Pandemi virus Corona sudah berjalan dua tahun. Pandemi pun memberikan dampak bagi semua orang. Tak terkecuali pada klinik kecantikan. Tak sedikit yang  gulung tikar. Banyak juga yang terus bertahan.  Salah satu klinik kecantikan yang menolak “mati” di masa pandemi ini adalah Light Skin Clinic Surabaya.
 
Light Skin Clinic terus berjalan walau tertatih. Owner Light Skin Clinic Dr. Nisfu Laily, mengatakan  Pandemi Virus Corona ini sangat berpengaruh bagi Light Skin Clinic. Omset pendapatan bulanan turun drastis hingga 60%.
 
“Perawatan kecantikan tidak menjadi hal yang prioritas kembali, semua fokus pemenuhan kebutuhan kesehatan tubuh dan kebutuhan pokok makanan,” tuturnya.

Sampai saat ini, kata Dr. Nisfu Laily,  customer yang datang ke Light Skin Clinic menurun kecuali pada pasien-pasien yang melakukan pengobatan tertentu yang urgent misal kasus jerawat yang infeksius, beberapa keluhan yang bisa ditunda mereka hanya melakukan pembelian produk baik secara online maupun offline.

“Ya, Light Skin berpikir keras bagaimana bisa survive menutup biaya operasional dan penggajian karyawan. Alhasil, penjualan klinik dialihkan dengan penjualan produk skincare secara online,” tambahnya.

Sejurus dengan penjualan produk skincare secara online, Light Skin  menambah varian produk baru, mengeluarkan produk yang dapat digunakan untuk perawatan di rumah, membuat promo Home Service, melakukan penjualan online yang bekerja sama dengan Digital Marketing Agency untuk menaikkan iklan di Market Place, merambah ke dunia penjualan kosmetik di karenakan kebutuhan tampil cantik walaupun sedang memakai masker sehingga Lightskin Clinic mengeluarkan brand baru dengan Shorea Skin berupa Lip Matte dan Cushion.

Dr. Nisfu Laily menjelaskan, LSBeauty Care dan Shorea Skin ini selain skincare dan kosmetik mempunyai efek medicated. Produk ini dapat digunakan untuk beberapa kasus seperti acne, anti aging, whitening. Dapat digunakan untuk semua gender dari usia remaja hingga lansia. Dan harga  untuk produk satu set < dibawah harga 350.000 untuk skincare dan < dibawah 150.000 untuk produk kosmetik.

“Kebanyakan respon masyarakat antusias dan banyak pelanggan baru untuk mencoba produk skincare dan produk kosmetik,” tuturnya.

Penjualan produk skincare secara online  mampu meningkatkan pendapatan Lightskin Clinic walaupun tidak signifikan.

Namun  Dr. Nisfu Laily tetap optimis karena kecantikan merupakan kebutuhan yang tidak akan punah karena semua ingin tampil cantik di berbagai kalangan.

Kedepannya,  Light Skin Clinic ingin membuat produk yang “Multi Use” disesuaikan dengan kondisi pandemi saat ini. Produk untuk pengobatan acne tetapi juga bisa untuk whitening, Produk Handsanitizer yang tidak membuat kulit kering, Lipstik yang bisa digunakan untuk eyeshadow dan blush on, wash yang bisa digunakan untuk face maupun body.

Nah, berbicara soal  Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang sedang berlangsung saat ini,  Dr. Nisfu Laily sangat mendukung dan menyetujui agar penyebaran virus Corona dapat diminimalisir.  

Namun secara ekonomi sosial dari masyarakat harus juga diperhatikan dengan memberikan kesempatan pelaku usaha untuk membuka usahanya dengan prokes yang ketat, pembatasan jam, dan pembatasan interaksi antar customer.  

“Sehingga penyebaran Virus Corona mampu diminimalisir namun masyarakat masih bisa tetap hidup,” pungkasnya.