Dalam rangka memperingati Hari Tenun Nusantara, digelar sebuah perayaan bertajuk “LIVING HERITAGE: CULTURE MOTION”.

Acara ini menjadi simbol bagaimana warisan budaya bangsa, khususnya tenun, dapat terus hidup, berkembang, dan bertransformasi seiring dengan kreativitas generasi muda Indonesia. Perayaan ini menggabungkan unsur seni, budaya, dan fashion modern, menghadirkan sinergi yang kaya makna sekaligus mengukuhkan tenun sebagai identitas budaya yang relevan lintas zaman.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Pusat Pelatihan Kerja Pengembangan Industri (PPKPI) Jakarta, La Varesh Talent Academy, Percantik Indonesia by Yunichan, dan Green Pramuka Square, dengan dukungan penuh dari Bumi Wastra Nusantara (BWN).

Acara dibuka dengan sambutan dari Kepala Dinas PPKPI Jakarta, Siti Jamharoh, S.Sos., M.Si., yang diwakili oleh Faiz Ajri, S.T., dilanjutkan oleh sambutan Direktur PT Bumi Wastra Nusantara, Jumarni Fare, S.S., M.M., serta perwakilan dari Green Pramuka Square.

Dalam sambutannya Jumarni Fare mengatakan, melalui acara ini tidak hanya merayakan keindahan wastra Nusantara, tetapi juga memberikan ruang ekspresi bagi generasi muda, khususnya Gen Z untuk tampil percaya diri dan bangga mengenakan busana tradisi. Lebih dari itu, ini adalah wadah menghubungkan warisan budaya dengan kreativitas masa kini.

“Ajang ini tidak hanya menjadi ruang bagi generasi muda untuk berkompetisi, tetapi juga sebagai sarana menambah pengalaman, mengasah keterampilan serta membangun apresiasi terhadap dunia fashion berbasis wastra nusantara dan semoga langkah kecil di panggung hari ini menjadi awal dari perjalanan di masa depan mereka,” tuturnya.

Rangkaian acara berlangsung dimulai dengan penampilan Tari Ondel-Ondel oleh Arts of Ceria yang dibawakan secara penuh semangat oleh anak-anak difabel. Penampilan ini tidak hanya menggugah, tetapi juga memberikan pesan mendalam tentang inklusivitas, bahwa budaya dan seni adalah ruang bagi semua kalangan tanpa terkecuali.

Suasana semakin syahdu dengan hadirnya lomba puisi bertema kebangsaan, budaya, dan harapan masa depan. Peserta menghadirkan kata-kata yang sarat makna dan inspirasi, dilanjutkan dengan penampilan vokal indah dari Nadia yang menambah nuansa intim di tengah kemeriahan acara.

Catwalk competition kemudian digelar, menjadi panggung ekspresi bagi generasi muda untuk menunjukkan bakat, rasa percaya diri, serta ketertarikan besar mereka pada dunia fashion.

Sebagai puncak acara, digelar fashion show megah yang menghadirkan karya-karya desainer dengan tema “Budaya dan Modernitas”. Model-model dari La Varesh Talent Academy, sebuah akademi talenta di bawah naungan PT Bumi Wastra Nusantara, tampil membawakan koleksi dari Percantik Indonesia by Yunichan, La Varesh Fashion Academy, PPKPI Tenun, dan PPKPI Batik. Koleksi tersebut berhasil memadukan tenun dan batik tradisional dengan gaya kontemporer, menghadirkan busana yang elegan, dinamis, serta mencerminkan karakter generasi masa kini.

La Varesh Talent Academy sendiri menjadi salah satu sorotan dalam acara ini. Akademi ini tidak hanya memberikan pelatihan modelling, tetapi juga mengembangkan potensi di bidang desain mode, fotografi, tari, hingga make-up artist.

 Melalui pendekatan yang komprehensif, La Varesh berkomitmen membina kepercayaan diri, personal style, pemahaman fashion, serta membentuk talenta yang siap berkompetisi di tingkat nasional maupun internasional. Dengan program berbasis praktik langsung (hands-on training) dan dukungan mentor profesional, akademi ini berfungsi sebagai jembatan yang memadukan pendidikan kreatif dengan standar industri global.

Kualitas acara diperkuat dengan kehadiran dewan juri berpengalaman, di antaranya Tony sebagai koreografer profesional dan pelatih kelas basic modelling, Jumarni Fare selaku pendiri La Varesh Talent Academy, Devi Nenny Ayudya sebagai entrepreneur sekaligus Putri Bunga Nasional 1997, serta Dede Ratu, artis senior dan pengusaha.

 Keempatnya memberikan penilaian objektif yang membangun, sekaligus menjadi inspirasi bagi seluruh peserta untuk terus berkembang.

Kesuksesan acara ini juga ditopang oleh dukungan dari berbagai pihak, di antaranya Bumi Wastra Nusantara (BWN), Arts of Ceria, Dewi’s House, Alqamar, Owden, Kathaya Bakery, Ina Cookies, Warung Bersaudara by Zunta, dan Tikum Juice.

“Semoga acara ini dapat menjadi wadah inspirasi, mempererat kolaborasi dan menunjukkan rasa bangga terhadap warisan budaya Nusantara. Dengan dukungan berbagai pihak, kita percaya bahwa seni, budaya, dan sastra Indonesia akan terus berkembang dan mendunia,” tukas Jumarni.

Artikel ini juga dapat dibaca di Majalah Digital Kabari Edisi 218.

Simak liputan Kabari dibawah ini,