Pendiri Dian Kenanga Totok Aura (DKTA), Dian Kenanga, menegaskan penggunaan istilah “Totok Aura” dalam brand yang ia bangun bukan sekadar strategi pemasaran atau clickbait. Menurutnya, istilah tersebut memiliki makna mendalam yang merepresentasikan konsep terapi yang terstruktur.

“Bagi sebagian orang mungkin akan menduga bahwa penggunaan kata ‘Totok Aura’ hanya untuk memancing minat calon pengguna jasa, tapi sama sekali bukan,” ujar Dian Kenanga.

Ia menjelaskan “Totok Aura” merupakan manifestasi dari perpaduan dua metode terapi, yakni teknik totok atau akupresur dengan pengerahan tenaga prana atau tenaga dalam. Kombinasi ini diterapkan melalui pijat tekan pada titik-titik meridian di seluruh tubuh untuk merangsang sistem saraf.

“Terapi ini bertujuan menstimulasi titik saraf agar sistem tubuh dapat menemukan kembali ritme idealnya. Ketika keseimbangan itu tercapai, maka cakra tubuh menjadi sehat dan memunculkan pancaran energi atau aura positif sebagai efeknya,” jelasnya.

Lebih lanjut, Dian menyebut dominasi energi positif yang dihasilkan dari terapi ini dapat memberikan dampak pada penampilan seseorang tanpa perlu intervensi kosmetik berlebihan. “Pengguna jasa bisa terlihat lebih menawan secara alami, tanpa harus bergantung pada make up berlebih, bahan kimia, atau bahkan operasi,” tambahnya.

Selain manfaat kesehatan, terapi Totok Aura juga diklaim memiliki efek kosmetik alami, seperti membantu mengencangkan kulit, mengurangi potensi munculnya kantung mata, serta memperlambat tanda-tanda penuaan. Hal ini membuat pengguna terlihat lebih segar dan awet muda.

Dian Kenanga menegaskan  konsep yang ia kembangkan bukanlah sekadar istilah tanpa dasar, melainkan sebuah pendekatan terapi yang menggabungkan aspek kesehatan dan kecantikan dengan landasan keilmuan. “Kami ingin menyampaikan ‘Totok Aura’ adalah representasi dari konsep terapi yang utuh, bukan sekadar kata-kata tanpa makna,” pungkasnya.

Simak liputan Kabari dibawah ini