Organisasi Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa (OPK) Aji Saka menyelenggarakan kegiatan “Seminar Aksara” sebagai bagian dari Program Penguatan Lembaga Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Lembaga Adat yang didukung oleh Direktorat Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat (KMA), Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan literasi budaya generasi muda, khususnya dalam memahami dan mempelajari Aksara Kawi sebagai salah satu warisan intelektual dan budaya Nusantara yang memiliki nilai sejarah, filosofi, dan identitas kebangsaan yang tinggi.
Di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin pesat, keberadaan aksara kuno menghadapi tantangan serius dalam hal pelestarian dan keberlanjutan. Rendahnya akses terhadap pembelajaran aksara kuno, terbatasnya bahan ajar yang mudah dipahami, serta minimnya ruang edukasi yang menarik bagi generasi muda menjadi faktor yang menyebabkan semakin berkurangnya pemahaman masyarakat terhadap warisan budaya tersebut.
Melalui Seminar Aksara Kawi ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai sejarah perkembangan Aksara Kawi, nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya, serta pentingnya peran generasi muda dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya Nusantara.
Tidak hanya berhenti pada kegiatan seminar, program ini juga akan dilanjutkan dengan Pembelajaran Daring Aksara Kawi Dasar yang dirancang sebagai ruang belajar berkelanjutan bagi peserta. Melalui pembelajaran daring, peserta akan mendapatkan kesempatan untuk mempelajari teknik membaca dan menulis Aksara Kawi secara bertahap dan sistematis.
Selain itu, kegiatan juga dirangkai dengan Malam Manembah Puji Rahayu, sebuah kegiatan spiritual dan budaya yang menjadi sarana penghayatan nilai-nilai luhur kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sekaligus memperkuat karakter generasi muda dalam menjaga dan menghormati warisan leluhur.
Ketua Organisasi Aji Saka menyampaikan bahwa pelestarian aksara kuno tidak dapat dilakukan hanya melalui dokumentasi, tetapi juga harus dihidupkan kembali melalui proses pembelajaran yang melibatkan generasi muda secara aktif.
“Aksara Kawi bukan hanya warisan masa lalu, tetapi juga bagian dari identitas budaya bangsa yang perlu dipahami, dipelajari, dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Melalui kegiatan ini kami berharap lahir generasi muda yang memiliki kesadaran budaya serta mampu menjadi pelopor pelestarian warisan Nusantara,” ujarnya.
Kegiatan ini diikuti oleh generasi muda penghayat kepercayaan, pegiat budaya, komunitas literasi, serta masyarakat umum yang memiliki perhatian terhadap pelestarian budaya Nusantara.
Melalui rangkaian seminar, pembelajaran daring, dan penguatan nilai spiritual budaya, Organisasi Aji Saka berharap dapat membangun komunitas belajar yang berkelanjutan serta memperkuat peran generasi muda dalam menjaga keberlangsungan aksara dan budaya Nusantara di era modern.
Sumber Foto: Istimewa
Baca Juga:
- House of Tugu Old Town Jakarta Luncurkan De Tiger, Destinasi Baru Pecinta Sejarah dan Kuliner
- WtE Jadi Program Strategis Nasional, Negara Serius Tangani Sampah
- Pecinta Burger Wajib Tahu! Ini 30 Restoran Burger Terbaik di Dunia Tahun 2026
- Seminar Aksara Membangun Literasi Generasi Muda dalam upaya Pelestarian Warisan Budaya Nusantara
- Artscience Museum Dan Oceanx Mengajak Pengunjung Menjelajahi Dunia Bawah Laut Luar Biasa Yang Jarang Terlihat Oleh Manusia

