Ketidakpastian kondisi ekonomi tak selalu membawa kekhawatiran bagi para pelaku investasi.
Bagi Hendry Wijaya, Chief Operating Officer Sembada Gold, situasi ini justru bisa menjadi peluang, terutama bagi mereka yang melek finansial dan memahami pergerakan pasar.
“Kalau kita melihat ini dengan kacamata ekonomi dan pengetahuan finansial, justru bisa menjadi kesempatan. Saat kondisi ekonomi tidak pasti, bukan panik yang muncul, tapi justru kita bisa melihat peluang dari sana,” ujarnya.
Hendry mencontohkan, dalam beberapa bulan terakhir, harga emas mengalami lonjakan signifikan.
“Dalam tujuh bulan terakhir, kenaikannya sudah mencapai 38 persen. Saya sampaikan ini secara objektif, karena dari sisi investor ini tentu hal yang baik, meskipun dalam waktu dekat mungkin ada koreksi,” jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa faktor-faktor global seperti kebijakan The Fed, dinamika hubungan antara China dan Amerika, turut mempengaruhi pasar emas. Meski begitu, Hendry mengingatkan agar investor tidak bersikap FOMO (fear of missing out) dalam mengambil keputusan.
Lebih lanjut, Hendry menyarankan agar calon investor mempelajari terlebih dahulu setiap instrumen investasi sebelum memutuskan untuk membeli.
“Idealnya, gunakan dana idle untuk membeli emas. Jangan semua dimasukkan ke satu keranjang. Diversifikasi tetap penting, jadi jangan hanya berinvestasi di emas saja,” sarannya.
Ia juga membuka peluang bagi strategi investasi aktif maupun pasif. “Masuk perlahan juga tidak apa-apa, misalnya membeli emas sedikit demi sedikit setiap bulan,” pungkasnya.
Sumber Foto: Istimewa
Baca Juga:
- Artscience Museum Dan Oceanx Mengajak Pengunjung Menjelajahi Dunia Bawah Laut Luar Biasa Yang Jarang Terlihat Oleh Manusia
- La Maison De L’Indonésie Perkuat Diplomasi Ekonomi ASEAN Lewat Kunjungan ke Rungis Market Paris
- Akselerasi Digitalisasi UMKM Banjarmasin Lewat Program Kota Masa Depan
- Grab Luncurkan Corporate Dine Out, Urusan Jamuan Makan Kantor Kini Bebas Reimburse!
- 17 Tahun Kemudian, Slank Kembali Mengoyang Panggung Java Jazz

