Di tengah pesatnya pertumbuhan bisnis kuliner, Pulomas Huis 16 Café & Resto hadir dengan konsep yang berbeda. Restoran yang berdiri sejak 2024 ini tidak hanya menawarkan hidangan tradisional khas Indonesia, tetapi juga menghadirkan suasana rumah yang hangat dan penuh kenangan. Berlokasi di kawasan Pulomas, restoran ini mengusung konsep “Kembali Pulang ke Rumah”, sehingga setiap pengunjung dapat merasakan kenyamanan layaknya berada di rumah sendiri.
Owner Pulomas Huis 16 Café & Resto, Nurul Komaril, mengungkapkan bahwa ide mendirikan restoran ini lahir dari kecintaan terhadap kuliner Nusantara bersama rekannya, Ibu Veronika Rina Konsep rumah klasik era 1980-an dipilih agar setiap tamu mendapatkan pengalaman bersantap yang berbeda.

“Konsep dari resto ini adalah Kembali Pulang ke Rumah. Kami mengusung tema masakan rumahan yang homey. Orang yang datang ke sini kami ingin merasa seperti memasuki rumah sendiri, bisa makan di dalam ataupun di area taman tersembunyi yang nyaman,” ujar Nurul.
Keunikan lainnya, Pulomas Huis 16 juga memberikan kesempatan kepada para pekerja lanjut usia untuk tetap berkarya. Menurut Nurul, kehadiran para manula menjadi nilai lebih karena mampu menghadirkan pelayanan yang hangat dan penuh perhatian.
“Kami mempekerjakan manula yang masih ingin berkarya. Jadi ketika tamu datang, mereka seperti disambut oleh seorang ibu di rumah sendiri,” katanya.

Pulomas Huis 16 menyajikan beragam menu khas Indonesia yang akrab di lidah masyarakat. Mulai dari Nasi Tempong, Sayur Asam, Soto Betawi, Rawon, Sop Iga, Bakso Gepeng, hingga aneka camilan seperti Pisang Goreng, Cireng, Risol, dan Pempek Palembang. Tak hanya itu, tersedia pula beragam minuman segar serta kopi untuk menemani waktu bersantai.
“Kami ingin menghadirkan makanan tradisional yang benar-benar terasa seperti masakan rumah. Semua menunya kami buat dengan cita rasa yang pas di lidah,” tutur Nurul.
Di antara berbagai menu yang tersedia, Nasi Tempong menjadi hidangan paling diminati. Restoran ini menawarkan berbagai pilihan lauk, mulai dari ayam kampung, ayam negeri, ikan nila hingga empal. Selain itu, Mie Ayam legendaris, Soto Betawi, dan Rawon juga menjadi favorit pelanggan.
Menurut Nurul, keunggulan Pulomas Huis 16 bukan hanya pada makanannya, tetapi juga suasana yang mendukung berbagai aktivitas. Restoran ini kerap menjadi lokasi pertemuan keluarga, reuni, arisan, hingga rapat kecil karena menawarkan suasana yang tenang dan nyaman.
“Di sini orang bisa makan sambil meeting, reuni, atau sekadar berkumpul dengan keluarga. Tempatnya tenang, nyaman, homey, bahkan tersedia fasilitas karaoke pada jam-jam tertentu,” jelasnya.
Dalam mengembangkan usaha, Pulomas Huis 16 lebih mengandalkan promosi dari mulut ke mulut yang kemudian diperkuat melalui media sosial seperti Instagram dan TikTok. Berbagai acara seperti arisan, halal bihalal, hingga gathering keluarga turut menjadi sarana memperkenalkan restoran kepada masyarakat.
Meski mengakui persaingan bisnis kuliner semakin ketat, Nurul memilih tetap optimistis. Baginya, konsistensi menjaga kualitas makanan, pelayanan, serta terus menghadirkan inovasi menjadi kunci agar usaha tetap bertahan.
“Yang penting fokus, sabar, dan selalu kreatif. Kami juga sering mengadakan workshop seperti merangkai bunga, membuat kue, hingga merajut supaya tempat ini terus hidup dan memberi manfaat,” ujarnya.

Lebih dari sekadar mengejar keuntungan, Nurul memiliki mimpi besar menjadikan Pulomas Huis 16 sebagai ruang berkumpul sekaligus rumah kreatif bagi masyarakat sekitar. Ia berharap restoran ini dapat dimanfaatkan oleh warga untuk berbagai kegiatan positif, mulai dari bazar UMKM hingga pelatihan keterampilan.
“Kami ingin rumah ini bukan hanya menjadi resto, tetapi juga menjadi rumah bagi masyarakat sekitar. Siapa pun bisa datang untuk berkegiatan selama membawa manfaat. Kami ingin tempat ini menjadi rumah ketenangan, tempat lahirnya berbagai kebaikan,” ungkapnya.
Meski banyak pelanggan yang berharap Pulomas Huis 16 membuka cabang baru, Nurul memilih fokus membesarkan usaha yang telah dirintisnya. Ia meyakini membangun bisnis kuliner membutuhkan proses, kesabaran, dan perhitungan yang matang.
“Untuk saat ini kami belum berpikir membuka cabang. Kami ingin Pulomas Huis 16 benar-benar melekat dulu di hati pelanggan. Membangun usaha kuliner tidak mudah, jadi semuanya harus dilakukan dengan penuh pertimbangan dan tetap semangat,” pungkasnya.
Simak liputan Kabari dibawah ini

