyer tetap dari Korea, Jepang, Malaysia, Singapura, dan Timur Tengah. Produk–produk yang diminati adalah tas kulit buaya, biawak, ular, sapi, dan Domba,” ungkapnya.

Namsyah bersyukur, sejak satu tahun terakhir, ia telah membuka galeri Wastra Indonesia di Gimhae, Busan, Korea Selatan. “Jadi saya punya teman yang memiliki suami orang Korea. Ia sudah punya galeri di Busan, sehingga menawarkan saya untuk join dalam bisnis dengan saya menjual produk tas di galeri ini. Tidak terlalu sulit bagi saya untuk memahami pasar di Korea. Saya sudah paham desain dan warna apa yang mereka sukai,” tuturnya.

Khusus pasar Korea Selatan, yang paling diminati adalah tas kulit buaya, biawak dan ular, dengan model tote bag dan clutch.  

Lalu apa targetnya ke depan?  “Saya ingin masuk ke pasar Timur Tengah, mulai dari di Dubai, hingga Abu Dhabi, tapi sebelum itu saya harus pelajari dulu melalui pagelaran fashion show sehingga memahami selera masyarakat Timur Tengah, jadi target yang saya rencanakan ini bisa tercapai,” pungkasnya.

Artikel ini juga dapat dibaca di Majalah Digital Kabari Edisi 216

Simak wawancara Kabari bersama Ir. Namsyah Ali Bisyir,MM dibawah ini