Umurnya masih belia, tapi siapa sangka. Nathasia Djong bisa dibilang kecil-kecil cabe rawit. Masih kecil tetapi bakat dan prestasinya segudang.  Nathasia mahir bermain piano sampai drum, piawai di balet dan banyak ikut kompetisi di luar negeri termasuk di Amerika Serikat.

Terbaru prestasi Nathasia sewaktu ikut dalam kompetisi World Championship of Performing Arts (WCOPA) ke-25 di Anaheim, Amerika Serikat.

WCOPA ini adalah kompetisi internasional ini sering disebut sebagai “Olimpiade Bakat” Resmi untuk calon artis dan penghibur.  Seleksi untuk kontestan resmi diadakan di Amerika Serikat, Kanada, Karibia, Amerika Tengah dan Selatan, Eropa, Asia dan Afrika Selatan. Kompetisi ini diikuti oleh anak-anak dari 70 negara.

Nathasia saat itu berkompetisi bersama Arsy, yang tak lain, adalah putri dari Anang Hermansyah dan Ashanty. Mereka beserta anak Indonesia lainnya mengharumkan nama Indonesia di kancah bakat Internasional itu.

Di WCOPA yang dihelat pada Agustus lalu Nathasia berhasil membawa pulang  dua mendali emas untuk piano. satu medali emas untuk ballet dan dua medali perak untuk drum dan satu medali perak untuk dance serta 2 championship overall winner untuk bidang piano. Nathasia merupakan peserta termuda di kontingen Indonesia dalam ajang tersebut.

Ya! merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi Nathasia. Pasalnya,  WCOPA adalah kompetisi yang ketat, Nathasia sampai-sampai harus tidur pukul 4 subuh hanya untuk berlatih.

Bakatnya mulai tumbuh dari cerita mamanya Nathasia, Lidiana, sejak dalam kandungan setiap hari sudah ikut mamanya mengajar musik klasik dan itu terjadi setiap hari.

Lalu di usia 2 tahun mulai menunjukan ketertarikan piano kemudian Lidiana mendampinginya bermain piano sampai akhirnya satu demi satu alat musik Nathasia minta belajar termasuk ballet.

Nathasia mengikuti kompetisi pertamanya saat  umur 3 tahun di Indonesia National Piano Festival . Di usia yang sama juga Nathasia pertama kali nya mengikuti kompetisi di Negeri Singa dan menghantarkan dia sebagai Winner di kategori Toodler Below 6. Serta menjadi Tamu untuk Winners concert di Esplanade Singapore.

Kepada KABARI, Lidiana mengatakan untuk mengasah bakatnya, khusus piano Nathasia dilatih secara khusus oleh Lidiana. Untuk drum belajar mulai usia 6 tahun belajar di lembaga musiknya, Purwacaraka.  Untuk ballet dipercayakan di D’Ballet studio. Biolanya belajar di Jakarta International Music Academy.

“Sejauh ini tidak mendengar Nathasia bilang susah. Karena semua bisa diatasi dengan latihan dan kerja keras. Sulit nya hanya saat waktu mau bertanding ke Amerika. Nathasia tidak boleh makan terlalu banyak supaya perutnya tidak buncit saat ballet,” tuturnya.

Nathasia, sambung Lidiana  bisa dibilang anak yang sangat beruntung  karena saat pandemi Covid-19 Nathasia diberi kesempatan keliling dunia untuk ikut dalam kompetisi di banyak negara secara online. Di antaranya Hongkong, Chicago, Italy,  Eropa, Spain, Thailand, Malaysia dan lainnya.

Dalam waktu dekat ini apakah akan mengikuti kompetisi-kompetisi lagi?

Ibundanya bilang di bulan November, Nathasia akan ikut Asia Pasific Arts Festival di Malaysia.