Wakatobi tidak hanya dikenal dengan pemandangan alamnya yang indah namun juga dikenal sebagai daerah penghasil kelapa. Wilayah pesisiran Wakatobi banyak ditumbuhi oleh pohon-pohon kelapa berkualitas yang dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai jual yang unik.

Dan salah satu orang yang memanfaatkan buah kelapa Wakatobi adalah Delvi Alksari. Di tangannya, kelapa tidak hanya sekedar buah yang dapat dimakan isi dan diminum airnya melainkan dijadikan sebuah produk olahan bernama Coco Waka. Coco Waka yang didirikan dari tahun 2019 hingga di masa pandemi ini terus berkembang dan berinovasi.

Delvi Alksari mengatakan awal mendirikan Coco Waka karena suka dan hobi menggunakan Coconut Oil. Ia banyak mencoba Coconut Oil di Jakarta, tetapi tidak menemukan taste Coconut Oil yang disukainya seperti di kampung halamannya. Nah, dirinya lalu mencoba membuat produk Coconut Oil dari minyak kelapa yang didapatkannya dari Wakatobi.

“Pertama itu saya kenalkan ke teman-teman, mereka pun banyak yang tanya kira-kira kalau dijual harganya berapa? dari sanalah lalu saya mencoba untuk menjual coconut oil saya sendiri,” tutur Delvi.

Delvi menggunakan minyak kelapa asli dari Wakatobi. Menurutnya, kelapa pesisir dan kelapa pengunungan itu berbeda. Bedanya dari kandungan hasil dari kelapanya. Coco Waka mengolah kelapa yang harus jatuh dari pohonnya dan bukan kelapa muda jadi memakai kelapa yang sudah tua.

Pun dengan proses produksi Coco Waka yanng memberdayakan ibu-ibu rumah tangga yang menggangur di Wakatobi. Delvi mengajak bekerjasama untuk membuat Coco Waka. Lama proses pembuatan tergantung dari kebutuhan. 100 liter dapat memakan waktu tiga hari karena harus melalui proses memasak selama 12 jam. Selain itu, Delvi juga mencontohkan untuk pembuatannya tidak hanya selalu memakai tenaga mesin melainkan manual. Jadi kombinasi antara manual dan mesin.

“Kita tidak bisa menghilangkan proses manual karena disitu letaknya citarasa Coco Waka,” kata Delvi.

Akan halnya dengan distribusi Coco Waka dilakukan secara online dan melalui offline store. Online melalui market place, offline seperti menggunakan sales yang datang ke restoran, tempat makanan dan menawarkan sample misalnya. Harga untuk Coco Waka cukup bervariasi. Untuk yang 50 ml dibandrol Rp. 35 ribu, 330 ml Rp. 130 ribu, 750 ml Rp. 170 ribu, dan 5 liter di harga Rp. 680 ribu.

“Harganya saya buat premium karena kualitasnya dan lumayan sudah tersebar di 20 outlet,” imbuhnya.

Coco Waka kata Delvi memiliki keunggulan tersendiri. Banyak orang bilang kepadanya Coco Waka itu taste yang berbeda dan wangi. Selain lebih kental, baunya terasa lebih kelapa dan rasanya berbeda dengan lainnya. Coco Waka banyak digunakan untuk makanan. Hal ini sengaja dilakukannya karena ia ingin memperkenalkan produknya untuk masakan terlebih dahulu baru beralih ke manfaat lainnya.

“Testimoni mereka yang menggunakan Coco Waka, semuanya pada suka karena rasanya. Contohnya mereka tidak perlu garam saat membuat telur ceplok karena sudah asin. Selain itu buat nasi jika dicampur dengan minyak ini rasanya seperti nasi uduk karena taste santannya itu kental banget,” tutur wanita yang juga merupakan pemilik Our Party Planner (OPP).

Nah, tahun 2022 mendatang Delvi akan lebih fokus ke Coco Waka dan Our Party Planner dengan penambahan beberapa varian terbaru dari Coco Waka yang lebih simple atau praktis. Simple dalam artian semua orang dan semua kalangan dapat mencoba Coco Waka.

“Karena Coco Waka berbeda dengan minyak kelapa lainnya dan menyehatkan. Untuk produk berikutnya semua orang harus mencobanya karena saya ingin buat varian Coco Waka yang harganya sangat terjangkau,” pungkasnya.