Dunia hiburan anak Indonesia menghadirkan talenta unik lewat sosok muda berbakat, Afsheena Zerina Sofialdin.
Dikenal sebagai ventriloquist, penyanyi, hingga host cilik, Afsheena memulai perjalanannya dari kecintaan sederhana terhadap seni sejak usia dini.
“Aku Afsheena. Sejak kecil aku memang suka dunia seni, mulai dari bernyanyi, magic, modelling, menggambar, make up/face painting, akting, host, hingga story telling,” ujarnya. Ketertarikan itu berkembang ketika ia mulai menggunakan boneka dalam aktivitas story telling.
“Dari situ aku mulai tertarik dengan ventriloquist, karena menurut aku seru sekali ketika boneka bisa terlihat seperti hidup dan punya karakter sendiri,” tambahnya.
Bakat unik ini sudah mulai diasah sejak usia sangat belia. “Aku mulai belajar sejak masih kecil, usia 4 tahun. Awalnya hanya mencoba-coba menirukan suara boneka dan belajar berbicara tanpa banyak menggerakkan mulut,” jelas Afsheena.
Seiring waktu, ia semakin serius mengembangkan kemampuannya hingga mampu tampil percaya diri di berbagai panggung.
Baginya, ventriloquism bukan sekadar hiburan, tetapi juga media komunikasi kreatif. “Karena ventriloquist itu unik dan menyenangkan. Kita bisa membuat karakter boneka yang lucu, bercanda dengan penonton, bahkan menyampaikan pesan yang baik lewat cerita bersama boneka,” katanya.
Perjalanan belajar Afsheena pun tidak instan. Ia mengaku banyak belajar secara mandiri dengan dukungan penuh dari keluarga.
“Aku pertama kali mengenal ventriloquist dari menonton pertunjukan dan video, aku banyak belajar secara otodidak, latihan sendiri di rumah bersama boneka,” tuturnya. Hingga akhirnya pada 2021, ia bergabung dengan komunitas Ventriloquist Indonesia (Ventindo) untuk memperdalam kemampuannya. Tantangan terbesar yang dihadapi pun cukup kompleks.
“Tantangan terbesar adalah mengontrol gerakan mulut supaya tidak terlihat saat berbicara, membuat suara boneka berbeda dari suara asli kita, sinkronisasi dan artikulasi. Itu butuh latihan yang cukup lama,” ungkapnya.
Dalam setiap penampilannya, Afsheena menghadirkan karakter boneka yang khas, salah satunya bernama Sky. “Sky itu lucu, kadang sedikit usil, tapi sebenarnya baik hati. Dia sering bertanya hal-hal yang polos dan membuat percakapan di panggung jadi lebih seru,” jelasnya. Interaksi inilah yang membuat penampilannya terasa hidup dan dekat dengan penonton, khususnya anak-anak.
Tak hanya fokus pada ventriloquism, Afsheena juga aktif di berbagai bidang seni lainnya. “Selain ventriloquism, aku juga suka menyanyi, menjadi host, magic, akting, make up/face painting, design baju, menggambar, main musik dan membuat konten hiburan,” katanya. Beragam pengalaman pun telah ia raih, mulai dari menjadi host di berbagai program televisi seperti Tawa Satwa di RTV hingga Main Bareng Entong di RCTI+, hingga membintangi film anak sebagai pemeran utama.
Dari sekian banyak pengalaman, momen paling berkesan bagi Afsheena justru datang dari respons penonton.
“Yang paling berkesan adalah saat melihat penonton tertawa dan menikmati penampilan aku bersama Sky, terutama anak-anak. Itu membuat aku semakin semangat untuk terus berkarya,” ujarnya.
Ke depan, Afsheena memiliki mimpi besar untuk mengembangkan seni ventriloquism di Indonesia.
“Aku berharap bisa terus mengembangkan ventriloquism di Indonesia dan membuat lebih banyak pertunjukan serta konten yang menghibur, sekaligus membawa pesan positif untuk anak-anak,” tutupnya.
Sumber Foto: Istimewa
Baca Juga:
- Kelainan Saluran Kemih Anak Bisa Dideteksi Sejak Dalam Kandungan
- 5 Cara Tingkatkan Keamanan Siber di Era Digital
- Lugia Rilis Single Baru, Memberi Cinta
- Konferensi Fermentasi Indonesia di La Maison de l’Indonésie Paris Promosikan Warisan Gastronomi Nusantara
- Kolaborasi AstraZeneca Indonesia dan Rumah Sakit Kanker Dharmais Perkuat Diagnostik Presisi Kanker Melalui NGS

