Female Disc Jockey (DJ) yang satu ini masih muda dan berprestasi.  Menjadi seorang DJ baginya bukan sebatas profesi tetapi mengusung tujuan mulia; ingin mengubah image tidak semua female DJ harus tampil seksi di atas panggung sekaligus memberi kebahagiaan bagi para pendengarnya.

Yup! soal female DJ Indonesia yang tampil seksi saat di atas panggung lumrah banyak kita diketahui. Namun Ariella Canesya mengambil jalan yang beda, tidak semua female DJ harus menjadi seperti itu.  

“Kita bisa kelihatan seksi bukan karena harus pakai baju terbuka dengan baju yang sopan pun bisa terlihat seksi tetapi elegant juga, “Dressing well is a form of good manners”, tutur Canesya. “Semua ada segmen pasarnya tapi intinya mau menyajikan musik yang bagus atau malah merusaknya, semua tergantung orangnya.”

Baginya, kalau mau jadi DJ yang mengandalkan penampilan sepertinya mudah-mudah saja tetapi yang mengandalkan keterampilan dan kreatifitas itu yang jarang.

Dan menjadi seorang DJ itu banyak sisi positifnya. “Musik bisa membuat kita bahagia, mengolah musik menjadi DJ itu seperti seorang chef yang mengolah masakan jadi enak dan menyajikannya dengan indah sehingga value dari sebuah karya akan semakin bertambah.”

Banyak cara orang menunjukan kebahagiaannya saat musik dimainkan. Ini yang disebutnya sebagai sesuatu yang unik.  Canesya  mencontohkan  dapat membuat orang yang baru putus atau sedih jadi bahagia itulah sensasinya dan juga tampil di ribuan penonton yang excited dengan DJ dan masih banyak lagi.

Memberikan kebahagiaan yang sehat kepada para pendengarnya menjadi motivasi bagi dirinya.

“Mengobati orang dengan obat itu sudah biasa tapi bagaimana dengan musik yang saya ramu bisa menjadikan imunitas seseorang semakin tinggi, sehingga dapat mencegah sakit yang datang itu baru luar biasa (mencegah lebih baik daripada mengobati). Niat saya adalah bantu orang agar yang sakit lekas sehat dan yang belum sakit tambah kekebalan tubuhnya melalui musik.”

Kedua orang tua Canesya pun sangat mendukung apa yang dia lakukan.

Canesya mulai menapaki menjadi DJ secara professional sejak tahun 2017. Saat itu, dia masih SMA. Pada saat libur panjang, dia ingin mengisi waktu luang dengan berkegiatan positif. ’’Passion saya memang di musik. Saat itu musik-musik bergenre EDM, jungle, trap, R&B, dan lainnya sedang ngetren. Akhirnya saya tertantang mencoba menjadi DJ,” ujarnya

Canesya  lalu belajar secara Ootodidak. Menyukai musik dulu baru mempelajari apa yang disukai adalah kunci keberhasilan baginya. “Bahkan jika kita sudah menyukainya mencobanya akan semakin menarik dan mudah,” imbuhnya.

Sejauh ini Canesya sudah sering manggung di beberapa event. Biasanya event perusahaan, ulang tahun, pernikahan, dan acara mal. Meski masih muda, prestasinya tidak diragukan di dunia DJ.

Di 2021 Canesya pernah masuk TOP 100 DJ berpengaruh di Asia/Indonesia di urutan 65, memenangkan juara 2 HIN DJ Battle Champion Indonesia 2018, juara 3 Cardinal X DJ Competition Indonesia 2019 dan menciptakan lagu dengan judul “Sup Babe?” yang sudah masuk di beberapa platform music seperti Spotify, iTunes, Apple music, youtube, Soundcloud dan lainnya.

’’Sebagai DJ muda, saya cukup bangga sih bisa menduduki peringkat ke-65 DJane se-Asia,” kata Canesya

Meski sudah terjun di dunia hiburan menjadi seorang DJ, Canesya tetap tidak melupakan pendidikan. Saat ini perempuan kelahiran 11 September 2002 itu tercatat sebagai mahasiswa di Fakultas Kedokteran Universitas Surabaya (Ubaya). Bahkan, di kampus dia juga pernah menjadi finalis Duta FK Ubaya 2021.