Setelah sukses beroperasi selama enam bulan di Bengkulu, Bakso Dapur Uwah resmi memperluas usahanya dengan membuka outlet kedua di Jakarta Timur. Kehadiran cabang baru ini menjadi langkah awal pengembangan bisnis kuliner yang dirintis oleh anak muda, Apen Dri Prasetio.
Menurut Apen, keunikan Bakso Dapur Uwah terletak pada cita rasa kuah dan sambalnya yang berbeda dari bakso pada umumnya. Perpaduan kuah gurih dengan sambal kuah pedas menjadi identitas yang ingin terus dipertahankan sebagai daya tarik utama bagi pelanggan.
“Keunggulan dari Bakso Dapur Uwah yang pertama itu kuahnya beda. Jadi kalau mencicipi Bakso Dapur Uwah pasti akan merasakan sensasi kuah yang berbeda. Selain itu, kami punya ciri khas sambal kuah pedas yang membedakan Bakso Dapur Uwah dengan bakso lainnya,” ujar Apen.
Bakso Dapur Uwah menghadirkan berbagai pilihan menu, mulai dari Bakso Rusuk, Bakso Tunjang, hingga Bakso Urat dengan berbagai ukuran. Dari sejumlah menu tersebut, Bakso Rusuk dan Bakso Tunjang menjadi favorit pelanggan.

“Menu best seller kami adalah Bakso Tunjang dan Bakso Rusuk. Untuk Bakso Rusuk, pelanggan benar-benar mendapatkan daging rusuk asli yang tidak dibalut adonan, sehingga bisa menikmati daging dan bakso dalam satu sajian,” katanya.
Di tengah ketatnya persaingan bisnis kuliner, Apen memilih untuk fokus menjaga kualitas rasa dan memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi. Menurutnya, konsistensi menjadi kunci agar produk tetap dikenal dan dipercaya konsumen.
“Kami bersaing secara sehat. Yang terpenting adalah konsisten menjaga rasa dan terus melakukan promosi. Saat ini media sosial menjadi salah satu cara yang efektif untuk memperkenalkan Bakso Dapur Uwah kepada masyarakat yang lebih luas,” jelasnya.
Meski demikian, tantangan terbesar yang dihadapi saat ini adalah memperkenalkan produk kepada masyarakat secara lebih luas. Apen mengakui bahwa membangun kesadaran merek membutuhkan waktu dan strategi yang tepat.
“Tantangannya adalah bagaimana mengenalkan produk kuliner ini kepada masyarakat. Kami ingin masyarakat tahu bahwa Bakso Dapur Uwah itu enak dan layak untuk dicoba,” ungkapnya.
Terkait rencana pengembangan usaha, Apen mengaku memiliki target membuka cabang baru di masa depan. Namun saat ini fokus utamanya adalah memperkuat operasional outlet yang sudah berjalan sebelum melakukan ekspansi lebih lanjut.

“Setiap usaha tentu harus berkembang. Ke depan ada rencana membuka cabang baru, tetapi sekarang kami fokus dulu membesarkan outlet yang sudah ada. Kalau sudah stabil dan ramai, baru kami siapkan langkah ekspansi berikutnya,” tuturnya.
Sebagai anak muda yang memilih terjun ke dunia bisnis kuliner, Apen mengaku memiliki ketertarikan besar terhadap dunia usaha. Baginya, bisnis merupakan sarana untuk berkembang sekaligus memberikan peluang yang lebih luas dalam mencapai tujuan hidup.
“Saya memang suka dunia kuliner dan senang berbisnis. Dari situ saya berpikir bahwa saya harus serius menekuni bisnis kuliner karena ini bidang yang saya sukai,” katanya.
Di akhir wawancara, Apen berpesan kepada generasi muda agar berani menggali potensi diri dan tidak takut memulai usaha dari hal-hal sederhana.

“Gali potensi yang ada dalam diri kalian dan jangan ragu untuk memulai sesuatu yang bisa berguna bagi masa depan. Kalau punya hobi memasak misalnya, mulailah dari usaha kecil atau UMKM. Kita tidak pernah tahu jalan kesuksesan datang dari mana kalau tidak berani mencobanya,” pesannya.
Apen berharap Bakso Dapur Uwah dapat terus berkembang dan hadir di berbagai daerah di Indonesia.
“Semoga Bakso Dapur Uwah bisa bertahan lama dan memiliki banyak cabang di seluruh Indonesia. Aamiin,” pungkasnya.
Simak liputan Kabari dibawah ini

