Di tengah derasnya arus teknologi yang merambah hampir semua aspek kehidupan, dunia fashion pun tak luput dari sentuhan kecerdasan buatan.
Namun desainer fashion Alben Ayub Andal mengatakan kreativitas manusia memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan kecerdasan buatan (AI) dalam menciptakan karya mode.
Menurutnya, sentuhan manusia memberikan emosi, intuisi, dan keunikan yang sulit digantikan oleh teknologi.
- Emosi dan Intuisi: Desainer manusia dapat memasukkan emosi dan intuisi dalam proses desain, sehingga menciptakan karya yang lebih personal dan unik.
- Pengalaman dan Pengetahuan: Desainer manusia memiliki pengalaman dan pengetahuan yang luas tentang fashion, sehingga dapat menciptakan karya yang lebih berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan konsumen.
- Kreativitas Tak Terbatas: Desainer manusia memiliki kemampuan untuk berpikir di luar kotak dan menciptakan karya yang benar-benar baru dan inovatif.
- Sentuhan Manusia: Desain fashion yang dibuat oleh manusia memiliki sentuhan manusia yang unik dan tidak dapat digantikan oleh AI atau digital.
- Keterlibatan Emosional: Desainer manusia dapat menciptakan karya yang memiliki keterlibatan emosional dengan konsumen, sehingga meningkatkan nilai dan makna dari produk fashion.
Meski begitu, Alben mengakui bahwa AI juga membawa kelebihan yang tidak kalah penting.
- Efisiensi: AI dapat membantu meningkatkan efisiensi dalam proses desain dan produksi fashion.
- Akurasi: AI dapat membantu meningkatkan akurasi dalam proses desain dan produksi fashion.
- Skalabilitas: AI dapat membantu meningkatkan skalabilitas dalam produksi fashion.
“Jadi, bukan berarti bahwa dunia desain fashion dengan kreativitas manusia pasti lebih baik dari AI atau digital, tetapi lebih kepada bagaimana kedua hal tersebut dapat saling melengkapi dan meningkatkan kualitas desain fashion, “ tuturnya.
Alben menambahkan dalam beberapa tahun terakhir, telah terlihat peningkatan penggunaan AI dalam desain fashion, seperti:
- Desain generatif: AI dapat membantu menciptakan desain fashion yang unik dan inovatif.
- Analisis tren: AI dapat membantu menganalisis tren fashion dan memprediksi kebutuhan konsumen.
- Produksi digital: AI dapat membantu meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam produksi fashion.
“Dengan demikian, kombinasi antara kreativitas manusia dan teknologi AI dapat membantu meningkatkan kualitas dan efisiensi dalam desain fashion,” pungkasnya.
Sumber Foto: Istimewa
Baca Juga:
- 80% Masyarakat Indonesia Merasakan Tekanan Biaya Hidup
- Vero dan BurdaLuxury Ungkap Bagaimana Fine Dining Mewah di Asia Tenggara Membentuk Gaya Hidup melalui Studi Terbaru
- Kelainan Saluran Kemih Anak Bisa Dideteksi Sejak Dalam Kandungan
- 5 Cara Tingkatkan Keamanan Siber di Era Digital
- Lugia Rilis Single Baru, Memberi Cinta

