Menyandang gelar Mrs Universe Pacific 2025, Lyss Roberts bukan hanya tampil anggun dan berkelas di setiap kesempatan, tetapi juga memancarkan nilai-nilai luhur dari tanah kelahirannya, Indonesia. Kini menetap di Australia, Lyss akan menjadi perwakilan kawasan Pasifik di ajang Mrs Universe ke-48 yang akan digelar pada 1–8 Oktober di Manila, Filipina.
Namun, lebih dari sekadar gelar dan mahkota, Lyss adalah sosok dengan komitmen tinggi terhadap pemberdayaan perempuan, advokasi sosial, dan semangat filantropi. Dari memproduksi kontes kecantikan demi amal hingga menjadi donatur untuk program pengobatan preventif, Lyss membuktikan bahwa platform ratu kecantikan bisa menjadi alat perubahan yang nyata.
Dalam wawancara eksklusif berikut bersama Kabari, Lyss berbagi perjalanan, tantangan, dan makna yang ia temukan di ajang internasional bergengsi ini.
Bisa diceritakan bagaimana awal mula Anda terpilih sebagai delegasi resmi Mrs Universe yang mewakili Pacific?
Saya secara resmi ditawari gelar Mrs Universe Pacific setelah mengikuti proses audisi online, yang meliputi pengiriman beberapa video dan foto, serta pemeriksaan latar belakang yang menyeluruh. Proses ini mencakup keterlibatan saya dalam kegiatan komunitas, kerja advokasi, penghargaan yang pernah saya terima, dan profil kepribadian saya secara lengkap. Saya juga beruntung mendapat dukungan dari dua mantan Ratu yang luar biasa. Karena saya adalah warga negara Indonesia yang tinggal di Australia, organisasi merasa bahwa gelar Mrs Universe Pacific adalah yang paling cocok untuk saya, karena menghormati akar budaya saya sekaligus wilayah tempat saya tinggal sekarang.
Apa motivasi terbesar Anda untuk mengikuti ajang Mrs Universe?
Motivasi terbesar saya mengikuti Mrs Universe adalah untuk menjadi wanita yang serba bisa dalam sikap dan keterampilan, serta mewakili negara dan wilayah saya sebagai versi terbaik dari diri saya, dan memberikan 110%.
Saya melihat ajang pageant bukan hanya tentang penampilan di atas panggung, tapi lebih tentang kualitas seorang wanita di luar panggung. Ini tentang menjadi wanita yang tidak hanya cantik, tapi juga serba mampu, baik hati, dan tangguh.

Para wanita di ajang Mrs Universe telah menjalani berbagai suka dan duka dalam hidup. Mereka sudah mengalami jatuh bangun dalam karier, membangun dan membangun kembali usaha, membesarkan keluarga, dan bangkit selalu menjadi wanita yang lebih kuat dan penuh percaya diri. Saya antusias untuk terhubung dengan para wanita luar biasa dari seluruh dunia bukan untuk bersaing, tetapi untuk merayakan siapa diri kita yang telah kita jadi.
Sebagai keturunan Indonesia, apa makna personal yang Anda rasakan dari kepercayaan ini?
Saya bermigrasi ke Australia pada usia muda 14 tahun, namun saya tetap merasa sangat bangga menjadi orang Indonesia. Kesopanan, senyuman hangat, kelembutan hati, dan semangat membantu satu sama lain adalah nilai-nilai yang saya belajar dari bangsa Indonesia yang saya pegang teguh dan akan bawa ke Mrs Universe.
Saya selalu memiliki kerinduan yang dalam untuk tetap terhubung dengan akar budaya saya, dan karena itu, dalam Pacific di panggung internasional terasa sangat berarti untuk saya personally, mengibarkan bendera Merah Putih dan dengan bangga mengenakan kebaya sebagai kostum nasional saya.
Apa tantangan terbesar yang Anda hadapi selama proses seleksi dan persiapan ini?
Tantangan terbesar saya adalah menjaga keseimbangan antara berbagai peran yang saya punya sebagai investor properti aktif, kreator konten, istri, sambil tetap konsisten dalam menjaga gaya hidup sehat, kebugaran fisik, kegiatan advokasi, persiapan berbagai wardrobe untuk program 8 hari, catwalk, kesehatan mental, dan keterampilan komunikasi.
Mrs Universe dikenal sebagai ajang yang mengangkat isu-isu sosial. Apa isu yang ingin Anda perjuangkan melalui platform ini?
Perjalanan filantropi saya dimulai jauh sebelum saya mengenakan mahkota Mrs Pacific Universe. Sebagai seorang yang sejak lama mencintai dunia pageant, saya memproduksi ajang Miss Heart of Asia di Perth, Western Australia, selama tiga tahun berturut-turut, dan 100% dari hasil acara didonasikan untuk sebuah tempat perlindungan bagi perempuan yang mengalami kekerasan. Ini adalah proyek yang dipimpin oleh perempuan, untuk membantu perempuan lainnya.
Pada tahun 2018, saya menjadi donatur reguler untuk The Fred Hollows Foundation, sebuah organisasi internasional yang fokus mengobatkan dan mengakhiri kebutaan yang bisa dicegah. Saya bahkan mendapat kehormatan bertemu langsung dengan para dokter lapangan untuk mengucapkan terima kasih atas dedikasi mereka.
Dulu, saya lebih banyak mendukung berbagai gerakan dari balik layar, tapi sekarang saya memilih untuk tampil di depan, memimpin dan menginspirasi orang lain untuk ikut berbagi. Melalui suara saya, platform saya, dan tindakan nyata saya, saya ingin menciptakan gelombang perubahan karena bagi saya, menjadi seorang ratu bukan tentang dilihat orang, tapi tentang melihat orang lain dan mengangkat mereka.
Saya juga merupakan pendukung kuat dalam literasi keuangan perempuan, cinta diri, dan nilai diri. Saya mendorong para perempuan untuk terus belajar, berkembang, dan berinvestasi dalam masa depan mereka sendiri.

Apa pesan yang ingin Anda sampaikan kepada perempuan Indonesia melalui keikutsertaan Anda di ajang ini?
Saya berharap perempuan Indonesia akan melihat perjalanan hidup saya dan menyadari bahwa kehebatan tidak hanya datang dari kecantikan, tetapi juga dari investasi dalam keterampilan hidup, kasih sayang, dan kekuatan batin yang menyeimbangkan kelembutan dengan ketegasan dan kekuatan di berbagai bidang.
Saya ingin setiap perempuan Indonesia tahu bahwa ke mana pun hidup membawa Anda, penting untuk terus berinvestasi pada diri sendiri. Penting untuk jadi street smart dan book smart, memelihara pertumbuhanmu, kepercayaan diri, dan kemampuan Anda untuk membuat dampak yang berarti. Inilah pesan yang ingin saya sampaikan di ajang Mrs Universe.
Artikel ini juga dapat dibaca di Majalah Digital Kabari Edisi 215

