Industri digital berkembang begitu pesat memunculkan permintaan yang semakin beragam. Jika tidak dinamis mengikuti perkembangan yang ada, bisa-bisa usaha hanya mentok sampai di situ saja. Bagi para pebisnis tentunya ini merupakan peluang dan tantangan bagaimana memperbesar skala usaha menjadi berkali-kali lipat. 

Para pegiat industri kreatif seperti artis, model, influencer, serta publik figure juga tengah merasakan perubahan signifikan. Berbeda dari ritme lima sampai sepuluh tahun lalu, saat ini tren yang ada cenderung lebih cepat berganti. Bukan hanya dalam hitungan bulanan apalagi tahunan, di era Instagram dan TikTok seperti sekarang, apa yang sedang trend di minggu lalu belum tentu masih sama dengan apa yang akan hadir di minggu selanjutnya.

Hal tersebut diungkapkan oleh Lisa Ramadhanty selaku Direktur PT Sinergi Komunikasi Global (Venus Live), sebuah perusahaan konsultan komunikasi yang berpusat di Jakarta. Ia menambahkan bahwa dengan cepatnya perubahan era teknologi dan informasi membuat para pelaku usaha perlu melakukan adaptasi terhadap penyesuaian yang relevan.

“Untuk sekarang ini, rencana satu tahun kedepan bisa jadi bertahan 6-9 bulan saja, kecuali hal-hal fundamental yang menjadi dasar dari identitas perorangan atau perusahaan. Jadi kalau mau terus eksis, harus paham ‘algoritma’ terupdate dengan tetap mengedepankan keunikan yang dapat dibangun dari setiap konten,” ujar Lisa yang juga kini aktif menjadi spokeperson di akun Instagram @venuslive.id. 

Bila dilihat dari kacamata yang lebih luas, ranah digital sangat berpotensi untuk memperkenalkan, memperluas dan meraih market secara masif. Adapun dengan berbagai langkah yang tepat, diharapkan tujuan dari setiap individu ataupun perusahaan bisa tercapai dengan maksimal.

Ferdian Agustiana  sebagai salah satu pendiri  Asosiasi Pemimpin Digital Indonesia (APDI) mengungkapkan bahwa digitalisasi membantu percepatan proses bisnis dan model bisnis lebih agile (metode dengan pemanfaatan sumber daya secara maksimal), begitupun digital marketing yang mengambil peran sangat signifikan dalam B2C.

“Era Digitalisasi saat ini mengubah pola perilaku seseorang untuk terus mengikuti perkembangan teknologi, termasuk dalam hal bisnis. Anak muda yang semakin melek teknologi dapat mengeksplorasi hal tersebut untuk memanfaatkan setiap peluang yang ada. Jika dahulu kita harus menjemput bola dengan berbagai strategi pemasaran efektif untuk meraih minat pembeli, di era digital saat ini cukup dengan menggunakan internet dan perangkat teknologi kita sudah dapat mengembangkan suatu bisnis”. ujar Pria lulusan Program Doctor of Research in Management, Binus University.

Dari kedua narasumber di atas, berikut telah dirangkum beberapa alternatif cara memperbesar skala usaha agar bisa jauh lebih meroket :

Memiliki Tim Penjualan Yang Hebat

Transaksi merupakan jantung dari segala jenis usaha. Bila mau membuat bisnis tetap hidup, utamanya harus punya tim penjualan baik itu sales, marketing atau business development yang mampu mengkonversikan segala jenis kegiatan dalam bentuk nilai.

Membangun Sistem Usaha/Perusahaan Yang Matang 

Kunci utama dalam memimpin salah satu korporasi dibidang digital, Ferdian melakukan kolaborasi dan strategi komunikasi yang baik dengan para stakeholder, serta menerapkan konsep-konsep agile organisasi dan digital transformasi sebagai pendorong pertumbuhan bisnisnya. Ini menjadi terobosan untuk membuat perusahaan yang dipimpinnya tetap mencatatkan laba di masa pandemik covid-19.

Membuat Semakin Banyak Orang Tahu Tentang Usaha Anda

Baik perorangan maupun perusahaan, apabila nama baik sudah dikenal atau menjadi top of mind maka segala urusan bisa jadi lebih lancar. Jika mendengar nama seperti Helmi Yahya, Rafi Ahmad, atau Atta Halilintar maka akan dengan mudah untuk mengasosiasikan nama tersebut sebagai publik figur.

Cara yang dapat dilakukan baik perorangan maupun perusahaan untuk memperkenalkan diri kepada publik bisa dengan melakukan kegiatan seperti charity atau Corporate Social Responsibility (CSR) dan bisa dengan membuat event yang menarik banyak pihak untuk berpartisipasi.

Menggunakan Jasa Public Relations Agar Usaha Jadi Lebih Sustain

Lisa berpendapat bahwa sejatinya setiap orang ingin diasosiasikan dengan para pemenang. Keinginan natural inilah yang bisa membuat usaha menjadi semakin besar secara organik.

“Jika Anda adalah seorang pengusaha atau eksekutif, orang dari manapun bisa jadi ingin diasosiasikan dengan Anda. Orang akan cenderung menggunakan produk dan layanan Anda apabila sentuhan pribadi (branding) semakin menguat,” ujar Konsultan Komunikasi yang saat ini menjabat sebagai Direktur di Venus Live.

Bill Gates adalah contoh pebisnis yang berhasil membawa level perusahaan kelas dunia melalui cerita. Oleh karena itu, Gates ahli dalam memastikan bahwa dia selalu menjadi topik pembahasan, apakah itu untuk filantropinya atau untuk menuntut perusahaan lain yang menggunakan teknologinya tanpa izin.

Gates memahami bahwa public relations atau hubungan masyarakat berarti melihat gambaran besar dalam jangka waktu yang lama. Dia berinvestasi dalam hubungan masyarakat sejak dini, dan itu terbayar dengan baik di kemudian hari ketika ia mampu menjual banyak perangkat lunak maupun bisnisnya yang lain.

Untuk itu, Venus Live sebagai penyedia layanan all in one communication services memberikan layanan public relations yang senantiasa mampu melakukan bidang-bidang seperti Kegiatan promosi hingga launching produk, konferensi pers (jasa press conference), dan segala hal yang berhubungan dengan bidang komunikasi, kehumasan dan marketing.

“Public Relations direkomendasikan bagi bisnis yang mau meroket. Jika kita bisa membuat berita menarik hari ini, hari esok orang akan berbondong-bondong mencari produk kita,” tutup Lisa mengakhiri sesi wawancara.