Lion Air bersama anggota afiliasi perusahaan penerbangan melakukan rangkaian kegiatan bersamaan momentum Hari Sumpah Pemuda (28 Oktober) – Hari Pahlawan Nasional (10 November) dengan puncak perayaan pada Kamis (10/ 11). Tema Hari Pahlawan ke-77 pada 2022 dengan mengusung ‘Pahlawanku, Teladanku!’.

Penerbangan Lion Air diawali nomor terbang JT-694 rute Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten (CGK) tujuan Bandar Udara Internasional Juanda Surabaya di Sidoarjo, Jawa Timur (SUB).  Pada ketinggian 33.000 kaki saat tanda kenakan sabuk pengaman dimatikan (seat belt off), awak kabin membagikan bendera berukuran kecil kepada seluruh penumpang.

Pimpinan awak kabin mengumumkan (announcement) tentang pelaksanaan acara memperingati Hari Pahlawan Nasional di dalam kabin pesawat.

Pimpinan awak kabin memimpin untuk mengheningkan cipta. Seluruh penumpang mengikuti secara khidmat

Awak kabin berjalan dari lorong kabin belakang membawa Bendera Merah Putih, fashion show mengenakan seragam awak kabin, dirancang khusus tetap mengusung budaya khas berpakaian Indonesia yakni gaya kebaya dipadukan tata busana modern.

Pada penerbangan tersebut, dibagikan doorprize dengan kegiatan kuis.

Para 5 (lima) awak kabin mempersembangkan live songs lagu, bertemakan nasionalis, antara lain: Mengheningkan Cipta, Maju Tak Gentar, Rayuan Pulau Kelapa dan Tanah Airku.

“Menggelar live perform and songs oleh awak kabin yang terinspirasi semangat “Pemuda dan Pahlawan” di dalam pesawat di atas ketinggian 33.000 kaki bertujuan untuk: melayani dengan sepenuh hati, memberikan inspirasi bagi pemuda-pemudi dapat terus berkarya, turut mempopularkan lagu-lagu nuansa semangat kebangsaan serta upaya mengapresiasi musisi muda berbakat, terutama bagi yang berprofesi sebagai awak kabin di Lion Air Group,” kata Danang Mandala Prihantoro, Corporate Communications Strategic, kepada KABARI.

Dan pelaksanaan rangkaian semarak kemerdekaan di udara, kegiatan dan penampilan pertunjukan lagu secara langsung telah mengikuti aspek keamanan, keselamatan dan sesuai standar protokol kesehatan ketat.

Puncak acara dilakukan rute tujuan Surabaya, karena Ibukota Jawa Timur dikenal sebagai “Kota Pahlawan”, berlatar belakang peristiwa Pertempuran Surabaya pada 10 November 1945 sebagai lambang kekuatan dan perlawanan

Bandar Udara Internasional Juanda sebagai salah satu penghubung utama (main hub) operasional Lion Air Group untuk rute internasional dalam mempermudah mobilitas masyarakat, pebisnis dan pelancong (wisatawan) terutama dari dan menuju Indonesia antara lain Yogyakarta, Solo, Semarang, Balikpapan, Banjarmasin, Makassar, Palangkaraya, Tarakan, Pontianak, Jakarta, Bandung, Bali, Lombok, Labuan Bajo, Kupang, Makassar, Kendari, Palu, Manado, Ambon, Ternate, Sorong, Singapura, Malaysia dan kota lainnya.