Peringatan Hari Tenun Nasional yang jatuh setiap tanggal 7 September menjadi momen untuk mengapresiasi serta melestarikan kain tenun sebagai warisan budaya bangsa.
Pemilik Batik dan Tenun Rolla, Iriane Chairini Megahwati, memaknai peringatan ini sebagai bentuk apresiasi terhadap nilai seni dan sejarah yang terkandung dalam setiap helai kain tenun, sekaligus sarana untuk mendorong pemberdayaan perempuan.
“Melalui Batik Tenun Rolla, kami tidak hanya membuat kain bermotif khas, tetapi juga mengajarkan keterampilan menenun kepada tetangga sekitar agar mereka berdaya dan memiliki penghasilan,” ujar Iriane.

Sebagai produsen batik dan tenun khas Jember, Batik Tenun Rolla dikenal dengan ciri khas motif Tembakau.
Untuk terus menjangkau pasar yang lebih luas, Rolla mengembangkan strategi inovatif seperti menciptakan motif kontemporer untuk generasi muda, menghadirkan koleksi kapsul recycle bagi pecinta zero waste, serta memanfaatkan pewarna alami.
Meski begitu, usaha ini tidak lepas dari tantangan. Proses produksi yang memakan waktu lama menuntut kesabaran dalam menciptakan motif, sementara di sisi lain, masyarakat masih cenderung menilai kain hanya dari harga tanpa memperhatikan tekstur dan nilai seni tenun ikat.
“Kami terus berinovasi agar tenun bisa lebih diterima masyarakat, misalnya dengan menghadirkan produk pakaian jadi. Harapannya, kain tenun ATBM dapat lebih dikenal, dihargai, dan disadari memiliki nilai jual tinggi karena proses pembuatannya yang rumit,” tambahnya.

Batik Tenun Rolla berdiri sejak 26 Februari 2010, didirikan oleh Iriane Chairini Megahwati. Nama Rolla diambil dari nama ayahnya, seorang eksportir tembakau ternama Jember pada 1940-an hingga 1980-an.
Meski berbeda bidang usaha, Iriane ingin melestarikan warisan keluarga melalui batik bermotif tembakau yang melambangkan keberanian dan harapan.
Kini, Batik Tenun Rolla menghadirkan berbagai produk mulai dari kain hingga pakaian ready to wear dengan tagline “limited handwriting pattern”, dikerjakan secara terampil oleh ibu-ibu. Produk yang ditawarkan meliputi batik cap, semi tulis, batik tulis, tenun ikat, hingga tenun batik.
Sumber Foto: Istimewa
Baca Juga:
- 80% Masyarakat Indonesia Merasakan Tekanan Biaya Hidup
- Vero dan BurdaLuxury Ungkap Bagaimana Fine Dining Mewah di Asia Tenggara Membentuk Gaya Hidup melalui Studi Terbaru
- Kelainan Saluran Kemih Anak Bisa Dideteksi Sejak Dalam Kandungan
- 5 Cara Tingkatkan Keamanan Siber di Era Digital
- Lugia Rilis Single Baru, Memberi Cinta

