Tak banyak desainer Indonesia pernah ikut dalam ajang fashion Los Angeles Fashion Week (LAFW). Namun desainer muda asal Surabaya Xiao Fen dengan brand Xiao Fen Couture merupakan suatu pengecualian. Di LAFW, Xiao berhasil mencuri perhatian.

Di ajang yang digelar pada tanggal 6-10 Oktober 2022 di Lighthouse ArtSpace LA ini Xiao Fen menampilkan deretan koleksi terbaiknya dengan tema “Wildest Dreams. Tema “Wildest Dreams” yang diusung Xiao terinspirasi dari flower fantasy dengan total 16 look yang ditampilkan olehnya.

“Bunga merupakan makhluk hidup yang paling sering dlihat di sekeliling kita,  memiliki keunikan dan kecantikan masing-masing di setiap jenisnya. Maka dari itu saya memiliki kertertarikan untuk menunjukkan semua elemen tersebut di LAFW ,” kata  Xiao Fen kepada KABARI.

Sejurus dengannya, Los Angeles merupakan salah satu kota simbol diversity di mana banyak berbagai jenis etnik yang tinggal di sini dan setiap etnik memiliki kecantikan mereka sendiri sesuai dengan keunikannya masing-masing, sama halnya dengan bunga yang memiliki kecantikan di setiap jenisnya.

Waktu persiapan yang diperlukan Xiao sekitar 8 bulan untuk event ini karena banyaknya handwork details yang memakan waktu sangat lama. Tetapi semua kelelahannya  terbayarkan dengan respon positif dari audiens. 

“Mereka menunjukkan kertertarikan kepada design saya,” imbuhnya.

Dirinya juga tidak menyangka runway show-nya dihadiri oleh Miss California 2022 Tiffany Johnson, Miss Grand Florida 2022 Florence Garcia, dan Top Miss Russia 2019. Mereka bahkan meminta untuk mengenakan gaun buatan Xiao. Tetapi karena sebelumnya tidak ada persiapan dari Indonesia, Xiao tidak membawa gaun lebih yang dapat dikenakan oleh mereka.

Ya! Xiao bangga mendapat undangan untuk mengikuti LAFW dan mendapat dukungan dari berbagai pihak. Xiao bercerita sebenarnya dirinya telah diundang untuk mengikuti LAFW yang digelar pada Maret 2020 lalu. Tapi 10 hari sebelum keberangkatan, terjadilah pandemi dan terpaksa harus ditunda. 

“Akhirnya pada kesempatan kali ini saya merasa sudah waktunya untuk memenuhi undangan tersebut,” tuturnya.

Sebagai designer Indonesia yang mengikuti LAFW, Xiao berharap karyanya dapat menginspirasi dan juga membanggakan nama Indonesia.  Xiao pun mendapatkan beberapa undangan untuk mengikuti London Fashion Week, New York Fashion Week dan Paris Fashion Week. 

“Saya berharap di waktu mendatang saya memiliki kesempatan untuk memenuhi undangan tersebut,” pungkas.

Xiao Fen Couture

Bicara soal dunia fashion, Xiao Fen sudah mengenalnya dari kecil. Bakat mendesain gaun sudah muncul sejak dia berusia belia. Dari kecil, Xiao suka melakukan mix and match baju boneka-boneka.

Bertambahnya usia, dia lalu membuatkan bonek-boneka itu baju.  Singkat cerita, Xiao dewasa mengambil studi di bidang fashion design di Shanghai, Raffles Design Institute dan memperdalam lagi di London, Central Saint Martin.

Sepulangnya dari studi, Xiao langsung berkecimpung di fashion tanah air dengan brandnya bernama Xiao Fen Couture. Xiao Fen Couture fokus di dunia couture dan bridal. Xiao lebih menyukai couture karena dirinya menyukai sesuatu yang detail dan bisa lebih berimajinasi dalam proses tersebut.

Selain itu XiaoFen Couture juga memiliki line ready-to-wear lebih tepatnya High End RTW dengan nama ” XSignature byXiaoFen ,” tetapi tetap tidak lepas dari image of XiaoFen Couture yang “elegant yet chic”. XSignature adalah versi simple dari XiaoFen Couture. Untuk acara party yang lebih casual dan dress-dress dengan sentuhan detail yang ringan.

“Tetapi yang saya suka dari dunia couture adalah karena saya bisa bebas berkreasi untuk mengeluarkan segala yang saya ingin tunjukkan tanpa limit, “Because it’s couture”,” kata Xiao Fen.

Nah, di tahun 2018 menjadi tahun yang spesial bagi Xiao. Pasalnya, perempuan kelahiran Surabaya, 3 Desember 1990 ini  menjalin kerjasama dengan Jessica Minh Anh.

Jessica Minh Anh seperti diketahui merupakan supermodel dan produser fashion di balik beberapa proyek paling inovatif di dunia.  Kesempatan itu bagaikan impian yang jadi nyata buat Xiao Fen. Sebab, Jessica Minh Anh dikenal suka mengadakan peragaan busana di tempat-tempat ikonik dunia.

Jessica menghubungi dirinya secara pribadi. Dia kirim e-mail dan suka sama gaun-gaun rancangannya. Setelah memperlihatkan profil dan portofolio,

Xiao Fen langsung menerima undangan dari Jessica Minh Anh Model Management (JMM Paris) untuk menjadi salah seorang desainer dalam salah satu event Sky-high Ocean Catwalk yang didakan di kapal pesiar Costa neoRomantica di perairan Hongkong.

Di event itu, Xiao Fen mengangkat tema Enchanted Spell yang terinspirasi dari film dongeng fantasi serta detail pada bentuk kapal pesiar,  gaun dengan detail cutting dan aplikasi yang edgy. Seluruh busananya dikerjakan Xiao Fen dengan jahitan tangan selama empat bulan.

Rancangan Xiou saat itu dipertontonkan kepada awak media fashion internasional, pengamat fashion, dan konsulat jendral dari enam negara yang desainernya terpilih. Yakni, Amerika Serikat, Peru, Brazilia, Monako, Pakistan, dan Konsulat Jendral Republik Indonesia (KJRI) di Hongkong.

Menjadi desainer Internasional menjadi mimpi Xiao Fen.  Tapi bagi dirinya, semua memerlukan proses, tidak ada sesuatu yang terjadi secara instan.

 

“Saya memulai ini semua dari awal dan saya masih harus terus belajar, berkarya dan juga memiliki goals yang saya tulis di buku saya. Saya memiliki target apa saja yang harus dicapai setiap tahunnya Banyak impian yang belum terwujud. Masih banyak hal yang ingin saya capai,” pungkasnya.