Konser amal bertajuk Simfoni Harapan Sahabat Istimewa yang digelar pada 7 Desember 2025 di Medan menghadirkan suasana penuh haru dan kebanggaan.
Acara tersebut digagas oleh Lions Club Medan Kesawan dan turut melibatkan Vens Club Music School dari Jakarta. Melalui panggung musik, kegiatan ini menjadi ruang bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) untuk menampilkan kemampuan mereka dan menunjukkan bahwa keterbatasan tidak menghalangi prestasi.
Owner Vens Club Music School, Veny Lie, menjelaskan bahwa keikutsertaan mereka berawal dari undangan pihak penyelenggara.

“Kebetulan pihak Lions Club Medan mengadakan konser amal Simfoni Harapan Sahabat Istimewa. Kami menggelar konser tersebut pada 7 Desember 2025. Sebenarnya tidak ada agenda khusus yang terjadwal, tetapi setiap tahun pada tanggal 3 Desember itu adalah Hari Disabilitas Internasional,” ujarnya.
Acara ini digerakkan oleh kolaborasi beberapa pihak, termasuk lembaga yang konsisten mendampingi penyandang disabilitas.
“Konser kemarin itu Lions Club Medan Kesawan yang menyelenggarakan, dan pelaksananya adalah Medan Music serta Vens Club dari Jakarta. Ada juga perwakilan dari Pusat Rehabilitasi Harapan Jaya Disabilitas Fisik,” jelas Veny.

Lebih dari sekadar pertunjukan, konser ini membawa pesan mendalam mengenai inklusivitas dan potensi.
“Kami ingin menunjukkan bahwa Anak Berkebutuhan Khusus itu tidak lemah. Mereka bisa, dan bisa sekali tampil seperti anak-anak lainnya,” tegas Veny.
Ia juga menambahkan bahwa musik menjadi bahasa universal yang menyatukan siapa saja tanpa melihat perbedaan.
“Musik itu bersifat umum, siapapun dapat memainkan dengan baik asalkan dilatih. Ada pepatah yang mengatakan, usaha tidak mengkhianati hasil,” lanjutnya.
Terkait harapan dari konser tersebut, Veny menekankan pentingnya dukungan keluarga untuk perkembangan anak.

“Yang diharapkan adalah para orang tua jangan cepat putus asa atau kurang percaya diri karena anak memiliki kekurangan. Mari mencoba berbagai terapi untuk mengasah perkembangan anak supaya mereka bisa tampil membanggakan keluarga,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa kegiatan bermusik juga dapat menjadi sarana terapi positif bagi ABK.
“Semoga anak-anak bisa terus beraktivitas positif sehingga orang tua tidak berkecil hati lagi.”
Simak liputan Kabari dibawah ini.
Sumber Foto: Istimewa
Baca Juga:
- “Tribute to Erros Djarot” – Musisi Lintas Generasi Rayakan Karya-Karya Sang Maestro di Java Jazz Festival 2026
- 25 Tahun Janji Suci Yovie & Nuno
- Jon Batiste Tampil Berkilau di Java Jazz Festival 2026
- Mahasiswi UIC College Rilis Lima Lagu dan Garap Soundtrack Film di Tengah Kesibukan Kuliah
- DWP2026 Kembali ke Tempatnya Semula

