Dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun Senayan City yang ke-19, Senayan City Mall menggelar sederet perhelatan mode yang dikemas dalam Fashion Nation XIX. Salah satu yang menarik perhatian adalah kolaborasi Indonesian Fashion Designer Council (IFDC) dengan Bakti Budaya Djarum Foundation yang menghadirkan parade fashion dengan tajuk Kanvas Budaya.
Kanvas Budaya hadir sebagai suatu wadah ekspresi kreativitas di mana 25 desainer anggota IFDC menjadikan Batik Kudus sebagai kanvas ekspresi mereka. dipadu dengan nuansa warna putih yang diibaratkan sebagai kanvas kosong perlambang wastra nan inklusif, lentur, dan tetap relevan dengan modernitas.
Adapun Batik Kudus yang ditampilkan ada 2 jenis, yakni batik tulis dan batik cap. Dalam Kanvas Budaya, para perancang mode diajak untuk menggali motif, tekstur, dan sejarah Batik Kudus. Dengan kekhasan mereka masing-masing, para desainer IFDC menuangkan interpretasi mereka dalam bentuk karya fashion yang kontemporer namun tetap selaras dengan warisan budaya.

Parade fashion Kanvas Budaya diikuti oleh 25 anggota IFDC, antara lain Andreas Odang, Adeline Esther, Carmanita, Chossy Latu, Danny Satriadi, Denny Wirawan, Didi Budiardjo, Eddy Betty, Era Soekamto, Eridani, Ghea Panggabean, Hian Tjen, Ivan Gunawan, Liliana Lim, Mel Ahyar, Monica Ivena, Priyo Oktaviano, Rama Dauhan, Ria Miranda, Sebastian Gunawan, Stella Rissa, Wilsen Willim, Yogie Pratama, Yongki Budisutisna, dan Yosafat Dwi Kurniawan.
Tujuan dari kolaborasi kali ini tidak lain adalah untuk mengangkat Batik Kudus ke panggung yang lebih luas, serta menggabungkan keindahan tradisional dan inovasi modern melalui medium fashion. Di samping itu, Kanvas Budaya juga diharapkan dapat menjadi ruang bagi para desainer IFDC untuk bereksperimen dalam menjalin sinergi antara mode dan budaya.
Bukan hanya soal fashion, Kanvas Budaya juga menjadi ruang dialog visual antara masa lalu dan masa depan, antara tangan-tangan ahli pengrajin dan imajinasi desainer, antara Batik Kudus yang kaya akan makna. IFDC dan Bakti Budaya Djarum Foundation berharap karya-karya ini dapat menginspirasi apresiasi yang lebih dalam terhadap budaya kita, serta menunjukkan keberlangsungan warisan tradisi yang tetap hidup dan berkembang.

Lelang dan Amal Kanvas Budaya
Sebagai wujud nyata kepedulian sosial, seluruh karya yang dipresentasikan dalam Kanvas Budaya akan dilelang pada hari yang bersamaan. Hasil lelang tersebut akan didonasikan melalui Yayasan Andien Peduli Sesama untuk mendanai calon Sekolah Anak Percaya di Kampung Apung, Muara Angke, Jakarta Utara. Kawasan ini dikenal sebagai kampung nelayan, di mana sebagian besar penduduknya bekerja sebagai nelayan kerang hijau. Banyak dari mereka, baik anak- anak hingga orang dewasa, mengalami putus sekolah.
Melalui dukungan dari donasi ini, akan dibangun sistem pendidikan berbasis kejar paket (Paket A, B, C), sehingga para penduduk Kampung Apung yang tidak sempat menyelesaikan sekolah dapat melanjutkan kembali pendidikan mereka dan memperoleh ijazah sesuai level masing-masing.
Sumber Foto: Stanley Chandra
Baca Juga:
- 80% Masyarakat Indonesia Merasakan Tekanan Biaya Hidup
- Vero dan BurdaLuxury Ungkap Bagaimana Fine Dining Mewah di Asia Tenggara Membentuk Gaya Hidup melalui Studi Terbaru
- Kelainan Saluran Kemih Anak Bisa Dideteksi Sejak Dalam Kandungan
- 5 Cara Tingkatkan Keamanan Siber di Era Digital
- Lugia Rilis Single Baru, Memberi Cinta

