Lebih dari 500 pelajar tingkat SMA dari berbagai wilayah Solo Raya, termasuk Surakarta, Boyolali, dan Sukoharjo, mengikuti CreaFest 2026 yang diselenggarakan oleh Universitas Sugeng Hartono (USH). Kegiatan ini menjadi ruang eksplorasi bagi siswa untuk mengenal lebih dekat dunia perkuliahan, inovasi teknologi, serta peluang pendidikan global.
CreaFest 2026 menghadirkan beragam rangkaian kegiatan, mulai dari pameran inovasi mahasiswa hingga program persiapan akademik internasional. Dalam pameran tersebut, mahasiswa menampilkan berbagai karya berbasis teknologi, di antaranya pengembangan sistem computer vision untuk deteksi kantuk serta proyek metaverse Keraton Surakarta yang mengangkat digitalisasi budaya dalam ruang virtual.
Selain itu, sejumlah karya lain juga menyoroti isu sosial dan kebutuhan sehari-hari. Berdasarkan dokumentasi proyek mahasiswa, terdapat aplikasi kesehatan mental seperti Sijiwa yang membantu pengguna memahami pola emosi, serta platform pengelolaan sampah digital ZeroCycle yang mengusung konsep “sedekah sampah” . Beragam solusi digital lain, seperti layanan jasa berbasis aplikasi hingga platform event dan pemasaran digital, turut memperkaya pameran inovasi.
Salah satu agenda utama dalam CreaFest 2026 adalah pelaksanaan Free International Undergraduate Program (IUP) Tryout yang ditujukan bagi siswa kelas 11 dan 12. Program ini dirancang untuk memberikan gambaran nyata mengenai proses seleksi program internasional, sekaligus melatih kesiapan akademik, kemampuan penalaran, dan keterampilan bahasa Inggris.
Tryout ini diselenggarakan secara langsung di Hotel Grand Mercure Solo Baru pada Senin, 30 Maret 2026, mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai. Peserta juga mendapatkan berbagai manfaat, antara lain e-certificate, sertifikat beasiswa, merchandise, serta simulasi pertanyaan wawancara sebagai bekal menghadapi seleksi sebenarnya.
Ketua panitia CreaFest 2026, Nimas Ratna Sari, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai ruang pengalaman belajar yang nyata.
“CreaFest tidak hanya ajang melihat, tetapi merasakan langsung pengalaman belajar dalam konteks global. Kami ingin siswa memiliki gambaran nyata tentang bagaimana mereka bisa berkembang dan berkontribusi di tingkat internasional,” ujarnya.
Rektor Universitas Sugeng Hartono, Jacob F. N. Dethan, menegaskan bahwa pendidikan global tidak harus identik dengan biaya tinggi maupun akses yang terbatas.
“Kami percaya bahwa pendidikan global tidak harus mahal dan jauh. CreaFest merupakan salah satu bentuk komitmen Universitas Sugeng Hartono untuk menghadirkan pengalaman tersebut secara nyata di Indonesia, sekaligus mempersiapkan generasi muda agar siap menjadi bagian dari dunia global,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, Universitas Sugeng Hartono tidak hanya memperkenalkan lingkungan akademik kepada pelajar, tetapi juga membuka wawasan mengenai pentingnya kesiapan menghadapi pendidikan dan karier di tingkat globa
Sumber Foto: istimewa
Baca Juga:
- Grab Luncurkan Corporate Dine Out, Urusan Jamuan Makan Kantor Kini Bebas Reimburse!
- 17 Tahun Kemudian, Slank Kembali Mengoyang Panggung Java Jazz
- BCA Syariah Bedah Makna “Sahabat” Bersama Ivan Gunawan, Fico Loygara, dan Ustaz Halim Ambiya
- Bawa Summer Horns, Dave Koz Kembali ke Panggung Java Jazz
- “Tribute to Erros Djarot” – Musisi Lintas Generasi Rayakan Karya-Karya Sang Maestro di Java Jazz Festival 2026

