San Francisco: (415) 213-7323, Los Angeles (La Habra): (562) 383-2100

Kembali Menjadi Indonesia

Buku ini dicetak tahun 1999, setahun setelah kejatuhan Soeharto. Penulisnya Radhar Panca Dahana, seorang penulis lepas sekaligus penggiat teater moderen Indonesia. Meski sudah 11 tahun lalu, buku “Kembali Menjadi Indonesia” masih sangat relevan dengan kondisi bangsa yang saat ini bertubi-tubi dilanda kekerasan. Sebagai seniman, Radhar menyimak betul bagaimana situasi politik saat itu yang menurut dia berakibat pada perubahan identitas akan ke-Indonesia-an. Baik identitas dalam rupa...

Read more

“Menantang Phoenix”, Kisah Tiga Wanita Turunan Tionghoa Saat Kemerdekaan Indonesia

Menantang Phoenix, sebuah kisah tentang tiga wanita keturunan Tionghoa yang mencoba mencari jati diri mereka pada masa revolusi Indonesia. Nanna, sosok seorang ibu yang mencoba mempertahankan nilai-nilai tradisional Tionghoa kepada kedua anaknya, yakni Carolien dan Jenny, di saat anak-anaknya lebih memilih budaya dan kebiasaan kaum kolonial. Carolien dan Jenny merasa bahwa dengan mengikuti kebiasaan bangsa Belanda tersebut, mereka akan lebih diterima dan dihargai, serta dapat hidup den...

Read more

Soekarno Architect Of Nation

Hanya sedikit buku tentang Soekarno yang memuat demikian banyak foto sang proklamator itu. Salah satunya, buku yang disusun dan ditulis oleh penulis Belanda, Bob Hering, berjudul “Soekarno Architect Of Nation, 1901 to 1970”.Buku ini sedikitnya memuat lebih dari 180 foto Soekarno dalam berbagai kegiatan. Mulai Soekarno remaja, diusir dari Istana Bogor, hingga wafat dan dimakamkan di Blitar. Semuanya disusun sesuai perjalanan karir sang proklamator, dilengkapi dengan narasi dalam dua bahasa, Inggr...

Read more

Sejuta Doa Untuk Gus Dur

Sejuta Doa Untuk Gus Dus merupakan sebuah novel kisah nyata yang diangkat dari latar belakang proses pembentukan dan perjuangan Gus Dur selama menjadi tokoh pluralis sejati dimasa hidupnya. Damien Dematra mencoba menuliskan beberapa perjuangan mantan Presiden RI ini, salah satunya peranan Gus Dur dalam melihat perbedaan yang ada dalam kehidupan umat beragama, budaya dan gender. Di buku setebal 412 halamin ini tidak hanya berisi biografi dan sepak terjang kehidupan Gu...

Read more

Tetralogi Sisi Lain SBY kedua – Pak Beye dan Politiknya

Buku Tetralogi Sisi Lain SBY kedua yang berjudul Pak Beye dan Politiknya diluncurkan Selasa, (21/9/2010), di Jakarta.Menurut Penerbit Buku Kompas (PBK), meski baru akan diluncurkan hari ini, buku ini telah beredar di pasaran sejak awal September lalu, bahkan telah dua kali naik cetak. Seperti disebutkan dalam Kompasiana, buku sebelumnya dicetak sebanyak 20.000 eksemplar dan habis. Kemudian dicetak lagi 10.000 eksemplar. “Untuk cetakan pertama, kita sudah kehabisan stok, sedangkan buku ...

Read more

Emilie Jawa 1904

Judul : Emilie Jawa 1904 Penulis: Catherien Van Moppes Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia Cetak: Juli 2010 Halaman: 481 halaman Kolonialisme tidak pernah membawa kesejahteraan bagi rakyat yang dijajah. Sehumanis apa pun wajah kolonalisme, hasilnya hanyalah dehumanisasi. Tidak mengherankan jika pemberontakan kerap terjadi bahkan ketika praktik politik etis dilaksanakan di tanah jajahan. Itu yang dapat ditangkap dalam buku Emilie Jawa 1904 ini. Dalam buku ini digambarkan bagaiman...

Read more

The Man Who Loved Books Too Much

Buku ini menceritakan John Gilkey, seorang kolektor dan pecinta berat buku. Dia berobsesi memiliki edisi pertama buku-buku sastra dunia yang tertera dalam daftar 100 novel terbaik abad ke 21 versi Modern Library. Tapi yang menjadi persoalan, Gilkey bukanlah orang kaya. Dia hanya pegawai biasa yang gajinya tak mungkin bisa menfasilitasi obsesinya. Lalu bagaimana caranya dia mendapatkan buku-buku dambaannya itu? Dengan mencuri. Kiprah Gilkey sebagai pencuri buku membuatnya menjadi penc...

Read more

Napak Tilas ke Belanda – 60 tahun Perjalanan Wartawan KMB 1949

Konferensi Meja Bundar (KMB), yang berujung pada penyerahan kedaulatan Indonesia oleh Belanda pada penghujung 1949, merupakan peristiwa penting yang menandai berakhirnya secara definitif zaman penjajahan Belanda atas Indonesia. Wartawan senior Rosihan Anwar merupakan salah seorang saksi mata peristiwa historis itu yang masih ada hingga kini Akhir tahun 2009, Rosihan pergi lagi ke Belanda. Ia mendatangi lagi tempat-tempat yang dulu pernah dikunjunginya sebagai wartawan yang bertuga...

Read more