Sebagai sebuah komunitas sosial, Peace and love Bandung tak hentinya melakukan kegiatan berbagi kepada masyarakat Bandung dan sekitarnya yang membutuhkan.

Didirikan sejak 17 Desember 2015/16 silam, komunitas ini  rutin dan terus konsisten mengunjungi panti asuhan dan dhuafa setiap bulannya. Membantu dalam pembangunan mesjid, rumah baca, berbagi dengan penderita penyakit tertentu, melakukan bakti sosial untuk bencana alam dan kegiatan lainnya yang bersifat sosial.

“Kegiatan Peace and love ini sudah berjalan kurang lebih enam tahun dan rutin setiap bulannya kita melakukan baksos ke panti asuhan, ke korban bencana banjir dan lainnya. Kadang kita juga ke rumah sakit memberi bantuan untuk orang sakit ataupun kegiatan ini akan disalurkan yang sifatnya sosial setiap bulannya,” tutur Ketua Peace and Love Bandung, Hj. Rinne Ladiva, S.H.

Akan halnya di masa pandemi seperti sekarang, giat sosial Peace And Love Bandung terus dilakukan.  Aktifitas bakti sosial Peace and love Bandung di masa pendemi dilaksanakan dengan menunjuk perwakilan untuk melakukan menyerahkan bantuan demi menghindari kerumunan ataupun sistem transfer tetapi tetap tepat sasaran dan amanah.

Rinne mengatakan  latar belakang mendirikan komunitas ini lantaran dirinya yang suka bersilahturahmi dalam bentuk arisan. Dari sana muncul ide,  selain arisan silahturahmi kenapa tidak sekalian selain berkumpul juga melakukan kegiatan berbagi dan beramal.

“Jadi uang yang kita kumpulkan untuk arisan setiap bulannya kita sisihkan 30 % untuk bersedekah / amal,” tuturnya.

Dan idenya kemudian direspon positif oleh teman-temannya. “Jadi pas arisan, kita berbagi juga dengan orang-orang di panti asuhan sekalian baksos.”

Rinne berujar, anggota komunitas Peace and love Bandung datang dari berbagai kalangan baik dari ibu rumah tangga, dokter , pengusaha dan lainnya. Bahkan anggota kehormatan Peace and love Bandung adalah Ibu Gubernur Atalia Ridwan Kamil yang sudah menjadi anggota tetap dari sejak pertama komunitas ini berdiri sampai sekarang.

“Jadi siapapun bisa bergabung disini yang punya jiwa sosial tentunya,” tuturnya.

Nah, harapan ke depan komunitas ini, tambah Rinne, ingin memberikan contoh kepada komunitas lain selain membantu program pemerintah juga dapat membantu lingkungan di sekitar.

“Dan ternyata Alhamdulilah banyak juga arisan yang lain berbasis baksos ini sebagai contohnya karena Peace and love adalah satu-satunya komunitas arisan berbasis baksos,” pungkasnya.

Perihal makna kemerdekaan bagi komunitas ini adalah tetap semangat berjuang dalam keadaan apapun agar terus maju dan tidak boleh mundur apalagi menyerah.  

“Kondisi pandemi tidak mungkin selamanya seperti ini, ada saatnya turun maupun naik. Sebab, Tuhan menurunkan musibah, mungkin untuk menguji manusia apakah bisa dan kuat dalam menghadapinya,” tegas Rinne.

“Ayo kita kuat dan semangat. Kita pasti bisa melewati semua, dengan menjalankan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin.  Dan Insyaallah negara kita akan pulih sediakala tetap semangat dan selalu berbagi dan bisa bermanfaat untuk orang di sekitar kita.”