Nama Ryan Filbert sudah tidak asing di dunia edukasi keuangan dan investasi di Indonesia. Dikenal sebagai praktisi dan inspirator investasi, Ryan telah aktif mengedukasi masyarakat sejak tahun 2012 dan menulis 23 buku yang membahas berbagai instrumen investasi, baik di Indonesia maupun internasional.

Dengan pengalaman sejak 2004 di bidang keuangan, pria berusia 39 tahun ini kini menjadi salah satu tokoh penting yang mendorong generasi muda, terutama Gen Z, untuk mulai berinvestasi sejak dini.

Menariknya, Ryan bukan berasal dari latar belakang ekonomi. Ia merupakan lulusan Sarjana Seni Rupa, sebelum akhirnya melanjutkan studi S2 di bidang Ekonomi Perbankan dan Pasar Modal.

 “Saya bukan pakar, saya hanya orang yang bisa karena terbiasa. Awalnya saya bukan orang keuangan, tapi saya belajar karena tertarik dan mau mencoba,” ungkapnya.

Menurut Ryan, alasan utama Gen Z perlu mengenal investasi sejak muda adalah karena mereka memiliki keunggulan waktu.

“Dalam investasi, kunci utamanya adalah waktu dan uang. Kalau masih muda, uang memang belum banyak, tapi waktu kita panjang. Sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit. Kalau dari muda sudah mulai, uang bisa bekerja lebih keras untuk kita di masa depan,” jelasnya.

 Ia menambahkan, “Saat tua nanti seharusnya uanglah yang bekerja keras, bukan kita. Tapi kalau dari muda tidak belajar investasi, justru kita yang terus bekerja keras sampai tua.”

Bagi Ryan, langkah pertama dalam berinvestasi bukanlah teori, melainkan praktik. Ia mengibaratkannya seperti belajar berenang.

“Tidak ada orang yang belajar berenang tanpa pernah minum air atau kemasukan air ke hidung. Begitu juga dengan investasi, harus dicoba, bukan hanya dipelajari,” ujarnya.

Ryan juga memberi tips sederhana untuk Gen Z dalam memilih saham.

“Ingat, ketika membeli saham, artinya kita sedang membeli perusahaan. Jadi, kenali dulu produknya. Kalau kamu pakai jasanya, paham bisnisnya, dan tahu perusahaannya sudah lama berdiri, maka itu bisa jadi langkah awal yang aman,” sarannya.

Mengenai perbedaan antara investasi jangka pendek dan jangka panjang, Ryan menegaskan bahwa investasi sejati adalah yang dilakukan untuk jangka panjang.

 “Anak muda punya keunggulan waktu. Investasi jangka panjang memberi ruang untuk belajar dari kesalahan dan menikmati pertumbuhan nilai di masa depan. Karena kalau kita sabar, hasilnya bisa jauh lebih besar,” tuturnya.

Ryan juga mengingatkan agar generasi muda tidak terjebak pada gaya hidup konsumtif.

“Sekarang banyak godaan, dari iklan, review makanan, sampai endorsement selebgram. Kita harus bisa bedakan antara kebutuhan dan keinginan. Kalau kita terus memuaskan keinginan, uang kita habis untuk konsumsi, bukan berkembang lewat investasi,” ujarnya tegas.

Dalam pesannya kepada anak muda yang masih ragu memulai investasi, Ryan menegaskan bahwa masa depan adalah tanggung jawab pribadi.

“Masa kini tanggung jawab kita, masa depan juga tanggung jawab kita. Jangan berharap anak yang menanggung hidup orang tua, karena itu bisa menciptakan generasi yang terbebani. Jadi, investasilah sejak muda agar hidup kita tidak bergantung pada siapa pun,” tutupnya.

Artikel ini juga dapat dibaca di Majalah Digital Kabari Edisi 219

Simak liputan Kabari dibawah ini